Pendahuluan
Kesalahan kosakata baku yang sering dijumpai di naskah buku kelihatan sepele, namun dampaknya bisa berpengaruh ke profesi kamu sebagai seorang penulis.
Satu kata yang salah bisa bikin pembaca mikir kalau penulisnya kurang teliti.
Selain itu, apabila mereka menemukan banyak kata yang salah? Mereka bisa saja kehilangan rasa percaya sama isi buku yang kamu diulis.
Karena, manuskrip yang rapi dan tepat akan bikin cerita atau ide yang kamu tulis lebih dipercaya dan terasa bermanfaat, karena ketelitian kamu saat merangkai tulisan.
Oleh karena itu, penting banget buat tahu dan menghindari kesalahan kata baku yang sering muncul di naskah buku.
Hal ini pada akhirnya bisa berdampak pada reputasi dan peluang penerbitan. Selanjutnya, penulis harus menindaklanjuti temuan revisi secara sistematis agar kualitas naskah meningkat.
Untuk itu, susunlah daftar prioriotas perbaikan dan kerjakan secara berurutan.
Apa Itu Kata Baku dan Tidak Baku?
Kosakata baku merupakan kata yang sesuai aturan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), alias kata yang telah resmi.
Dan biasanya, kata baku biasanya digunakan pada tulisan formal, seperti dalan naskah buku, surat, ataupun dokumen.
Sebaliknya, kosakata tidak baku, biasanya muncul dari kebiasaan berbicara sehari-hari, pengaruh loga daerah, atau sekedar salah tulis di tulisan-tulisan yang tidak berstatus formal. Dengan kata lain, pemilihan kata menentukan level formalitas dan kredibilitas teks.
Oleh sebab itu, penulis perlu menyesuaikan pilihan kata dengan audiens dan tujuan publikasi. Selain itu, penulis sebaiknya membuat catatan preferensi istilah untuk menjag konsistensi istilah sepanjang naskah.
Kategori Kesalahan Kosakata Baku yang Umum

Agar kamu mudah mengingatnya, berikut beberapa kategori kata baku yang sering dijumpai.
1. Salah Ejaan/Typo
Biasanya terjadi karena hurufnya terbalik atau typo saat mengetik. Oleh karena itu, pengecekan ulang sangat penting.
2. Pengaruh Daerah
Ini terjadi karena sudah terbiasa dengan penggunaan bahasa sehari-hari yang terbawa ke dalam tulisan. Namun, jika penulis menargetkan pembaca lokal, pilihan kosa kata tertentu bisa dipertimbangkan secara sadar.
3. Serapan Bahasa Asing
Sering kali dijumpai istilah dari bahasa asing yang tidak ditulis sesuai kaidah kebahasaan.
4. Kesalahan Imbuhan
Penempatan awalan serta akhiran yang tidak sesuai membuat kata yang kamu gunakan tidak baku; oleh karena itu, pahami kaidah imbuhan dasar.
Daftar Kesalahan Kata Baku yang Sering Dijumpai
Berikut daftar yang sering muncul; sebagai catatn, periksa setiap kata dengan KBBi daring sebelum finalisasi naskah.
- Ijin → Izin
- Aktifitaas → Aktivitas
- Nasehat → Nasihat
- Resiko → Risiko
- Atlit → Atlet
- Antri → Antre
- Apotik → Apotek
- Cidera → Cedera
- Hutang → Utang
- Ijasah → Ijazah
- Jaman → Zaman
- Kwalitas → Kualitas
- Lembab → Lembap
- Managemen → Manajemen
- Nomer → Nomor
- Sovenis → Suvenir
- Tehnik → Teknik
- Tragedy → Tragedi
- Ujud → Wujud
- Karir → Karier
- Kontinyu → Kontinu
- Ketrampilan → Keterampilan
- Kwitansi → Kuitansi
- Laba-laba → Labah-labah
- Ekstrim → Ekstrem
- Ekstrakulikuler → Ekstrakurikuler
- Formalin → Formelin
- Hakekat → Hakikat
- Handal → Andal
- Iklas → Ikhlas
- Jendral → Jenderal
- Kecapekan → Kelelahan
- Kongkrit → Konkret
- Nampak → Tampak
- Olahraga → Olah Raga
- Qualifikasi → Kualifikasi
- Rejeki → Rezeki
- Silahkan → Silakan
- Tahta → Takhta
- Realita → Realitas
- Terimakasih → Terima Kasih
- Ustad → Ustaz
- Sholat → Salat
- Kuatir/Kawatir → Khawatir
- Jagad → Jagat
- Hoax → Hoaks
- Rapot → Rapor
- Standarisasi → Standardisasi
- Karna → Karena
- Cokelat → Coklat
Tips Menghindari kesalahan Kata Baku
Agar karya tulismu lebih rapi dan profesional, perhatikan langkah berikut ini:
- Gunakan KBBI sebagai acuan utama menulis. Selain itu, rujuk versi daring untuk pengecekan c Lalu buat kebiasaan memeriksa kata baku baru yang sering muncul di naskah kamu.
- Cek ulang naskah dengan fokus dan detail; misalnya, baca ulang per paragraph, lalu per kalimat. Dengan begitu, kesalahan kecil lebih mudah terlihat. Selanjutnya, baca naskah dengan suara keras untuk menetukan ritme dan kekeliruan kata.
- Aktifkan fitur pengecek ejaan saat mengetik di laptop sehingga kesalahan ketik mudah tertangkap. Namun, jangan sepenuhnya mengandalkan fitur otomatis karena tidak semua kesalahan kontekstual akan tertangkap. Jadi, cobalah gabungkan pengecek otomatis dengan pemeriksaan manual atau bantuan editor.
- Buat daftar kata yang rawan salah dan perbarui daftar tersebut secara berkala. Selain itu, bagikan daftar ini kepada tim penulis atau editor agar konsisten terjaga.
- Bekerja sama dengan penerbit/editor profesional agar naskah mendapatkan pemeriksaan menyeluruh. Dengan kata lain, editor bukan sekadar memperbaiki kata, tetapi juga meningkatkan alur dan kohensi tulisan.
Penutup
Menulis bukan sekadar soal ide besar, melainkan tentang detail kecil yang bikin karya semakin hidup.
Memang, kesalahan kosakata baku yang terlihat sepele; namun efeknya besar bagi kualitas tulisanmu.
Dengan kata baku yang tepat, naskah kamu jadi lebih rapi, profesional, dan pastinya lebih enak dibaca.
Jadi, jangan anggap remeh soal bahasa. Mulailah, cek kembali manuskrip mu dengan tips di atas.
Karena, tulisan yang rapi bukan soal bikin pembaca nyaman, tetapi buat kamu makin percaya diri sebagai penulis.
Mulailah menerapkan satu perubahan kecil tipa kali merevisi naskah, lalu lihat dampaknya pada kualitas keseluruhan tulisan.













