{"id":5143,"date":"2025-07-31T10:36:41","date_gmt":"2025-07-31T03:36:41","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/?p=5143"},"modified":"2025-07-31T10:36:41","modified_gmt":"2025-07-31T03:36:41","slug":"7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/","title":{"rendered":"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pendahuluan<\/strong><\/h1>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-5145 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hands-waving-flags-indonesia-1-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1768\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hands-waving-flags-indonesia-1-scaled.jpg 2560w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hands-waving-flags-indonesia-1-300x207.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hands-waving-flags-indonesia-1-1024x707.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hands-waving-flags-indonesia-1-768x530.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hands-waving-flags-indonesia-1-1536x1061.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hands-waving-flags-indonesia-1-2048x1414.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Setiap tanggal <a href=\"https:\/\/sarolangunkab.go.id\/artikel\/baca\/sejarah-singkat-hari-kemerdekaan-indonesia-17-agustus-1945\">17 Agustus<\/a>, gaung proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia kembali membahana, membangkitkan semangat nasionalisme dan refleksi akan perjalanan panjang bangsa ini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari sekadar upacara bendera dan perlombaan, peringatan Hari Kemerdekaan adalah momen untuk menyelami kembali makna kebebasan, perjuangan, dan identitas keindonesiaan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/ketahui-manfaat-membaca-buku\/\">melalui buku.<\/a><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Buku-buku, baik <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/panduan-memilih-dan-menguasai-genre-tulisan\/\">fiksi maupun non-fiksi<\/a>, menawarkan jendela ke masa lalu, memungkinkan kita merasakan denyut nadi perjuangan para pahlawan, memahami dinamika sosial dan politik yang membentuk bangsa ini, serta merenungkan cita-cita kemerdekaan yang terus relevan hingga kini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dari kisah-kisah heroik hingga potret kehidupan sehari-hari di tengah gejolak revolusi, literatur menjadi jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan warisan tak ternilai.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam rangka menyambut peringatan 17 Agustus, mari kita jelajahi beberapa rekomendasi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kebangsaan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Buku-buku bertema sejarah, baik yang fiksi maupun nonfiksi, menawarkan perspektif yang kaya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Para penulis tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga menghadirkan emosi, konflik, dan kisah-kisah personal yang melekat kuat di benak pembaca.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, berikut <a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/\">Nasmedia<\/a> rangkum beberapa judul bacaan yang dapat menjadi teman reflektif dalam menyambut kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<h1><strong>1. Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori<\/strong><\/h1>\n<figure id=\"attachment_5146\" aria-describedby=\"caption-attachment-5146\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5146 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Sinopsis-Novel-Sejarah-Laut-Bercerita-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1920\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Sinopsis-Novel-Sejarah-Laut-Bercerita-scaled.jpg 2560w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Sinopsis-Novel-Sejarah-Laut-Bercerita-300x225.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Sinopsis-Novel-Sejarah-Laut-Bercerita-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Sinopsis-Novel-Sejarah-Laut-Bercerita-768x576.jpg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Sinopsis-Novel-Sejarah-Laut-Bercerita-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Sinopsis-Novel-Sejarah-Laut-Bercerita-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5146\" class=\"wp-caption-text\">sumber: laksmimutiara.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/resensi-novel-laut-bercerita-karya-leila-s-chudori\/?srsltid=AfmBOoomxC001lyvC-39hgXGDQJHEO8YxH_BN5C7OTFTjF_IwdXN7s6T\">Laut Bercerita\u00a0<\/a>adalah novel fiksi historis yang menggugah emosi, membawa pembaca pada masa-masa kelam Orde Baru, khususnya periode penculikan aktivis pada tahun 1998.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Melalui sudut pandang Biru Laut, seorang mahasiswa aktivis yang menjadi korban penghilangan paksa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini tidak hanya menyajikan kisah perjuangan dan <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/menjaga-idealisme-anak-muda\">idealisme kaum muda<\/a> dalam menuntut keadilan dan demokrasi, tetapi juga menyoroti duka dan ketidakpastian yang dialami keluarga korban.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.telkomsel.com\/jelajah\/jelajah-lifestyle\/mengenal-leila-s-chudori-biodata-dan-buku-bukunya\">Leila S. Chudori<\/a> dengan lihai merajut fakta sejarah dengan narasi personal yang mendalam.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pembaca akan dibawa menyelami kekejaman aparat, solidaritas antarmahasiswa, hingga kepedihan yang tak berkesudahan bagi mereka yang kehilangan sanak saudara tanpa kejelasan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini adalah pengingat penting akan harga yang harus dibayar untuk sebuah perubahan, serta desakan untuk tidak melupakan sejarah kelam agar tidak terulang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Laut Bercerita\u00a0bukan sekadar fiksi, melainkan sebuah monumen literatur yang merawat ingatan kolektif bangsa akan perjuangan reformasi dan pentingnya penegakan hak asasi manusia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Membaca buku ini menjelang 17 Agustus adalah cara untuk mengenang pahlawan reformasi yang berjuang demi kebebasan berpendapat dan demokrasi yang kita nikmati hari ini.<\/p>\n<h1><strong>2. Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer<\/strong><\/h1>\n<figure id=\"attachment_5151\" aria-describedby=\"caption-attachment-5151\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5151 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1076178540.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"465\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1076178540.jpg 700w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1076178540-300x199.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5151\" class=\"wp-caption-text\">sumber: grid.id<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagai volume pertama dari tetralogi Buru yang monumental,\u00a0Bumi Manusia <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pramoedya-ananta-toer\">Pramoedya Ananta Toer<\/a> tak hanya sekadar menyuguhkan kisah fiksi, melainkan sebuah\u00a0cerminan tajam masyarakat <a href=\"https:\/\/lib.litbang.kemendagri.go.id\/index.php?p=show_detail&amp;id=1367&amp;keywords=\">Hindia Belanda<\/a> di awal abad ke-20.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kita diajak menyelami pergulatan\u00a0Minke, seorang siswa pribumi cerdas di HBS yang, meskipun mendapatkan privilese sebagai satu-satunya orang Indonesia di sekolah elit Belanda.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ia dengan cepat menyadari\u00a0ketidakadilan sosial dan rasialis\u00a0yang merajalela di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah potret yang menyentuh tentang bagaimana kesadaran akan hak dan martabat bisa tumbuh bahkan di tengah sistem yang menindas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini juga merajut\u00a0jalinan cinta Minke dan Annelies, putri Nyai Ontosoroh.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kisah romansa ini bukan hanya pelengkap, melainkan katalis yang menyeret Minke ke dalam\u00a0petualangan menggugah\u00a0yang membongkar\u00a0kompleksitas hubungan sosial dan kelas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Interaksinya dengan sosok-sosok seperti Nyai Ontosoroh yang kuat dan mandiri, serta pelukis Prancis\u00a0Jean Marais, membuka matanya terhadap berbagai sisi ketidakadilan kolonial.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Puncak dramanya adalah perjuangan Minke dan Nyai Ontosoroh melawan\u00a0hukum kolonial yang menindas\u00a0setelah kematian Herman Mellema.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Membaca\u00a0<a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/resensi-novel-bumi-manusia\/?srsltid=AfmBOorHGqsbOXYH5niUjeeCLk7Z-vzKB0afp1buZJZ4TihP1LQT3acY\">Bumi Manusia\u00a0<\/a>adalah menyelami epik pencarian identitas, keadilan, dan kemanusiaan yang sangat relevan untuk merenungkan semangat proklamasi 17 Agustus.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><strong>3. Cantik Itu Luka oleh Eka Kurniawan<\/strong><\/h1>\n<figure id=\"attachment_5157\" aria-describedby=\"caption-attachment-5157\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5157 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/6201fadf2c678.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/6201fadf2c678.jpg 750w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/6201fadf2c678-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5157\" class=\"wp-caption-text\">sumber: buku.kompas.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/indonesiakaya.com\/pustaka-indonesia\/cantik-itu-luka-buku-karya-eka-kurniawan\/\">Cantik Itu Luka\u00a0<\/a>adalah sebuah novel fiksi yang memukau dan unik, memadukan realisme magis, sejarah, dan mitologi dengan cara yang tak terduga.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Meskipun bukan buku sejarah dalam artian tradisional, <a href=\"https:\/\/festival.borobudurwriters.id\/bio\/eka-kurniawan\/\">Eka Kurniawan<\/a> dengan brilian menyelipkan narasi sejarah Indonesia dari <a href=\"https:\/\/repository.dinus.ac.id\/docs\/ajar\/masa-kolonial.pdf\">masa kolonial<\/a>, pendudukan Jepang, revolusi kemerdekaan, hingga periode pascakemerdekaan melalui kisah Dewi Ayu dan keempat putrinya di Halimunda.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini menyoroti bagaimana sejarah, kekerasan, dan trauma kolektif membentuk nasib individu dan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Eka tidak gentar menyentuh isu-isu tabu, seperti kekerasan seksual, perang, dan korupsi, yang sering kali dikesampingkan dalam narasi besar sejarah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan gaya bahasa yang kaya dan imajinasi yang liar,\u00a0Cantik Itu Luka\u00a0memaksa pembaca untuk melihat sejarah dari sudut pandang yang berbeda, menyadari bahwa di balik narasi-narasi heroik, terdapat banyak luka dan kompleksitas manusiawi yang harus diakui.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Membaca novel ini menjelang 17 Agustus akan memberikan perspektif yang lebih dalam tentang bagaimana sejarah membentuk identitas bangsa, lengkap dengan ironi dan paradoksnya.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><strong>4. Madilog oleh Tan Malaka<\/strong><\/h1>\n<figure id=\"attachment_5158\" aria-describedby=\"caption-attachment-5158\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5158 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/24537bd963fc5155b2a8e5b3c0d9aeca.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/24537bd963fc5155b2a8e5b3c0d9aeca.jpg 1280w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/24537bd963fc5155b2a8e5b3c0d9aeca-300x169.jpg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/24537bd963fc5155b2a8e5b3c0d9aeca-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/24537bd963fc5155b2a8e5b3c0d9aeca-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5158\" class=\"wp-caption-text\">sumber: osc.medcom.id<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Madilog\">Madilog<\/a>, sebuah akronim dari\u00a0<a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5357886\/materialisme-adalah-paham-filsafat-berupa-kenyataan-sebenarnya-benda-dan-materi\">Materialisme<\/a>, <a href=\"https:\/\/mengeja.id\/2024\/03\/20\/definisi-dan-contoh-dialektika-yunani-kuno-dan-romawi-abad-pertengahan-hingga-zaman-modern\/\">Dialektika<\/a>, dan Logika, lebih dari sekadar buku; ia adalah\u00a0manifesto pemikiran revolusioner\u00a0dari Tan Malaka, salah satu intelektual paling cemerlang Indonesia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Karya non-fiksi filosofis ini tidak hanya memberikan dasar pemahaman, melainkan juga\u00a0panduan teoritis yang kuat\u00a0bagi kader dan pemimpin pergerakan revolusioner di Indonesia dalam perjuangan melawan penjajahan dan meraih kemerdekaan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/tan-malaka\">Tan Malaka<\/a> menuliskan\u00a0Madilog\u00a0dengan tujuan memperkenalkan\u00a0konsep materialisme dialektika\u00a0sebagai alat analisis vital untuk memahami inti perjuangan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ia mendorong pembaca untuk menggunakan kerangka berpikir ini dalam\u00a0menganalisis situasi sosial dan politik Indonesia, serta merumuskan\u00a0strategi perjuangan yang lebih efektif.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Namun, buku ini tak berhenti di kalangan elit pergerakan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Madilog\u00a0juga dirancang untuk\u00a0mengenalkan pemikiran ilmiah kepada pekerja dan rakyat jelata, membekali mereka dengan\u00a0kemampuan berpikir kritis\u00a0terhadap realitas sosial dan politik yang dihadapi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian,\u00a0Madilog\u00a0berfungsi sebagai\u00a0alat pendidikan politik yang memberdayakan masyarakat, menanamkan benih keberanian dan kemandirian intelektual.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Membaca\u00a0Madilog\u00a0menjelang 17 Agustus adalah undangan untuk merenungkan makna kemerdekaan sejati, yang tak hanya lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga dari belenggu pemikiran.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><strong>5. Gadis Kretek oleh Ratih Kumala<\/strong><\/h1>\n<figure id=\"attachment_5159\" aria-describedby=\"caption-attachment-5159\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5159 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/2119180567.jpg.webp\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/2119180567.jpg.webp 750w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/2119180567.jpg-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5159\" class=\"wp-caption-text\">sumber: suaramerdeka.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/tirto.id\/sinopsis-novel-gadis-kretek-karya-ratih-kumala-gHaG\">Gadis Kretek\u00a0<\/a>adalah novel fiksi yang dengan apik memadukan kisah cinta, drama keluarga, dan sejarah industri kretek di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Meskipun fokus utamanya bukan pada narasi kemerdekaan secara langsung, novel ini secara halus menyisipkan latar belakang sejarah yang kaya, mulai dari masa pendudukan Jepang, revolusi kemerdekaan, hingga era <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/edukasi\/20230411154233-569-936319\/sejarah-singkat-orde-baru-latar-belakang-dan-penyebab-jatuhnya\">Orde Baru<\/a>, melalui perkembangan <a href=\"https:\/\/kontrakhukum.com\/article\/gadis-kretek\/\">bisnis kretek.<\/a><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/ratih-kumala-penulis-yang-ngidak-bumi\">Ratih Kumala<\/a> berhasil menghidupkan kembali suasana Indonesia di berbagai era, menunjukkan bagaimana gejolak politik dan sosial memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat biasa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Melalui intrik perebutan kekuasaan dalam bisnis, persaingan, dan rahasia keluarga, pembaca diajak menelusuri jejak-jejak sejarah yang membentuk karakter dan nasib tokoh-tokohnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini juga merupakan ode untuk kearifan lokal dan warisan budaya Indonesia, khususnya dalam industri kretek yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/tirto.id\/sinopsis-novel-gadis-kretek-karya-ratih-kumala-gHaG\">Gadis Kretek\u00a0<\/a>adalah bacaan yang menghibur namun sarat makna, mengingatkan kita bahwa sejarah tidak hanya milik pahlawan di medan perang, tetapi juga milik rakyat biasa yang berjuang menghidupi mimpinya di tengah arus perubahan zaman.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Membaca buku ini menjelang 17 Agustus dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk melihat kembali sejarah dari perspektif yang berbeda.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><strong>6. Rasina oleh Iksaka Banu<\/strong><\/h1>\n<figure id=\"attachment_5160\" aria-describedby=\"caption-attachment-5160\" style=\"width: 1600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5160 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Novel-Rasina-oleh-Iksana-Banu.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Novel-Rasina-oleh-Iksana-Banu.jpeg 1600w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Novel-Rasina-oleh-Iksana-Banu-300x200.jpeg 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Novel-Rasina-oleh-Iksana-Banu-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Novel-Rasina-oleh-Iksana-Banu-768x512.jpeg 768w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Novel-Rasina-oleh-Iksana-Banu-1536x1023.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5160\" class=\"wp-caption-text\">sumber: identitasunhas.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/identitasunhas.com\/rasina-menjajaki-sejarah-hindia-belanda-melalui-fiksi\/\">Rasina\u00a0<\/a>adalah novel fiksi terbaru karya Iksaka Banu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam novel ini, Penulis mengajak pembaca menyusuri\u00a0realitas sosial zaman Hindia Belanda di Kota Batavia dan Kepulauan Banda.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini dengan tajam menggambarkan intrik penyeludupan\u00a0budak dan opium (getah buah yang memabukkan)\u00a0yang dilakukan oleh para pedagang Belanda.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Lebih jauh,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/review-novel-rasina-karya-iksaka-banu\/?srsltid=AfmBOop8Oji2_NYrpZRHNyjZOffThV-qVMUnH3Zf7FEQQ2QBHl85NLgd\">Rasina\u00a0<\/a>juga menyingkap\u00a0sejarah kelam Kepulauan Banda\u00a0yang akhirnya jatuh di bawah kendali\u00a0<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6229862\/sejarah-lahirnya-voc-latar-belakang-tujuan-dan-kebijakannya\">Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC),<\/a> atau perusahaan dagang Hindia Belanda Timur.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Melalui narasi yang kuat, <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/pop\/culture\/d-7744674\/penulis-iksaka-banu-segera-terbitkan-novel-terbaru-ini-bocorannya\">Iksaka Banu<\/a> menghidupkan kembali periode penting dalam sejarah kolonial Indonesia, di mana kekuasaan dan keuntungan sering kali dibangun di atas penderitaan manusia dan eksploitasi sumber daya alam.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini memberikan gambaran yang kaya tentang kehidupan di masa itu, dari kompleksitas interaksi antara penjajah dan pribumi, hingga perjuangan untuk bertahan hidup di tengah sistem yang menindas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Rasina\u00a0adalah bacaan yang esensial untuk memahami lebih dalam akar-akar kolonialisme di Indonesia, serta dampak jangka panjangnya terhadap masyarakat dan wilayah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Membaca buku ini menjelang 17 Agustus akan memperkaya perspektif kita tentang bagaimana kemerdekaan itu diraih, setelah berabad-abad menghadapi berbagai bentuk penjajahan dan penindasan.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><strong>7. Lingkar Tanah Lingkar Air oleh Ahmad Tohari<\/strong><\/h1>\n<figure id=\"attachment_5161\" aria-describedby=\"caption-attachment-5161\" style=\"width: 950px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5161 size-full\" src=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Desain-tanpa-judul-84.jpg.webp\" alt=\"\" width=\"950\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Desain-tanpa-judul-84.jpg.webp 950w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Desain-tanpa-judul-84.jpg-300x158.webp 300w, https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Desain-tanpa-judul-84.jpg-768x404.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 950px) 100vw, 950px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5161\" class=\"wp-caption-text\">sumber: milenialis.id<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/lib-fkip.unpak.ac.id\/index.php?p=show_detail&amp;id=16580&amp;keywords=\">Lingkar Tanah Lingkar Air\u00a0<\/a>adalah sebuah karya <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ahmad_Tohari\">Ahmad Tohari<\/a> yang menangkap kekejaman pergolakan pasca-kemerdekaan, khususnya antara tahun 1946-1950.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini secara mendalam mengisahkan bagaimana perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI menyeret banyak pemuda kampung, termasuk\u00a0Amid\u00a0dan kawan-kawannya dari Hizbullah, ke dalam kancah perjuangan bersenjata.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka, bertempur demi Republik adalah\u00a0kewajiban iman, dan Amid sendiri bertekad untuk menjadi tentara resmi setelah damai.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Namun, nasib berkata lain.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Amid justru terdampar menjadi\u00a0anggota laskar DI\/TII, kelompok yang ironisnya menentang Pemerintah RI.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Melalui perjuangan batin Amid, kita melihat\u00a0kebimbangan seorang patriot sejati\u00a0yang harus memerangi sesama warga seagama.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Novel ini juga menunjukkan sisi manusiawi Amid saat ia tak bersedih atas penangkapan Khalifah DI\/TII Kartosuwirjo.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Puncaknya, tiga tahun kemudian, Amid dan kawan-kawannya malah diminta Tentara RI untuk\u00a0menumpas pasukan komunis, kembali mengangkat senjata dengan\u00a0semangat jihad untuk Republik, impian yang pernah amat didambakannya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Lingkar Tanah Lingkar Air\u00a0adalah refleksi kuat tentang loyalitas, keyakinan, dan harga yang harus dibayar di tengah badai ideologi yang mengoyak bangsa.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><strong>Penutup<\/strong><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/ketahui-manfaat-membaca-buku\/\">Membaca<\/a> adalah tindakan revolusioner.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks peringatan kemerdekaan, membaca buku-buku sejarah dan fiksi historis bukan hanya sekadar mengisi waktu, melainkan sebuah bentuk partisipasi aktif dalam merayakan dan memahami identitas bangsa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Setiap halaman yang kita baca adalah langkah untuk menyelami jejak-jejak perjuangan, merenungkan cita-cita para pendiri bangsa, dan menyadari betapa berharganya kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Rekomendasi buku di atas hanyalah sebagian kecil dari kekayaan literatur Indonesia yang dapat membantu kita menyambut 17 Agustus dengan semangat yang lebih mendalam.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dari kisah-kisah heroik perjuangan fisik hingga pergolakan ideologi dan potret kehidupan sehari-hari di tengah perubahan besar, buku-buku ini menawarkan beragam perspektif yang memperkaya pemahaman kita tentang Indonesia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mari jadikan peringatan 17 Agustus tahun ini sebagai momentum untuk kembali ke buku, meresapi narasi-narasi yang membentuk kita, dan mengobarkan kembali semangat nasionalisme yang tidak hanya berakar pada perayaan, tetapi juga pada pemahaman dan penghayatan akan sejarah bangsa yang kaya dan kompleks.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Selamat membaca dan merayakan kemerdekaan!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Setiap tanggal 17 Agustus, gaung proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia kembali membahana, membangkitkan semangat nasionalisme dan refleksi akan perjalanan panjang bangsa ini. Lebih dari sekadar upacara bendera dan perlombaan, peringatan Hari Kemerdekaan adalah momen untuk menyelami kembali makna kebebasan, perjuangan, dan identitas keindonesiaan. Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":151,"featured_media":5144,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[362,357,358,363,348,361,317,356,88,360,359],"class_list":["post-5143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-tips","tag-17-agustus","tag-buku","tag-buku-sejarah","tag-bumi-manusia","tag-cantik-itu-luka","tag-gadis-kretek","tag-indonesia","tag-kemerdekaan","tag-laut-bercerita","tag-lingkar-tanah-lingkar-air","tag-madilog"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v21.5 (Yoast SEO v27.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah melalui buku. Dalam rangka menyambut peringatan 17 Agustus, mari kita jelajahi beberapa rekomendasi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kebangsaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah melalui buku. Dalam rangka menyambut peringatan 17 Agustus, mari kita jelajahi beberapa rekomendasi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kebangsaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nasmedia.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-31T03:36:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1365\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nur Ainun Afiah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nur Ainun Afiah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nur Ainun Afiah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2f74ad9b17870105a0ec6023342b0e5\"},\"headline\":\"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan\",\"datePublished\":\"2025-07-31T03:36:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/\"},\"wordCount\":1627,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"17 Agustus\",\"buku\",\"buku sejarah\",\"Bumi Manusia\",\"Cantik Itu Luka\",\"Gadis Kretek\",\"indonesia\",\"kemerdekaan\",\"Laut Bercerita\",\"Lingkar Tanah Lingkar Air\",\"Madilog\"],\"articleSection\":[\"Artikel &amp; Tips\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/\",\"name\":\"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-31T03:36:41+00:00\",\"description\":\"Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah melalui buku. Dalam rangka menyambut peringatan 17 Agustus, mari kita jelajahi beberapa rekomendasi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kebangsaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1365},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\",\"description\":\"Satu Karya untuk Indonesia Berliterasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/LOGO-BLOG-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/LOGO-BLOG-1.png\",\"width\":567,\"height\":83,\"caption\":\"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nasmedia.id\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@nasmediaentertainment8519\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d2f74ad9b17870105a0ec6023342b0e5\",\"name\":\"Nur Ainun Afiah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9960fe1b3c2e9fc5335e8476f343aab50e376350f6952baf37fc5168a7ffc47f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9960fe1b3c2e9fc5335e8476f343aab50e376350f6952baf37fc5168a7ffc47f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9960fe1b3c2e9fc5335e8476f343aab50e376350f6952baf37fc5168a7ffc47f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nur Ainun Afiah\"},\"description\":\"Nur Ainun Afiah, lulusan sarjana Universitas Hasanuddin. Aktif dalam bidang kepenulisan sejak 2020. Pernah menjabat Redaktur Pelaksana PK identitas Unhas 2023, editor buku biografi Prof. Basri Hasanuddin, dan satu dari dua penulis buku Apa dan Siapa Kru identitas.\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nasmedia.id\\\/blog\\\/author\\\/nur-ainun-afiah\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","description":"Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah melalui buku. Dalam rangka menyambut peringatan 17 Agustus, mari kita jelajahi beberapa rekomendasi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kebangsaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan","og_description":"Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah melalui buku. Dalam rangka menyambut peringatan 17 Agustus, mari kita jelajahi beberapa rekomendasi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kebangsaan.","og_url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/","og_site_name":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nasmedia.id","article_published_time":"2025-07-31T03:36:41+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1365,"url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nur Ainun Afiah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nur Ainun Afiah","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/"},"author":{"name":"Nur Ainun Afiah","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/person\/d2f74ad9b17870105a0ec6023342b0e5"},"headline":"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan","datePublished":"2025-07-31T03:36:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/"},"wordCount":1627,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg","keywords":["17 Agustus","buku","buku sejarah","Bumi Manusia","Cantik Itu Luka","Gadis Kretek","indonesia","kemerdekaan","Laut Bercerita","Lingkar Tanah Lingkar Air","Madilog"],"articleSection":["Artikel &amp; Tips"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/","name":"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan - Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg","datePublished":"2025-07-31T03:36:41+00:00","description":"Salah satu cara terbaik untuk merayakan dan memahami perjalanan sejarah itu adalah melalui buku. Dalam rangka menyambut peringatan 17 Agustus, mari kita jelajahi beberapa rekomendasi bacaan yang tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi semangat kebangsaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/hari_kemerdekaan_indonesia_01-scaled.jpg","width":2560,"height":1365},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/7-rekomendasi-buku-sejarah-untuk-menyambut-kemerdekaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"7 Rekomendasi Buku Sejarah untuk Menyambut Kemerdekaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/","name":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","description":"Satu Karya untuk Indonesia Berliterasi","publisher":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#organization","name":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/LOGO-BLOG-1.png","contentUrl":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/LOGO-BLOG-1.png","width":567,"height":83,"caption":"Nasmedia Blog - Info Penulis, Buku, Penerbit dan Artikel"},"image":{"@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nasmedia.id","https:\/\/www.youtube.com\/@nasmediaentertainment8519"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/#\/schema\/person\/d2f74ad9b17870105a0ec6023342b0e5","name":"Nur Ainun Afiah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9960fe1b3c2e9fc5335e8476f343aab50e376350f6952baf37fc5168a7ffc47f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9960fe1b3c2e9fc5335e8476f343aab50e376350f6952baf37fc5168a7ffc47f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9960fe1b3c2e9fc5335e8476f343aab50e376350f6952baf37fc5168a7ffc47f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nur Ainun Afiah"},"description":"Nur Ainun Afiah, lulusan sarjana Universitas Hasanuddin. Aktif dalam bidang kepenulisan sejak 2020. Pernah menjabat Redaktur Pelaksana PK identitas Unhas 2023, editor buku biografi Prof. Basri Hasanuddin, dan satu dari dua penulis buku Apa dan Siapa Kru identitas.","sameAs":["http:\/\/nasmedia.id\/blog"],"url":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/author\/nur-ainun-afiah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/151"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5143"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5163,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5143\/revisions\/5163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}