{"id":10190,"date":"2026-09-16T07:51:51","date_gmt":"2026-09-16T00:51:51","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10190"},"modified":"2026-09-16T07:55:53","modified_gmt":"2026-09-16T00:55:53","slug":"sustainability-melalui-inovasi-sosial-praktik-baik-csr-2-0-dari-gunung-karang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/sustainability-melalui-inovasi-sosial-praktik-baik-csr-2-0-dari-gunung-karang\/","title":{"rendered":"Sustainability Melalui Inovasi Sosial: Praktik Baik CSR 2.0 Dari Gunung Karang"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Nikka Larasati Rahandini<\/p>\n<p>Erica Rich Ratantri<\/p>\n<p>Sohandi<\/p>\n<p>Nuril Endi Rahman<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai konsep dan praktik telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Jika pada awal kemunculannya CSR lebih dipahami sebagai bentuk kepedulian perusahaan melalui kegiatan amal atau filantropi, maka saat ini CSR telah berkembang menjadi strategi bisnis yang menempatkan penciptaan nilai sosial dan keberlanjutan sebagai bagian integral dari tata kelola perusahaan (Sucipto dkk., 2024). Pergeseran paradigma tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur melalui keuntungan finansial, tetapi juga melalui kemampuan menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Paradigma awal CSR identik dengan kegiatan filantropi perusahaan. Bentuknya berupa pemberian bantuan kebutuhan pokok, donasi, pembangunan fasilitas umum, maupun kegiatan amal yang umumnya dilakukan secara insidental sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak oleh aktivitas perusahaan. Dalam pendekatan ini, masyarakat diposisikan sebagai penerima manfaat (beneficiaries) pasif, sementara perusahaan menjadi aktor utama yang menentukan bentuk bantuan. Walaupun memberikan manfaat jangka pendek, pendekatan filantropi sering kali belum mampu mengatasi akar persoalan sosial karena tidak membangun kapasitas maupun kemandirian masyarakat.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>xii + 176 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>14,5 x 20,5 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nikka Larasati Rahandini Erica Rich Ratantri Sohandi Nuril Endi Rahman Rp. 80.000 Deskripsi Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai konsep dan praktik telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Jika pada awal kemunculannya CSR lebih dipahami sebagai bentuk kepedulian perusahaan melalui kegiatan amal atau filantropi, maka saat ini CSR telah berkembang menjadi strategi&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10193,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10190"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10192,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10190\/revisions\/10192"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}