Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.

7 Alasan Mudah Mengingat Membaca Buku Fisik daripada E-Book

Daftar Isi

Pendahuluan

Alasan lebih mudah mengingat saat membaca buku fisik daripada e-book terletak pada perbedaan mendasar antara pengalaman membaca di atas kertas dan di layar. Meskipun e-book menawarkan kemudahan akses dan fleksibilitas, banyak pembaca tetap merasa lebih fokus dan memahami isi bacaan saat membaca buku fisik.

Artikel ini menjelaskan faktor-faktor utama yang membuat buku fisik lebih unggul dalam hal retensi memori dibandingkan e-book.

Alasan Lebih Mudah Mengingat Saat Membaca Buku Fisik daripada E-Book

  1. Interaksi Fisik Memperkuat Ingatan

Saat membaca buku fisik, pembaca menyentuh halaman, membalik lembaran, dan menandai bagian pe nting. Aktivitas ini menciptakan pengalaman multisensorik yang membantu otak menyimpan informasi lebih lama.

Berbeda dengan e-book yang hanya melibatkan layar, buku fisik mengaktifkan koneksi antara gerakan tubuh dan proses kognitif. Semakin banyak indera yang terlibat, semakin kuat daya ingat yang terbentuk.

  1. Navigasi Visual Lebih Terstruktur

Buku fisik memberikan orientasi yang jelas. Pembaca bisa mengingat posisi teks dalam halaman, tata letak bab, atau ketebalan buku saat membaca.

E-book bersifat fleksibel dan berubah ubah tergantung perangkat, ukuran font, atau mode layar. Ketidakstabilan ini membuat otak kesulitan membentuk peta visual yang membantu proses mengingat.

  1. Minim Gangguan Digital

Membaca buku fisik tidak melibatkan notifikasi, iklan, atau pop-up. Pembaca bisa fokus penuh tanpa terganggu oleh aplikasi lain. Sebaliknya, membaca e-book di perangkat digital sering terganggu oleh pesan masuk dan media sosial. Gangguan ini menurunkan konsentrasi dan menghambat pemahaman.

  1. Cahaya Layar Mengganggu Kenyamanan

Layar e-book memancarkan cahaya biru yang dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan tidur. Ketika mata lelah, otak bekerja lebih lambat dalam menyerap informasi.

Buku fisik tidak menimbulkan efek cahaya yang sama. Pembaca merasa lebih nyaman dan bisa membaca lebih lama tanpa tekanan visual, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.

  1. Ritme Membaca Lebih Stabil

Buku fisik mendorong pembaca untuk membaca denga ritme alami. Tidak ada tombol scroll atau swipe yang mempercepat proses membaca.

Artiket Terkait:  Meningkatkan Literasi Melalui Buku

E-book sering membuat pembaca tergesa-gesa karena fitur pencarian cepat atau highlight otomatis. Ritme yang terlalu cepat dapat mengurangi pemahaman dan daya ingat.

  1. Koneksi Emosional Lebih Kuat

Banyak pembaca merasa lebih terhubung secara emosional dengan buku fisik. Aroma kertas, desain sampul, dan suasana membaca menciptakan pengalaman personal yang mendalam. Koneksi emosional ini memperkuat ingatan. Otak lebih mudah mengingat informasi yang terkait dengan perasaan positif dan pengalaman nyata.

  1. Bukti Ilmiah Mendukung Buku Fisik

Penelitian dari University of Stavanger menunjukan bahwa pembaca buku fisik lebih mampu menjawab pertanyaan detail dibandingkan pembaca e-book.

Studi lain dari American University menyebutkan bahwa mahasiswa lebih memilih buku cetak untuk belajar karena merasa lebih fokus dan memahami materi dengan lebih baik.

Penutup

Alasan lebih mudah mengingat saat membaca buku fisik daripada e-book terletak pada interaksi fiisk, navigasi visual, kennyamanan mata, dan koneksi emosional.

Buku fisik menciptakan pengalaman membaca yang lebih stabil dan mendalam, sehingga lebih mudah menyerap dan menyimpan informasi. Meskipun e-book menawarkan kepraktisan, buku fisik tetap unggul dalam hal retensi memori dan kualitas pemahaman.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.
Artikel Terkait