{"id":5131,"date":"2025-07-31T09:49:44","date_gmt":"2025-07-31T02:49:44","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/?p=5131"},"modified":"2025-07-31T09:49:44","modified_gmt":"2025-07-31T02:49:44","slug":"5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/","title":{"rendered":"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial"},"content":{"rendered":"<h1>Pendahuluan<\/h1>\n<p>Berapa lama waktu yang kamu habiskan hari ini untuk <em>scrolling <\/em><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/ardenwilliamtan1085\/6739bb33ed641565ff5716f2\/generasi-muda-dan-krisis-literasi-kenapa-kita-lebih-suka-scroll-daripada-membaca\">media sosial<\/a>? Lima menit? Lima belas menit?<\/p>\n<p>Atau jangan-jangan sudah lebih dari satu jam tanpa terasa? <a href=\"https:\/\/radarbromo.jawapos.com\/opini\/1006350479\/scroll-video-pendek-bikin-malas-membaca?page=2\">Fenomena<\/a> ini sudah sangat umum.<\/p>\n<p>Bayangkan ini: kamu baru bangun tidur, tangan otomatis <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/hasnaafifah2090\/67766a2634777c26706b80e3\/scroll-lebih-bijak-hidup-lebih-bahagia-literasi-digital-mahasiswa\">meraih ponsel<\/a>.<\/p>\n<p>Dalam hitungan detik, jempolmu mulai <a href=\"https:\/\/www.mediapakem.com\/scroll-atau-baca-media-sosial-dan-perjuangan-remaja-menjaga-minat-literasi\/\">menjelajahi <em>timeline<\/em><\/a>.<\/p>\n<p>Video lucu, <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/mustikasari517\/literasi-gen-z-scroll-terus-baca-jarang-25O6FfSqKeN\">cuplikan berita<\/a>, konten hiburan, semua hadir silih berganti.<\/p>\n<p>Lalu kamu sadar, <a href=\"https:\/\/medium.com\/dunia-kampus\/literasi-sekarang-kebanyakan-scroll-tapi-kurang-baca-dc978e041074\">45 menit<\/a> sudah berlalu dan kamu bahkan belum mandi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/kenali-8-trik-membuat-judul-buku-yang-menarik\/\">Fenomena<\/a> ini bukan hal asing.<\/p>\n<p>Ini adalah rutinitas baru yang dijalani jutaan orang setiap hari, khususnya <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/6-cara-mengubah-mindset-anak-muda-tentang-buku\/\">generasi muda<\/a>.<\/p>\n<p><em>Scrolling<\/em> kini menjadi kegiatan utama yang menggantikan banyak <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/10-cara-menghindari-doomscrolling-dan-zombie-scrolling\/\">aktivitas lain<\/a>, termasuk membaca.<\/p>\n<p>Membaca buku, yang dulu menjadi <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-alasan-mengapa-generasi-muda-mulai-meninggalkan-buku\/\">simbol cerdas<\/a> dan berwawasan, kini dianggap kuno dan melelahkan.<\/p>\n<p>Buku tak lagi menjadi <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/hati-hati-tulisan-bagus-bisa-gagal-karena-1-hal-ini\/\">pilihan utama<\/a> untuk mencari informasi, apalagi hiburan.<\/p>\n<p>Anak muda lebih memilih video berdurasi 30 detik ketimbang bab <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/6-faktor-utama-yang-mempengaruhi-minat-membaca\/\">pembuka novel<\/a>.<\/p>\n<p>Mereka lebih tertarik pada <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/6-langkah-praktis-meningkatkan-literasi-digital\/\">thread Twitter<\/a> daripada esai panjang.<\/p>\n<p>Bahkan, membaca <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-tanda-literasi-digital-rendah-cek-kebiasaanmu\/\">satu halaman<\/a> utuh terasa lebih sulit daripada menamatkan sepuluh video TikTok.<\/p>\n<p>Namun, di balik semua itu, muncul pertanyaan penting: apakah ini perkembangan yang wajar, atau justru sinyal bahaya bagi <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/3-alasan-menulis-bukan-cuma-buat-penulis\/\">budaya literasi<\/a> kita?<\/p>\n<p>Apakah ini bentuk adaptasi, atau tanda bahwa kemampuan <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/mengapa-indonesia-butuh-lebih-banyak-penulis-lokal\/\">berpikir kritis<\/a> kita sedang melemah?<\/p>\n<p><em>Scroll<\/em> memang menyenangkan. Tapi membaca adalah <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/saatnya-kembali-menulis-dan-memilah-informasi\/\">fondasi berpikir<\/a>.<\/p>\n<p>Dan jika kita terus menjauh dari buku, lalu ke mana <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/minat-membaca-di-ujung-tanduk\/\">arah literasi<\/a> generasi ini?<\/p>\n<p>Artikel ini mengajak kamu untuk sejenak <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/panduan-menulis-kalimat-yang-efektif-dan-mudah-dipahami\/\">berhenti <em>scrolling<\/em><\/a> dan mulai mengintrospeksi literasi apa yang hilang, kenapa penting, dan bagaimana cara mengembalikannya.<\/p>\n<h2>Budaya Scroll dan Konten Instan: Nyaman Tapi Dangkal<\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5133\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4275155-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4275155-300x200.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4275155-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4275155-768x512.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4275155-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4275155-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Kita hidup di era di mana informasi datang tanpa diminta.<\/p>\n<p>Algoritma tahu apa yang ingin kita lihat bahkan sebelum kita sempat mencarinya.<\/p>\n<p>Sekali klik, muncul video lucu. Geser sedikit, ada berita heboh. Lanjut lagi, muncul tips sukses 30 detik ala selebgram.<\/p>\n<p>Semua terasa menyenangkan, cepat, dan yang paling penting tanpa usaha besar.<\/p>\n<p>Tak heran jika budaya <em>scroll<\/em> jauh lebih disukai ketimbang membaca buku.<\/p>\n<p>Tapi di balik kenyamanan itu, ada risiko besar yang mengintai.<\/p>\n<p>Konten instan seringkali hanya menyentuh permukaan.<\/p>\n<p>Kita tahu sedikit tentang banyak hal, tapi jarang paham secara mendalam.<\/p>\n<p>Otak kita terbiasa menerima potongan informasi tanpa konteks.<\/p>\n<p>Akibatnya, kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, dan menganalisis mulai melemah.<\/p>\n<p>Membaca buku melatih kita untuk duduk tenang, merenung, dan terlibat secara aktif.<\/p>\n<p>Itu sebabnya, ketika budaya membaca tergantikan oleh budaya <em>scroll,<\/em> literasi pun ikut melemah.<\/p>\n<p>Bukan sekadar kemampuan membaca huruf, tetapi juga memahami isi, menilai kebenaran, dan berpikir dengan logis.<\/p>\n<h2>Mengapa Membaca Kalah Saing?<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5134\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4286119-300x150.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4286119-300x150.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4286119-1024x512.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4286119-768x384.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4286119-1536x768.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/4286119-2048x1024.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Banyak yang menyalahkan teknologi, tapi sebenarnya bukan teknologinya yang salah.<\/p>\n<p>Masalahnya terletak pada bagaimana kita memanfaatkan teknologi.<\/p>\n<p>Buku fisik kalah cepat dari video. Membaca kalah atraktif dari konten visual.<\/p>\n<p>Tapi bukan berarti membaca tidak bisa menarik, kita hanya belum menjadikannya bagian dari gaya hidup digital.<\/p>\n<p>Beberapa penyebab membaca kalah saing antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Kurangnya kebiasaan membaca sejak kecil<\/li>\n<li>Pengalaman membaca yang tidak menyenangkan di sekolah<\/li>\n<li>Kurangnya contoh dari orang tua atau lingkungan terdekat<\/li>\n<li>Akses buku yang terbatas, terutama di luar kota besar<\/li>\n<li>Promosi literasi yang kalah gaung dari hiburan digital<\/li>\n<\/ul>\n<p>Buku dianggap membosankan karena kita tidak pernah benar-benar diajak menikmati proses membaca.<\/p>\n<p>Padahal, membaca bisa sangat menyenangkan asal dimulai dengan cara yang tepat.<\/p>\n<h2><em>Scrolling<\/em> Itu Menyenangkan, Tapi Membaca Itu Menguatkan<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5135\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/15717-300x245.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"245\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/15717-300x245.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/15717-1024x838.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/15717-768x628.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/15717-1536x1257.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/15717-2048x1676.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Mari jujur: <em>scroll<\/em> memang menyenangkan.<\/p>\n<p>Tapi apakah menyenangkan selalu berarti berguna? Kita butuh hiburan, itu jelas.<\/p>\n<p>Tapi kita juga perlu keterampilan hidup yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan konten singkat.<\/p>\n<p>Membaca buku bukan soal seberapa banyak halaman yang kamu selesaikan.<\/p>\n<p>Tapi seberapa dalam kamu memahami. Seberapa kuat kamu belajar menyusun argumen.<\/p>\n<p>Seberapa tajam kamu melihat masalah dari berbagai sisi.<\/p>\n<p>Dan yang tak kalah penting: membaca memperkuat empati.<\/p>\n<p>Saat kamu membaca novel, kamu masuk ke kepala orang lain, merasakan dunia dari sudut pandang berbeda.<\/p>\n<p>Itu hal yang sangat langka di tengah budaya online yang serba ego dan serba cepat.<\/p>\n<p>Maka, membaca bukan sekadar aktivitas akademik.<\/p>\n<p>Ia adalah latihan mental. <em>Scrolling<\/em> menghiburmu. Membaca membentukmu.<\/p>\n<h2>Saatnya Introspeksi Literasi<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5136\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/A_girl_is_reading_a_book_Library_of_books_on_a_smartphone_Listening_to_audiobooks_through_the_app_Vector_illustration_in_cartoon_style_on_a_dark_background_-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/A_girl_is_reading_a_book_Library_of_books_on_a_smartphone_Listening_to_audiobooks_through_the_app_Vector_illustration_in_cartoon_style_on_a_dark_background_-300x300.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/A_girl_is_reading_a_book_Library_of_books_on_a_smartphone_Listening_to_audiobooks_through_the_app_Vector_illustration_in_cartoon_style_on_a_dark_background_-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/A_girl_is_reading_a_book_Library_of_books_on_a_smartphone_Listening_to_audiobooks_through_the_app_Vector_illustration_in_cartoon_style_on_a_dark_background_-150x150.jpg 150w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/A_girl_is_reading_a_book_Library_of_books_on_a_smartphone_Listening_to_audiobooks_through_the_app_Vector_illustration_in_cartoon_style_on_a_dark_background_-768x768.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/A_girl_is_reading_a_book_Library_of_books_on_a_smartphone_Listening_to_audiobooks_through_the_app_Vector_illustration_in_cartoon_style_on_a_dark_background_-1536x1536.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/A_girl_is_reading_a_book_Library_of_books_on_a_smartphone_Listening_to_audiobooks_through_the_app_Vector_illustration_in_cartoon_style_on_a_dark_background_-2048x2048.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Kita tak sedang menentang kemajuan. Dunia digital membawa banyak manfaat.<\/p>\n<p>Tapi jika kita tidak sadar dan tidak selektif, kita akan kehilangan kemampuan paling dasar: berpikir mendalam.<\/p>\n<p>Introspeksi literasi bukan soal menghentikan scroll, tapi soal menyeimbangkan.<\/p>\n<p>Kita bisa menikmati hiburan digital, tapi juga tetap memberi ruang bagi buku untuk hadir dalam hidup kita.<\/p>\n<p>Pertanyaannya sekarang: apa yang bisa kita lakukan agar literasi kembali hidup, terutama di kalangan anak muda?<\/p>\n<h2>5 Langkah Awal Membangun Kembali Literasi di Era Digital<\/h2>\n<h3>1. Mulai dari Bacaan Ringan dan Sesuai Minat<\/h3>\n<p>Tak perlu langsung membaca buku filsafat atau klasik tebal.<\/p>\n<p>Mulailah dari yang ringan dan dekat dengan minatmu seperti novel remaja, komik edukatif, atau biografi tokoh inspiratif.<\/p>\n<h3>2. Jadwalkan Waktu Baca, Walau Sedikit<\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5137\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/HuaMay_01-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/HuaMay_01-300x200.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/HuaMay_01-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/HuaMay_01-768x512.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/HuaMay_01-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/HuaMay_01-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Lima belas menit sebelum tidur lebih baik daripada tidak sama sekali. Disiplin kecil ini akan membentuk kebiasaan besar.<\/p>\n<h3>3. Gabung Komunitas Baca atau Buat Sendiri<\/h3>\n<p>Diskusi bareng bikin membaca jadi lebih seru. Bisa lewat grup WhatsApp, Discord, atau Instagram Live bareng teman.<\/p>\n<h3>4. Gunakan Format yang Nyaman: E-book atau Audiobook<\/h3>\n<p>Kalau kamu lebih suka dengar, cobalah audiobook. Kalau suka baca di HP, e-book banyak tersedia gratis.<\/p>\n<h3>5. Kurangi Scroll, Tambah Fokus<\/h3>\n<p>Buat aturan pribadi: misalnya 30 menit tanpa ponsel di pagi hari untuk membaca. Rasakan bedanya dalam dua minggu.<\/p>\n<h2>Peran Sekolah, Keluarga, dan Media Sosial<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5138\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bloggers-and-influencers-writing-articles-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bloggers-and-influencers-writing-articles-300x200.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bloggers-and-influencers-writing-articles-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bloggers-and-influencers-writing-articles-768x512.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bloggers-and-influencers-writing-articles-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Bloggers-and-influencers-writing-articles-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Perubahan tidak bisa dibebankan pada individu saja.<\/p>\n<p>Sekolah perlu memberi ruang lebih luas untuk membaca di luar tugas akademik.<\/p>\n<p>Perpustakaan harus lebih hidup dan bersahabat. Keluarga juga bisa jadi contoh: orang tua yang gemar membaca akan lebih mudah menulari kebiasaan itu.<\/p>\n<p>Media sosial juga bisa dimanfaatkan. Banyak akun literasi yang kreatif, membahas buku dengan gaya ringan.<\/p>\n<p>Influencer bisa ikut kampanye membaca, membuat ulasan buku yang relate dengan generasi muda.<\/p>\n<p>Semakin sering buku muncul di timeline, semakin besar peluang minat baca tumbuh kembali.<\/p>\n<h2>Kembali ke Buku, Bukan Mundur ke Belakang<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5139\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/yuedu1-300x188.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"188\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/yuedu1-300x188.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/yuedu1-1024x640.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/yuedu1-768x480.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/yuedu1-1536x960.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/yuedu1-2048x1280.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Kita hidup di tengah arus informasi tercepat sepanjang sejarah manusia.<\/p>\n<p>Setiap hari, jutaan konten berlalu di hadapan mata kita.<\/p>\n<p>Tapi dari semua itu, berapa banyak yang benar-benar kita pahami? Berapa yang memberi dampak nyata?<\/p>\n<p><em>Scrolling<\/em> membuat kita merasa terhibur, tapi tidak selalu membuat kita lebih cerdas.<\/p>\n<p>Ia menyenangkan, tapi sering menguras waktu tanpa disadari.<\/p>\n<p>Di sisi lain, membaca\u2014meski butuh usaha dan ketenangan\u2014memberi kita kesempatan untuk memahami lebih dalam, berpikir lebih jernih, dan melihat dunia dari banyak sudut pandang.<\/p>\n<p>Maka, bukan berarti kita harus berhenti <em>scrolling<\/em>. Tidak.<\/p>\n<p>Kita hanya perlu menyadari batas, menyeimbangkan antara konsumsi cepat dan refleksi mendalam.<\/p>\n<p>Kita tetap bisa menikmati video lucu atau thread inspiratif, asal tidak melupakan buku sebagai sumber pengetahuan yang tak tergantikan.<\/p>\n<p>Literasi bukan hanya soal bisa membaca, tetapi soal mau membaca dan mampu memahami.<\/p>\n<p>Saat kita mengabaikan buku, kita sebenarnya sedang mengabaikan potensi terbaik dalam diri kita.<\/p>\n<p>Jadi, mari mulai dari diri sendiri. Sisihkan waktu, temukan buku yang kamu suka, baca perlahan.<\/p>\n<p>Bukan karena kewajiban, tapi karena kamu tahu\u2014masa depan yang cerdas dimulai dari halaman yang dibaca hari ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Berapa lama waktu yang kamu habiskan hari ini untuk scrolling media sosial? Lima menit? Lima belas menit? Atau jangan-jangan sudah lebih dari satu jam tanpa terasa? Fenomena ini sudah sangat umum. Bayangkan ini: kamu baru bangun tidur, tangan otomatis meraih ponsel. Dalam hitungan detik, jempolmu mulai menjelajahi timeline. Video lucu, cuplikan berita, konten hiburan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":152,"featured_media":5132,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[352,53,141,78,316,350,351,353,354],"class_list":["post-5131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-tips","tag-instgram","tag-literasi","tag-media-sosial","tag-membaca","tag-minat-baca","tag-scrolling","tag-sosmed","tag-thread","tag-x"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v21.5 (Yoast SEO v27.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Scroll media sosial memang menyenangkan, tapi benarkah lebih bermanfaat dari membaca buku? Artikel ini mengajak introspeksi literasi generasi digital dan cara menyeimbangkan scroll dengan membaca yang bermakna.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Scroll media sosial memang menyenangkan, tapi benarkah lebih bermanfaat dari membaca buku? Artikel ini mengajak introspeksi literasi generasi digital dan cara menyeimbangkan scroll dengan membaca yang bermakna.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nasmedia.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-31T02:49:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1829\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ayu Indah Lestari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ayu Indah Lestari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ayu Indah Lestari\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bb91d074fe8252d4ac7eba0b6a6e5d1b\"},\"headline\":\"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial\",\"datePublished\":\"2025-07-31T02:49:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/\"},\"wordCount\":1109,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"instgram\",\"literasi\",\"media sosial\",\"membaca\",\"minat baca\",\"scrolling\",\"sosmed\",\"thread\",\"x\"],\"articleSection\":[\"Artikel &amp; Tips\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/\",\"name\":\"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-31T02:49:44+00:00\",\"description\":\"Scroll media sosial memang menyenangkan, tapi benarkah lebih bermanfaat dari membaca buku? Artikel ini mengajak introspeksi literasi generasi digital dan cara menyeimbangkan scroll dengan membaca yang bermakna.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1829,\"caption\":\"FOMO, or the fear of missing out, is a phenomenon that many people experience on a daily basis, it's recently been discovered that JOMO, or the joy of missing out, is becoming far more commonplace.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\",\"description\":\"Satu Karya untuk Indonesia Berliterasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/LOGO-BLOG-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/LOGO-BLOG-1.png\",\"width\":567,\"height\":83,\"caption\":\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nasmedia.id\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@nasmediaentertainment8519\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bb91d074fe8252d4ac7eba0b6a6e5d1b\",\"name\":\"Ayu Indah Lestari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/baa116c44171821008eb7d2fee277512ad4a717876458427936a4b80b67e01e9?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/baa116c44171821008eb7d2fee277512ad4a717876458427936a4b80b67e01e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/baa116c44171821008eb7d2fee277512ad4a717876458427936a4b80b67e01e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ayu Indah Lestari\"},\"description\":\"Penulis buku Meramu Rindu, Lintas Waktu, Dialektika Ruang Maya dan Sepasang (R)asa. Aktif dalam dunia literasi dan pendidikan sejak tahun 2012 serta saat ini bekerja sebagai asisten editor di Penerbit Nasmedia.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/author\\\/ayu-indah-lestari\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","description":"Scroll media sosial memang menyenangkan, tapi benarkah lebih bermanfaat dari membaca buku? Artikel ini mengajak introspeksi literasi generasi digital dan cara menyeimbangkan scroll dengan membaca yang bermakna.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial","og_description":"Scroll media sosial memang menyenangkan, tapi benarkah lebih bermanfaat dari membaca buku? Artikel ini mengajak introspeksi literasi generasi digital dan cara menyeimbangkan scroll dengan membaca yang bermakna.","og_url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/","og_site_name":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nasmedia.id","article_published_time":"2025-07-31T02:49:44+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1829,"url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ayu Indah Lestari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ayu Indah Lestari","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/"},"author":{"name":"Ayu Indah Lestari","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/person\/bb91d074fe8252d4ac7eba0b6a6e5d1b"},"headline":"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial","datePublished":"2025-07-31T02:49:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/"},"wordCount":1109,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg","keywords":["instgram","literasi","media sosial","membaca","minat baca","scrolling","sosmed","thread","x"],"articleSection":["Artikel &amp; Tips"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/","name":"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg","datePublished":"2025-07-31T02:49:44+00:00","description":"Scroll media sosial memang menyenangkan, tapi benarkah lebih bermanfaat dari membaca buku? Artikel ini mengajak introspeksi literasi generasi digital dan cara menyeimbangkan scroll dengan membaca yang bermakna.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/fomo_vs_jomo_5-scaled.jpg","width":2560,"height":1829,"caption":"FOMO, or the fear of missing out, is a phenomenon that many people experience on a daily basis, it's recently been discovered that JOMO, or the joy of missing out, is becoming far more commonplace."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/5-langkah-agar-membaca-lebih-asyik-daripada-scroll-media-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Langkah Agar Membaca Lebih Asyik daripada Scroll Media Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/","name":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","description":"Satu Karya untuk Indonesia Berliterasi","publisher":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#organization","name":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/LOGO-BLOG-1.png","contentUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/LOGO-BLOG-1.png","width":567,"height":83,"caption":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel"},"image":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nasmedia.id","https:\/\/www.youtube.com\/@nasmediaentertainment8519"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/person\/bb91d074fe8252d4ac7eba0b6a6e5d1b","name":"Ayu Indah Lestari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/baa116c44171821008eb7d2fee277512ad4a717876458427936a4b80b67e01e9?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/baa116c44171821008eb7d2fee277512ad4a717876458427936a4b80b67e01e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/baa116c44171821008eb7d2fee277512ad4a717876458427936a4b80b67e01e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ayu Indah Lestari"},"description":"Penulis buku Meramu Rindu, Lintas Waktu, Dialektika Ruang Maya dan Sepasang (R)asa. Aktif dalam dunia literasi dan pendidikan sejak tahun 2012 serta saat ini bekerja sebagai asisten editor di Penerbit Nasmedia.","sameAs":["https:\/\/nasmedia.id\/blog\/"],"url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/author\/ayu-indah-lestari\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5131"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5141,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5131\/revisions\/5141"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}