Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.

5 Genre Buku Fiksi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui!

Daftar Isi

Pendahuluan

Pernah merasa rak bukumu isinya itu-itu saja? Cerita cinta, petualangan, atau misteri memang selalu seru, tetapi di balik genre populer tersebut, dunia fiksi menyimpan banyak kategori unik yang jarang disorot.

Genre-genre ini sering luput dari perhatian karena namanya terdengar asing, padahal konsep ceritanya justru segar dan menantang imajinasi.

Bagi penulis, mengenal genre fiksi yang tidak umum bisa membuka jalan baru dalam berkarya. Kamu bisa menemukan ruang eksplorasi yang lebih luas, konflik yang tidak biasa, dan gaya penceritaan yang memberi kebebasan kreatif.

Pembaca pun cenderung penasaran ketika menemukan cerita dengan pendekatan yang berbeda dari kebanyakan buku fiksi.

Melalui pembahasan lima genre buku fiksi yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya, kita akan membahas genre-genre fiksi yang jarang dikenal hingga yang mulai akrab di telinga.

Siapa tahu, salah satunya justru cocok dengan gaya menulismu selama ini.

5 Genre Fiksi yang Masih Jarang Diketahui

1.     Fake Memoir

Fake memoir adalah genre fiksi yang penulis buat seolah-olah merupakan kisah nyata atau autobiografi penulisnya.

Cerita dalam genre ini menggunakan gaya bahasa personal, reflektif, dan sangat intim, sehingga pembaca sering merasa sedang membaca pengalaman hidup seseorang yang benar-benar ada.

Padahal, seluruh isi ceritanya merupakan hasil imajinasi. Genre ini sering memanfaatkan detail keseharian, emosi mendalam, dan sudut pandang orang pertama untuk menciptakan kesan autentik.

Penulis fake memoir biasanya terus bertanya apakah kisah ini sungguhan atau tidak. Konflik dalam fake memoir umumnya berkisar pada pergulatan batin, trauma masa lalu, atau perjalanan hidup yang penuh dilema personal.

Genre ini cocok untuk penulis yang menyukai cerita introspektif, reflektif, dan penuh emosi, serta pembaca yang menikmati kisah hidup dengan nuansa psikologis kuat.

Artiket Terkait:  Kenapa 80% Penulis Pemula Salah Pilih Penerbit? Ketahui Penyebabnya!

2.     Bizarro

Bizarro merupakan genre fiksi yang mengusung keanehan sebagai daya tarik utama. Ceritanya sering absurd, surealis, dan melanggar logika umum, namun tetap memiliki pola dan pesan tertentu.

Genre ini berkembang dari perpaduan humor gelap, horor, dan satir sosial. Dalam bizarro, penulis bebas menciptakan dunia aneh dengan karakter tidak lazim dan peristiwa yang sulit ditebak.

Meski terdengar kacau, genre ini memang menuntut kreativitas tinggi agar keanehan yang tersajikan secara utuh dan bermakna.

Konflik dalam bizarro biasanya muncul dari situasi ekstrem dan tidak masuk akal, seperti dunia yang beroperasi dengan aturan aneh atau karakter yang menghadapi masalah di luar nalar.

Genre ini cocok untuk penulis yang gemar bereksperimen, menyukai humor gelap, dan ingin menantang batas konvensi cerita fiksi.

3.     Cli-fi (Climate Fiction)

Cli-fi atau climate fiction adalah genre fiksi yang berfokus pada isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.

Cerita dalam genre ini sering mengambil latar masa depan atau dunia alternatif yang terdampak krisis lingkungan. Penulis cli-fi menggabungkan sains, spekulasi, dan realitas sosial dalam satu narasi.

Genre ini berkembang seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan global. Melalui cerita, cli-fi mengajak pembaca membayangkan konsekuensi nyata dari perubahan iklim, mulai dari naiknya permukaan laut hingga krisis pangan.

Konflik yang umum dalam cli-fi melibatkan perjuangan manusia bertahan hidup di tengah bencana lingkungan atau ketegangan sosial akibat sumber daya yang menipis.

Genre ini cocok untuk penulis yang peduli isu lingkungan dan pembaca yang menyukai cerita futuristik dengan pesan sosial kuat.

4.     Meta-Fiction

Meta-fiction adalah genre fiksi yang sadar bahwa dirinya merupakan bagian dari sebuah cerita. Dalam genre ini, penulis sering mengganggu alur dengan komentar langsung, menyapa pembaca, atau menyingkap proses penulisan di dalam cerita itu sendiri.

Artiket Terkait:  Strategi Menentukan Harga Jual Buku Agar Laku di Pasaran

Pendekatan ini membuat pembaca sadar bahwa mereka sedang membaca karya fiksi. Genre ini banyak digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara penulis, cerita, dan pembaca.

Meta-fiction sering bermain dengan struktur narasi, sudut pandang, dan ekspektasi pembaca terhadap sebuah cerita.

Konflik dalam meta-fiction biasanya tidak hanya terjadi di dalam cerita, tetapi juga pada level penceritaan itu sendiri. Genre ini cocok untuk penulis yang menyukai eksperimen dan pembaca yang menikmati cerita reflektif dengan lapisan makna ganda.

5.     Magical Realism

Magical realism menggabungkan realitas sehari-hari dengan unsur magis yang hadir secara natural.

Keajaiban dalam genre ini tidak selalu aneh bagi para karakter, melainkan mereka menerimanya sebagai bagian dari kehidupan mereka. Pendekatan ini membuat cerita terasa akrab dan penuh keajaiban.

Genre ini banyak hadir secara natural. Keajaiban dalam genre ini tidaklah aneh bagi para karakter, melainkan, para karakter menerimanya sebagai bagian dari kehidupan, sama seperti meta-fiction. Pendekatan ini membuat cerita terasa akrab sekaligus penuh keajaiban.

Genre ini banyak pembaca temukan dalam sastra dunia dan sering penulis gunakan untuk menggambarkan budaya, tradisi, serta pengalaman kolektif masyarakat. Unsur magis dalam magical realism biasanya bersifat simbolis dan memperkaya makna cerita.

Konflik dalam magical realism sering berakar pada masalah keluarga, identitas, atau sosial, dengan sentuhan magis sebagai penguat emosi.

Genre ini cocok untuk penulis yang menyukai cerita yang puitis dan pembaca yang menikmati realitas dengan sentuhan imajinatif.

Penutup

Beragamnya genre fiksi menunjukkan bahwa dunia cerita tidak pernah kehabisan ruang untuk dieksplorasi.

Dari fake memoir yang intim hingga magical realism yang memukau, setiap genre menawarkan cara berbeda dalam menyampaikan cerita dan konflik.

Artiket Terkait:  Takut Naskah Ditolak Penerbit Mayor? Self Publishing Solusinya!

Mengenal genre-genre ini bisa membantu penulis menemukan suara unik dan arah cerita yang lebih sesuai dengan minatnya. Jika kamu tertarik menulis di luar arus utama, sekarang saat yang tepat untuk mulai bereksperimen.

Dengan dukungan penerbit yang memahami karakter genre dan kebutuhan penulis, seperti Nasmedia, proses menerbitkan karya fiksi bisa berjalan lebih terarah.

Saatnya memilih genre, menulis dengan berani, dan membawa ceritamu menemukan pembacanya sendiri.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.
Artikel Terkait