{"id":10004,"date":"2026-08-27T08:43:48","date_gmt":"2026-08-27T01:43:48","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10004"},"modified":"2026-08-27T08:43:48","modified_gmt":"2026-08-27T01:43:48","slug":"problematika-solusi-hukum-bukti-digital-dalam-perkara-perdata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/problematika-solusi-hukum-bukti-digital-dalam-perkara-perdata\/","title":{"rendered":"Problematika &#038; Solusi Hukum Bukti Digital dalam Perkara Perdata"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Dr. Achmad Rifai, S.H., M.Hum., CCD., CMC.<\/p>\n<p>Editor: Tia Kamilia<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Law in books and law in action yang digagas oleh Roscoe Pound merupakan landasan teoretis fundamental untuk mengukur efektivitas hukum dalam masyarakat. Dalam tataran ideal (das sollen), hukum yang tertulis di dalam undang-undang seharusnya sejalan dan dapat diimplementasikan tanpa hambatan dalam praktik peradilan (das sein). Kesenjangan antara teori dan praktik ini menjadi sangat tajam ketika hukum dihadapkan pada disrupsi teknologi, khususnya terkait dengan lalu lintas keperdataan yang kini mayoritas beralih dari transaksi konvensional (manual) menjadi transaksi elektronik. Transformasi wujud hubungan hukum, baik yang lahir dari sebuah kesepakatan (perjanjian) maupun perbuatan melawan hukum turut mengubah wujud alat bukti. Pada era konvensional, hubungan hukum melahirkan bukti manual berupa dokumen atau surat. Dalam sistem pembuktian hukum acara perdata konvensional, sebagaimana diatur dalam Pasal 163 Herzien Inlandsch Reglement (HIR) atau Pasal 283 Rechtreglement voor de Buitengewesten (RBg) jo. Pasal 1865 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW), asas actori incumbit probatio (siapa yang mendalilkan sesuatu, wajib membuktikannya) dapat diterapkan dengan relatif mudah. Hakim dan para pihak dapat dengan jelas mengklasifikasikan bukti fisik tersebut ke dalam alat bukti &#8220;surat&#8221; sebagaimana diatur dalam Pasal 164 HIR\/284 RBg. Dokumen yang ditandatangani secara basah memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat, terutama jika berbentuk akta autentik.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>x + 78 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>14,5 x 20,5 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Achmad Rifai, S.H., M.Hum., CCD., CMC. Editor: Tia Kamilia Rp. 80.000 Deskripsi Law in books and law in action yang digagas oleh Roscoe Pound merupakan landasan teoretis fundamental untuk mengukur efektivitas hukum dalam masyarakat. Dalam tataran ideal (das sollen), hukum yang tertulis di dalam undang-undang seharusnya sejalan dan dapat diimplementasikan tanpa hambatan dalam praktik&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10005,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10004"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10006,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10004\/revisions\/10006"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}