{"id":10165,"date":"2026-09-15T08:16:11","date_gmt":"2026-09-15T01:16:11","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10165"},"modified":"2026-09-15T08:16:11","modified_gmt":"2026-09-15T01:16:11","slug":"musik-mecaq-undat-dalam-bangen-lepeq-majau-masyarakat-dayak-kenyah-bakung-studi-etnomusikologi-di-dusun-rindang-benua-kabupaten-kutai-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/musik-mecaq-undat-dalam-bangen-lepeq-majau-masyarakat-dayak-kenyah-bakung-studi-etnomusikologi-di-dusun-rindang-benua-kabupaten-kutai-timur\/","title":{"rendered":"Musik Mecaq Undat Dalam Bangen Lepeq Majau Masyarakat Dayak Kenyah Bakung (Studi Etnomusikologi di Dusun Rindang Benua, Kabupaten Kutai Timur)"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Zulfikar Muhammad Nugroho<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Dayak Kenyah Bakung tidak hadir sebagai kumpulan artefak atau tradisi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai sistem kehidupan yang menghubungkan pengetahuan, praktik sosial, dan ekspresi seni. Musik, tari, tradisi lisan, ritual, dan sistem pertanian hadir sebagai bagian dari kesatuan praktik budaya yang saling berkaitan. Kesenian tradisional tidak hanya hadir sebagai ekspresi artistik, tetapi juga menjadi medium penyampaian nilai, identitas, dan pengalaman kolektif masyarakat. Salah satu komunitas Dayak yang hingga kini mempertahankan sekaligus mengembangkan berbagai praktik budaya tersebut adalah masyarakat Dayak Kenyah Bakung. Secara historis, masyarakat Kenyah mengalami perpindahan dari wilayah pedalaman menuju sejumlah wilayah lain di Kalimantan dan Sarawak. Persebaran tersebut berkaitan dengan keberadaan komunitas Kenyah di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Sarawak, dengan identitas budaya yang berkembang dalam konteks masing-masing subkelompok.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>xi + 124 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zulfikar Muhammad Nugroho Rp. 80.000 Deskripsi Kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Dayak Kenyah Bakung tidak hadir sebagai kumpulan artefak atau tradisi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai sistem kehidupan yang menghubungkan pengetahuan, praktik sosial, dan ekspresi seni. Musik, tari, tradisi lisan, ritual, dan sistem pertanian hadir sebagai bagian dari kesatuan praktik budaya yang saling berkaitan. Kesenian tradisional&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10166,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10167,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10165\/revisions\/10167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}