Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.

Kamu Stuck Menulis? Yuk Belajar 5 Cara Mengatasinya!

Daftar Isi

Pendahuluan

Kalau bicara soal penulis Indonesia dengan ide yang seolah tidak pernah habis, nama penulis-penulis terkenal sering muncul di benak banyak orang.

Karya-karyanya terasa hidup, mengalir, dan penuh cerita, seakan ide selalu siap kapan pun ia menulis.

Tidak sedikit penulis yang diam-diam berharap bisa memiliki aliran ide seperti itu, menulis dengan lancar tanpa jeda panjang.

Namun kenyataannya, tidak semua proses menulis berjalan semulus itu. Bahkan penulis berpengalaman sekalipun pernah duduk lama di depan layar kosong, menatap kursor yang berkedip tanpa tahu harus memulai dari mana.

Ide terasa buntu, kata-kata menghilang, dan semangat menulis perlahan menguap. Kondisi inilah yang sering terkenal sebagai “writer block”.

Jika kamu sedang mengalaminya, tenang dulu. Kamu tidak sendirian, dan yang terpenting, kondisi ini bisa diatasi.

Melalui artikel ini, kita akan membahas apa itu writer block, dampaknya bagi penulis, dan tentu saja solusi praktis yang bisa langsung kamu coba. Jadi, kalau kamu stuck menulis, yuk belajar 5 cara mengatasinya bersama-sama.

Apa sih Writer Block itu?

Writer block adalah kondisi ketika penulis merasa kesulitan menuangkan ide ke dalam tulisan, meskipun sebenarnya ingin dan harus menulis.

Pikiran terasa penuh, tetapi tangan tidak bergerak. Tulisan tidak kunjung mulai, atau berhenti di tengah jalan tanpa arah yang jelas.

Masalah ini tidak hanya dialami penulis pemula. Penulis profesional, jurnalis, hingga akademisi pernah mengalaminya.

Jika seperti itu terlalu lama, writer block bisa berdampak pada produktivitas, kualitas tulisan, bahkan kepercayaan diri penulis itu sendiri.

Berikut beberapa akibat writer block yang sering dirasakan penulis.

1.     Produktivitas Menurun

Saat writer block muncul, waktu menulis menjadi tidak efektif. Penulis menghabiskan berjam-jam di depan layar tanpa menghasilkan apa pun.

Artiket Terkait:  Strategi Distribusi Buku; Offline, Online dan Hybrid

Jika kondisi ini terus terjadi, target tulisan bisa tertunda. Deadline terlewat, rencana menulis berantakan, dan semangat berkarya ikut melemah.

2.     Kepercayaan Diri Menurun

Writer block sering membuat penulis meragukan kemampuannya sendiri. Muncul pertanyaan seperti “Apa aku masih layak sebagai seorang penulis?”

Jika perasaan ini tidak segera diatasi, penulis bisa semakin takut untuk mulai menulis lagi. Akhirnya, penulis justru semakin jarang menghasilkan karya.

3.     Ide Terasa Semakin Buntu

Semakin lama writer block berlangsung, semakin sulit ide muncul. Pikiran terasa kosong meskipun banyak referensi tersedia.

Jika seperti ini terus, penulis bisa terjebak dalam siklus menunda yang panjang. Padahal, satu langkah kecil lah yang terkadang menjadi kebutuhan untuk kembali berkarya.

 

Setelah memahami apa itu writer block dan dampaknya, sekarang saatnya masuk ke bagian terpenting, yaitu bagaimana cara mengatasinya.

Tips Mengembalikan Inspirasi Menulis

1.     Free Writing

Free writing adalah teknik menulis bebas tanpa tekanan apa pun. Kamu tidak perlu menentukan topik penting, menyusun kerangka, atau memikirkan apakah tulisanmu bagus atau tidak. Fokus utamanya hanya menulis.

Cara melakukannya cukup mudah. Tentukan durasi waktu, misalnya 10 hingga 20 menit. Setelah itu, tulislah apa pun yang muncul di pikiranmu. Abaikan ejaan, tata bahasa, dan struktur kalimat.

Jika kehabisan ide, tulis saja bahwa kamu sedang kehabisan ide, lalu lanjutkan sampai waktu habis. Biarkan tanganmu bergerak mengikuti alur pikiran.

Manfaat free writing terletak pada kemampuannya membuka ide-ide yang sempat terambat. Saat tekanan dilepas, otak menjadi lebih rileks.

Dari tulisan acak tersebut, sering kali muncul satu kalimat atau gagasan kecil yang bisa dikembangkan menjadi tulisan utuh.

2.     Perbanyak Membaca

Saat inspirasi menulis terasa kering, kemungkinan besar kamu juga kekurangan asupan bacaan. Membaca adalah sumber utama ide bagi penulis, karena dari sanalah sudut pandang, kosa kata, dan gaya bahasa berkembang.

Artiket Terkait:  Mengapa Plagiarism Check itu Penting Sebelum Menerbitkan E-Book?

Kamu tidak harus membaca buku berat atau ilmiah. Cobalah membaca apa saja: cerpen, novel, artikel, blog, esai opini, hingga unggahan media sosial. Bahkan membaca komentar orang lain pun bisa memicu ide baru jika kamu cukup peka.

Dengan memperbanyak membaca, pikiranmu akan kembali terisi. Kamu akan menemukan pola, konflik, atau gaya penulisan yang memantik keinginan untuk menulis lagi. Tanpa disadari, inspirasi pun akan datang secara perlahan.

3.     Coba Mengubah Suasana Saat Menulis

Sering kali, writer block bukan disebabkan oleh kurangnya ide, melainkan lingkungan yang tidak mendukung. Meja kerja yang berantakan, notifikasi yang terus muncul, atau suasana yang monoton bisa membuat pikiran cepat lelah.

Cobalah melakukan perubahan kecil. Rapikan meja menulismu, matikan notifikasi sementara, atau putar musik yang membantu fokus. Jika perlu, pindah tempat menulis ke kafe, perpustakaan, atau ruang lain di rumah.

Perubahan suasana memberi stimulus baru bagi otak. Saat pikiran lebih segar, ide cenderung lebih mudah muncul. Bahkan berjalan-jalan sebentar tanpa tujuan pun bisa menjadi pemicu inspirasi yang tidak terduga.

4.     Berdiskusi dengan Sesama Penulis

Menulis memang terlihat seperti aktivitas individual, tetapi proses kreatif sering kali berkembang lewat interaksi. Berdiskusi dengan orang lain bisa membantu melihat masalah dari sudut pandang berbeda.

Kamu tidak harus berbincang dengan penulis profesional. Diskusi ringan dengan teman yang juga suka menulis sudah cukup. Ceritakan ide yang mentok, keraguanmu, atau bahkan keluhan tentang proses menulis itu sendiri.

Dari obrolan sederhana, sering kali muncul dorongan baru untuk menulis. Apalagi jika diskusi tersebut dibarengi dengan aktivitas lain seperti membaca atau free writing, semangat menulis biasanya akan kembali perlahan.

Artiket Terkait:  Bingung Mau Cetak Di Mana? Yuk Intip Proses Percetakan Buku Profesional dari Nasmedia!

5.     Tanya ke Diri Kamu Sendiri

Saat writer block terasa berat, berhenti sejenak dan ajukan pertanyaan ke diri sendiri. Refleksi sederhana sering kali menjadi kunci untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Cobalah merenungkan pertanyaan seperti “Apa tujuan awalku menulis?”, “Apa yang sebenarnya ingin kusampaikan lewat tulisan ini?”, atau “Apakah aku terlalu menuntut kesempurnaan?”.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini tidak perlu benar pada awalnya.

Dari proses refleksi tersebut, kamu akan memahami posisi dan kebutuhanmu sebagai penulis. Kesadaran ini membantu mengurangi tekanan dan membuat penulis terasa lebih manusiawi dan menyenangkan.

 

Nah, dengan mencoba beberapa cara di atas, kamu bisa menemukan kembali ritme dan semangat menulis yang sempat hilang.

Penutup

Stuck menulis adalah fase yang wajar dalam proses kreatif. Sebagian besar penulis pasti pernah mengalaminya, termasuk mereka yang karyanya kita kagumi hari ini. Yang terpenting adalah kita mengetahui cara mengatasinya dengan bijak.

Melalui free writing, membaca, mengubah suasana, berdiskusi, dan refleksi diri, kamu bisa perlahan mengembalikan inspirasi menulis. Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri.

Dengan cara-cara di atas, cobalah untuk mulai menulis lagi hari ini. Karena satu paragraf kecil selalu lebih baik daripada tidak menulis sama sekali.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.
Artikel Terkait