{"id":10168,"date":"2026-09-15T08:35:02","date_gmt":"2026-09-15T01:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10168"},"modified":"2026-09-15T08:35:02","modified_gmt":"2026-09-15T01:35:02","slug":"esktrak-kunyit-pereda-nyeri-dismenorea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/esktrak-kunyit-pereda-nyeri-dismenorea\/","title":{"rendered":"Esktrak Kunyit: Pereda Nyeri Dismenorea"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Rita Kirana, S.Pd., M.Kes<\/p>\n<p>Dr. Agus Rachmadi, A.Kep., M.Si.Med<\/p>\n<p>Dra. Nurlailah, Apt., M.Si<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Dismenorea, atau yang secara klinis didefinisikan sebagai rasa nyeri paroksismal pada area pelvis saat menstruasi, merupakan salah satu gangguan ginekologis yang paling prevalen dialami oleh wanita pada usia reproduksi, khususnya populasi remaja. Secara global, tingginya prevalensi dismenorea tidak hanya berdampak pada aspek fisiologis, tetapi juga secara signifikan menurunkan kualitas hidup, menurunkan produktivitas akademik maupun kerja, serta menjadi penyebab utama absensi rutin pada remaja putri. Berdasarkan mekanisme patofisiologinya, dismenorea primer ditandai dengan ketidaknyamanan atau kram hebat pada abdominal bagian bawah yang sering kali menjalar ke area punggung bawah dan paha, tanpa adanya patologi pelvis struktural yang mendasarinya. Dalam penatalaksanaan klinis sehari-hari, pendekatan farmakologis konvensional lini pertama umumnya sangat mengandalkan penggunaan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS), seperti asam mefenamat, ibuprofen, atau natrium diklofenak, yang bekerja melalui penghambatan enzim COX-2. Meskipun OAINS terbukti efektif dalam meredakan gejala secara akut, efisiensi terapi ini sering kali terbatas pada supresi simtomatik jangka pendek semata. Lebih jauh lagi, penggunaan OAINS secara kronis dan berulang dalam jangka panjang memiliki risiko komplikasi serius yang tidak dapat diabaikan, termasuk gangguan mukosa gastrointestinal (seperti gastritis, tukak lambung, hingga perdarahan saluran cerna) serta efek samping hepatotoksik dan nefrotoksik. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan mendesak (urgent need) untuk mengeksplorasi dan mengembangkan strategi terapi alternatif maupun komplementer yang tidak hanya efektif menekan jalur inflamasi COX-2 dan prostaglandin, tetapi juga memiliki profil keamanan (safety profile) yang lebih baik bagi penggunaan jangka panjang.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>viii + 60 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rita Kirana, S.Pd., M.Kes Dr. Agus Rachmadi, A.Kep., M.Si.Med Dra. Nurlailah, Apt., M.Si Rp. 80.000 Deskripsi Dismenorea, atau yang secara klinis didefinisikan sebagai rasa nyeri paroksismal pada area pelvis saat menstruasi, merupakan salah satu gangguan ginekologis yang paling prevalen dialami oleh wanita pada usia reproduksi, khususnya populasi remaja. Secara global, tingginya prevalensi dismenorea tidak hanya&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10169,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10168"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10170,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10168\/revisions\/10170"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}