Andi Niftah
Andi Niftah
Mahasiswa S1 Sastra Inggris yang gemar membaca dan selalu tertarik dengan dunia kata dan cerita.

Perbedaan dan persamaan buku monograf dan buku referensi yang wajib kamu tahu!

Daftar Isi

Pendahuluan

Tahukah kamu apa perbedaan dan persamaan antara buku monograf dan buku referensi?

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tapi jawabannya ternyata masih sering membingungkan. Kedua jenis buku ini menjadi salah satu luaran penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi khusunya di bidang penelitian dan pengajaran.

Penting bagi dosen yang tengah mempersiapkan publikasi ilmiah untuk kenaikan jabatan fungsional atau pengajuan angka kredit.

Artikel ini akan membahas perbedaan dan persamaan buku monograf dan buku referensi yang wajib kamu tahu.

Apa itu buku monograf?

Buku monograf adalah karya tulis ilmiah berbentuk buku yang membahas satu topik secara mendalam dalam satu bidang keilmuan dimana penulis atau tim penulis memiliki kompetensi.

Substansi pembahasan hanya pada satu topik atau satu sub-bidang dalam kompetensi penulis. Diterbitkan sebagai satu volume tunggal (tidak berseri).

Apa itu buku referensi?

Buku referensi adalah buku ilmiah yang memuat pembahasan yang lebih luas dalam satu bidang ilmu yang sering kali menjadi acuan utama bagi mahasiswa, dosen, praktisi maupun peneliti.

Substansi pembahasannya mencakup berbagai topik dalam satu bidang kompetensi penulis, bukan hanya satu topik kecil.

Perbedaan Buku Monograf dan Buku Referensi

1. Tujuan Penulisan

Buku Monograf memiliki tujuan utama menyajikan hasil penelitian atau kajian mendalam tentang satu topik tertentu. Penekanannya pada kontribusi baru (novelty) dan analisis yang spesifik.

Sementara itu, buku referensi bertujuan menyusun dan merangkum pengetahuan yang telah mapan dalam satu bidang ilmu sebagai acuan atau pegangan. Buku ini bersifat komprehensif, menjangkau banyak topik dalam satu bidang.

Contoh: Jika kamu sebagai dosen bahasa Indonesia, menulis buku monograf tentang “Kesantunan Berbahasa dalam Media Sosial: Kajian Pragmatik pada Generasi Z” maka fokusnya sangat spesifik.

Artiket Terkait:  Kenapa Desain Sampul Menentukan Laris atau Tidaknya Buku?

Sedangkan jika menulis buku referensi seperti “Prinsip dan Teori Pragmatik dalam Pembelajaran Bahasa” maka cakupannya lebih luas (teori pragmatik, linguistik contoh penerapan, dsb).

2. Cakupan dan Kedalaman Materi

Pada buku Monograf, cakupannya sempit tetapi kedalaman sangat tinggi — satu subbidang, satu topik, pembahasan mendalam, analisis, dan metodologi. Sementara itu, referensi cakupannya lebih luas dalam suatu bidang keilmuan memuat beberapa topik atau aspek keilmuan dalam satu buku, tetapi kedalaman tiap sub-topik tidak setajam monograf.

3. Format, Penilaian Angka Kredit dan Pengakuan Akademik

Karena fokusnya spesifik, buku monograf dianggap sebagai luaran penelitian yang penting. Misalnya, menurut Pedoman PAK, monograf diberi nilai angka kredit tertentu (contoh 20 poin) dalam penilaian dosen.

Sementara itu, buku referensi yang cakupannya luas dan sering digunakan sebagai acuan pengajaran dan penelitian, nilai angka kreditnya bisa lebih besar (misalnya 40 poin) jika memenuhi syarat.

Dari sisi format: monograf biasanya satu volume tunggal, tidak berseri; referensi bisa memiliki banyak bab, indeks, glosarium, mungkin format kompendium.

Persamaan Buku Monograf dan Buku Referensi

1. Bersifat ilmiah dan berbasis keilmuan

Baik buku monograf maupun buku referensi harus memenuhi kaidah ilmiah: rumusan masalah, metode/kerangka teori, tinjauan pustaka, analisis (untuk monograf) atau kompilasi sistematis (untuk referensi), kesimpulan, daftar pustaka.

Artinya, keduanya bukan buku populer ringan, tapi buku akademik yang bisa menjadi sumber rujukan.

2. Dapat menjadi sumber rujukan

Keduanya bisa digunakan oleh dosen, mahasiswa, peneliti sebagai referensi dalam penelitian lanjutan, dalam proses pengajaran (sebagai bahan bacaan), atau sebagai literatur yang dikutip di artikel jurnal.

Sebagai contoh: Buku monograf tentang satu topik spesifik bisa menjadi referensi utama dalam penelitian lanjutan. Sementara itu, buku referensi bisa menjadi pegangan kuliah dan sumber literatur untuk tugas akhir.

Artiket Terkait:  Rahasia Menulis Sukses di Threads

3. Diterbitkan secara resmi

Untuk mendapatkan pengakuan akademik dan angka kredit, keduanya harus terbit secara resmi dengan ISBN dan dari penerbit yang berlegalitas atau bereputasi.

Hal ini penting agar karya memperoleh pengkuan dari institusi, LLDikti, dan berguna dalam penilaian jabatan fungsional.

Penutup

Buku monograf dan buku referensi memiliki perbedaan dari tujuan penulisan, cakupan dan kedalaman materi, hingga format/pengakuan akademik.

Di sisi lain, keduanya juga memiliki persamaan penting yaitu bersifat ilmiah, dapat menjadi sumber rujukan dalam penelitian dan pengajaran, dan terbit secara resmi.

Bagi dosen yang menulis buku, memilih dengan tepat jenis buku sangatlah penting agar karya dapat memperoleh pengakuan secara resmi, membantu mahasiswa, dan mendukung karier akademik.

Dengan memahami konsep ini, dosen/penulis/akademisi akan lebih siap dalam publikasi buku, dan menghindari kesalahan pemilihan jenis buku yang bisa menghambat pengakuan angka kredit.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram