{"id":10094,"date":"2026-09-07T19:48:09","date_gmt":"2026-09-07T12:48:09","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10094"},"modified":"2026-09-07T19:48:09","modified_gmt":"2026-09-07T12:48:09","slug":"membangun-kebun-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/membangun-kebun-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Membangun Kebun Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>H. Afrijon Ponggok<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Kemandirian petani kelapa sawit merupakan fondasi utama bagi terciptanya perkebunan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan sektor sawit nasional, kemandirian tidak hanya dipahami sebagai kemampuan mengelola kebun secara teknis, tetapi juga mencakup aspek mentalitas, tata kelola, dan kapasitas untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamika pasar dan tantangan lingkungan. Kemandirian petani sawit adalah kondisi ketika petani mampu mengelola kebunnya dengan pengetahuan yang memadai, akses terhadap sarana produksi yang legal dan berkualitas, serta kemampuan untuk menentukan arah usaha tanpa ketergantungan yang merugikan. Kemandirian mencakup tiga dimensi utama:<\/p>\n<p>\u2022 Kemandirian Teknis: Kemampuan memahami dan menerapkan praktik budidaya yang benar, mulai dari pemilihan bibit, pemupukan, pengendalian hama, hingga panen yang sesuai standar.<\/p>\n<p>\u2022 Kemandirian Ekonomi: Kemampuan mengelola biaya, mengakses pembiayaan yang sehat, serta menjual hasil panen dengan posisi tawar yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u2022 Kemandirian Organisasi dan Sosial: Kemampuan membangun kelembagaan, bekerja sama dalam kelompok, dan berpartisipasi dalam jejaring usaha yang mendukung keberlanjutan.<\/p>\n<p>Ketiga dimensi ini saling berkaitan dan membentuk kerangka kemandirian yang utuh.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>xi + 56 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>14,5 x 20,5 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>H. Afrijon Ponggok Rp. 80.000 Deskripsi Kemandirian petani kelapa sawit merupakan fondasi utama bagi terciptanya perkebunan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan sektor sawit nasional, kemandirian tidak hanya dipahami sebagai kemampuan mengelola kebun secara teknis, tetapi juga mencakup aspek mentalitas, tata kelola, dan kapasitas untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamika&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10095,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10096,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10094\/revisions\/10096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}