Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.

Teknik Penulisan yang Perlu Dikuasai Penulis Modern

Daftar Isi

Pendahuluan

Teknik penulisan perlu dikuasai penulis modern dalam menghasilkan karya tulis yang efektif, menarik, dan sesuai tujuan. Menulis bukan hanya soal menuangkan ide, tetapi juga memilih teknik yang tepat agar pesan tersampaikan dengan jelas.

Dalam dunia kepenulisan kita dapat mengelompokkan teknik menulis ke dalam empat kategori utama: gaya dan tujuan utama, jenis tulisan khusus, metode dan struktur. Dengan memahami pengelompokan ini, penulis dapat menyesuaikan gaya tulisannya untuk kebutuhan akademik, pemasaran, maupun kreatif.

Apa itu Teknik Penulisan   

Teknik penulisan adalah metode yang digunakan penulis untuk menyusun kata, kalimat, dan paragraf agar pesan tersampaikan secara efektif. Teknik ini mencakup gaya bahasa, struktur, tujuan komunikasi, hingga cara membangun narasi.

Mengapa Teknik Penulisan Penting?

Teknik penulisan penting karena membantu penulis menyampaikan pesan dengan jelas dan terarah, membuat tulisan lebih menarik dan mudah tersampikan kepada pembaca, menyesuaikan gaya dengan tujuan dan audiens, serta meningkatkan kredibilitas penulis, baik di bidang akademik, bisnis, maupun kreatif. Tanpa teknik yang tepat, tulisan berisiko membingungkan atau gagal memberi dampak.

Jenis- Jenis Teknik Penulisan yang Perlu Dikuasai Penulis

1.     Teknik Penulisan Berdasarkan Gaya dan Tujuan

a.      Ekspositori

Teknik ini bertujuan menjelaskan suatu topik secara objektif. Penulis menggunakan data, fakta, dan analisis untuk membantu pembaca memahami isu tertentu. Ekspositori menuntut struktur logis dan bahasa yang jelas agar informasi mudah dipahami. Contoh : artikel ilmiah, laporan penelitian atau esai analitis.

b.      Deskriptif

Teknik deskriptif adalah teknik yang fokus pada detail sensorik untuk menggambarkan objek, tempat, atau suasana. Teknik ini menciptakan pengalaman seolah pembaca merasa hadir dalam cerita. Bahasanya kaya akan citra indra. Cocok untuk karya sastra, travel writing, atau feature jurnalistik.

Artiket Terkait:  Rahasia Membuat Dialog yang Terasa Nyata

c.       Naratif

Teknik naratif menyajikan peristiwa secara kronologis dengan tokoh, konflik, dan alur. Narasi bisa bersifat fiksi (novel, cerpen) maupun nonfiksi (biografi, memoar). Tujuannya menghibur, menginspirasi, atau menyampaikan pesan.

d.      Persuasif

Teknik persuasif untuk meyakinkan pembaca agar menerima ide atau melakukan tindakan tertentu. Teknik ini banyak digunakan dalam iklan, pidato, artikel opini, hingga surat lamaran. Penulis biasanya menggabungkan logika, emosi, dan kredibilitas untuk memperkuat argumen.

e.      Reflektif

Teknik ini mengajak pembaca merenung melalui pengalaman pribadi atau peristiwa tertentu. Teknik ini sering digunakan dalam esai pribadi, tulisan motivasional, atau catatan harian.

f.        Satire

Satire adalah teknik penulisan yang menggunakan humor, ironi, atau sindiran untuk mengkritik fenomena sosial, politik, atau budaya.  Teknik satire efektif karena menyampaikan kritik dengan cara yang menghibur, sehingga pesan lebih mudah diterima pembaca.

2.     Teknik Penulisan Berdasarkan Jenis Tulisan Khusus

a.      Copywriting

Copywriting adalah teknik penulisan dalam teks  pemasaran yang berfokus pada teks persuasif untuk mendorong pembaca melakukan tindakan, seperti membeli produk, mendaftar layanan, atau mengikuti kampanye. Teknik  copywriting menekankan call to action yang jelas dan bahasa yang emosional.

b.      Penulisan Teknis

Menyusun dokumen instruktif seperti manual pengguna, proposal, atau dokumentasi API. Fokus utamanya adalah kejelasan, ketepatan, dan kemudahan pemahaman bagi audiens tertentu.

c.       Storytelling

Menggunakan elemen cerita (tokoh, konflik, resolusi) untuk membangun narasi yang menarik. Storytelling efektif untuk presentasi bisnis, konten digital, hingga branding karena mampu menghubungkan emosi pembaca dengan pesan utama.

d.      Jurnalistik

Mengutamakan  prinsip 5W + 1H (what, who, when, where, why, how) dengan gaya lugas, faktual, dan objektif. Cocok untuk berita, feature, atau laporan investigasi.

Artiket Terkait:  Bagaimana Penulis Mendapat Royalti dari Buku?

e.      Visual Writing

Menggabungkan teks dengan elemen visual seperti infografis, table, atau diagram. Teknik ini sangat relevan di era digital, terutama untuk konten edukasi, media sosial, dan pemasaran.

3.     Teknik Penulisan Berdasarkan Metode dan Struktur

a.      Kerangka (Outlining)

Menyusun tulisan dengan kerangka terstruktur agar alur logis dan mudah dipahami. Outlining membantu penulis menghindari kebingungan, menjaga fokus, dan memastikan setiap ide tersampaikan dengan runtut.

b.      Menulis Bebas (Free Writing)

Teknik ini mendorong penulis menuangkan ide dengan cepat tanpa memikirkan tata bahasa atau struktur. Cocok untuk brainstorming, mengatasi writer’s block, atau menemukan inspirasi baru.

c.       Fragmentasi

Memecah kalimat menjadi bagian kecil untuk menonjolkan emosi, tema penting, atau kekacauan pikiran. Teknik ini sering ada dalam puisi modern atau prosa eksperimental.

Bagaimana Cara Memilih Teknik Penulisan yang Tepat?

Pemilihan teknik penulisan bergantung pada:

  • Tujuan penulisan : apakah ingin menginformasikan, menghibur, atau meyakinkan pembaca.
  • Jenis media : apakah tulisan akan dimuat di blog, jurnal ilmiah, atau iklan digital.
  • Karakter audiens : apakah pembaca adalah pelajar, profesional atau masyarakat umum.
  • Gaya personal penulis : apakah lebih nyaman dengan gaya naratif, visual.

Penulis juga bisa menggabungkan beberapa teknik sekaligus, misalnya menggunakan storytelling dalam copywriting, atau menyisipkan deskripsi dalam artikel ekpositori.

Penutup

Menguasai berbagai teknik penulisan membantu penulis menyampaikan gagasan secara efektif dan sesuai tujuan. Baik untuk artikel ilmiah, konten digital, naskah iklan, atau karya sastra. Teknik yang tepat akan memperkuat pesan dan daya tarik.

Dengan memahami apa  itu teknik penulisan, mengapa penting, dan bagaimana memilihnya, penulis dapat menghasilkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga berdampak dan berkesan.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.
Artikel Terkait