Pendahuluan
Esai argumentatif, sesuai namanya, adalah esai yang mengandung argumen dari sudut pandang penulis mengenai suatu topik, dan argumen-argumen tersebut didukung oleh data dan bukti yang kuat untuk meyakinkan pembaca.
Menulis esai argumentatif tidak boleh sembarangan, karena ide yang penulis tuangkan harus dilengkapi dengan bagaimana cara menyampaikan argumen penulis agar bisa memengaruhi pembaca.
Oleh karena itu, penulis perlu memahami apa saja tips untuk menulis teks argumentatif yang tepat dan meyakinkan, silakan menyimak uraian di bawah ini agar tahu tips menulis teks argumentatif yang lebih baik.
1. Pahami Topik Secara Mendalam
Sebelum memilih topik teks argumentatif, terlebih dahulu pastikan bahwa penulis benar-benar paham tentang hal yang ingin dia bahas. Kalau penulis tidak benar-benar memahami topik, maka argumen akan terdengar lemah dan dangkal.
Penulis harus tahu bahwa perlu banyak data dan riset yang harus penulis selesaikan terlebih dahulu sebelum menulis esai argumentatif.
Karena dengan riset yang cukup, penulis akan mampu menjawab kritik-kritik yang ia terima dan memperkuat pendapatnya tentang topik utamanya.

Nah, sebelum menulis, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memastikan bahwa penulis sudah benar-benar paham dengan topiknya.
- Mengumpulkan data dari jurnal ilmiah, artikel berita terpercaya, laporan riset, atau dokumen resmi terkait topik.
- Membandingkan berbagai sudut pandang untuk memahami isu secara objektif dan tidak bias.
- Membuat catatan ringkas berisi fakta-fakta penting yang akan menjadi dasar argumen.
- Meninjau kemungkinan kontra-argumen agar dapat mempersiapkan bantahan.
- Mengutamakan sumber terbaru agar argumen tetap relevan dengan kondisi saat ini.
Contoh Penulisan:
“Fenomena meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan remaja tidak dapat lepas dari pengaruh budaya populer yang mereka konsumsi setiap hari.
Sebuah survei nasional tahun 2023 menunjukkan bahwa 62% remaja membeli produk tertentu karena publik figur favorit mereka yang mempromosikan produk tersebut di media sosial.
Tingginya eksposur ini tidak hanya memengaruhi pola belanja, tetapi juga membentuk persepsi bahwa konsumsi adalah cara untuk memperoleh pengakuan sosial.”
2. Buat Tesis yang Jelas dan Tegas
Menurut KBBI, tesis adalah sebuah tulisan pernyataan atau teori yang dibuat dengan dukungan berbagai argumen yang nantinya dikemukakan dalam format karangan.
Esai akan mudah kehilangan fokus tanpa tesis yang kuat, dan tidak akan mampu meyakinkan pembaca. Misalnya, daripada menulis tesis seperti “Olahraga itu baik”, tesis akan menjadi lebih kuat apabila penulisannya seperti:
“Pemerintah perlu meningkatkan fasilitas olahraga publik karena langkah ini dapat memperbaiki kesehatan masyarakat, memperkuat interaksi sosial, dan menekan biaya kesehatan jangka panjang.”

Contoh lain bisa seperti: “Untuk mengurangi dampak polusi udara yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah perlu memperketat regulasi emisi industri dan mendorong perusahaan beralih ke teknologi ramah lingkungan.”
3. Gunakan Bukti yang Kredibel
Untuk membuktikan validitas esai argumentatif, penulis perlu menyiapkan argumen yang memiliki data, contoh, atau kutipan dari sumber terpercaya agar tidak hanya menjadi sekadar opini pribadi.
Sebagai contoh, jika penulis ingin membuat esai argumentatif mengenai bahwa kota A merupakan kota dengan sampah terbanyak di negara B, maka penulis perlu menyiapkan bukti dalam bentuk data untuk mendukung argumennya tersebut.
Bukti yang dipersiapkan bisa seperti kutipan jurnal tahunan mengenai pemasukan sampah kota A, dibandingkan dengan kota C, dan lain sebagainya.
Sebagai contohnya, jika penulis menyatakan bahwa transportasi umum lebih efisien daripada kendaraan pribadi, Anda perlu menunjukkan data seperti waktu tempuh rata-rata, biaya operasional, atau tingkat polusi yang muncul dari masing-masing tipe kendaraan.
Langkah-langkah berikut dapat membantu penulis memilih dan menyajikan bukti secara efektif.
- Mengambil data dari sumber resmi atau akademis seperti jurnal, laporan pemerintah, atau publikasi penelitian.
- Memasukkan angka statistik yang relevan untuk memperkuat klaim.
- Menyertakan kutipan ahli untuk memberikan otoritas pada argumen.
- Menambahkan perbandingan agar pembaca memahami konteks dengan lebih jelas.
- Menghindari sumber yang tidak jelas atau tidak dapat di verifikasi.

4. Susun Argumen Secara Logis
Menyusun esai dengan logika yang jelas dapat membantu untuk mencegah kesalahpahaman dan memperkuat pesan yang tersampaikan.
Selain itu, pembaca akan lebih mudah untuk memahami argumen dari penulis apabila struktur yang tersusun runtut dan jelas.
Dalam argumen yang logis, argumen sebaiknya memiliki dukungan oleh alasan, fakta, atau contoh yang sesuai, agar dapat membantu penulis melihat hubungan yang jelas antara pendapat dan bukti yang ada.
Misalnya, dalam membahas pengaruh pembelajaran digital, penjelasan logis dapat mendapatkan urutan sebagai berikut:
- Perkembangan teknologi digital
- Dilanjutkan dengan manfaatnya bagi akses pendidikan
- Lalu kuatkan dengan memberikan bukti peningkatan efektivitas belajar
- Lalu sertakan juga tantangan yang akan muncul beserta solusinya
- Dan akhirnya, tutup dengan kesimpulan.
Cara-cara untuk membangun alur argumen yang kuat adalah sebagai berikut:
- Mengurutkan ide dari yang paling dasar menuju ke yang lebih kompleks atau sebaliknya.
- Memastikan setiap paragraf memiliki ide pokok yang jelas dan mendukung tesis.
- Menggunakan bukti dan penjelasan untuk membenarkan setiap klaim yang terajukan.
- Menghindari lompatan logika agar pembaca tidak kebingungan.
- Memasukkan kontra-argumen untuk menunjukkan objektivitas dan kedalaman analisis.

5. Gunakan Bahasa Persuasif namun Sopan
Saat menulis esai argumentatif, perlu diketahui bahwa bahasa yang persuasif, sopan, dan tidak terkesan memaksakan, akan lebih mudah diterima pembaca apabila dibandingkan dengan pemilihan kata yang bersifat menyinggung dan memaksakan pendapat pribadi.
Alih-alih menulis “Hanya orang yang tidak peduli masa depan yang menolak energi terbarukan,”
Gunakan kalimat yang lebih sopan seperti: “Melihat berbagai dampak negatif energi fosil, masuk akal jika kita mulai mempertimbangkan energi terbarukan sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan.”

Contoh penulisannya bisa seperti: “Meskipun sebagian pihak merasa kebijakan pembatasan kendaraan pribadi terlalu membatasi ruang gerak, perlu dipahami bahwa langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan aman bagi seluruh warga.”
6. Perkuat dengan Penutup yang Kuat
Setelah selesai dengan isi esai argumentatif, bagian selanjutnya yang harus penulis selesaikan adalah penutup. Selain merangkum keseluruhan isi teks, penutup juga memberi kesan terakhir yang membekas kepada pembaca.
Bagian akhir ini biasanya penulisannya hanya secara singkat, padat dan tegas, untuk memperkuat pesan utama dari keseluruhan esainya. Di bagian ini, penulis juga bisa menambahkan saran dan rekomendasi mengenai topik esainya.

Berikut beberapa cara menyusun penutup yang efektif dan berkesan.
- Menyimpulkan poin utama tanpa mengulang seluruh isi esai.
- Menegaskan kembali tesis dengan penyampaian yang lebih kuat.
- Memberikan rekomendasi yang relevan dengan konteks pembahasan.
- Menawarkan ajakan berpikir atau pertanyaan reflektif agar pembaca merenungkan isu.
- Menghindari pengenalan argumen baru di bagian penutup.
Sebagai contoh:
“Dengan melihat besarnya pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari-hari, literasi digital bukan hanya menjadi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan utama. Masyarakat yang melek digital akan mampu beradaptasi lebih cepat, mengambil keputusan dengan lebih cermat, dan terhindar dari misinformasi. Karena itu, peningkatan literasi digital harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat.”
Penutup
Menulis esai argumentatif yang meyakinkan membutuhkan lebih dari sekadar opini. Tulisan ini memerlukan riset, struktur yang logis dan bahasa yang efektif tanpa melupakan mengenai etika saat menulis.
Setelah mengetahui tips dan menerapkan tips di atas, penulis bisa menghasilkan esai argumentatif yang menarik sekaligus persuasif untuk para pembaca.













