{"id":10218,"date":"2026-09-18T08:32:50","date_gmt":"2026-09-18T01:32:50","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10218"},"modified":"2026-09-18T08:32:50","modified_gmt":"2026-09-18T01:32:50","slug":"sistem-pembangkit-tenaga-gas-dan-uap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/sistem-pembangkit-tenaga-gas-dan-uap\/","title":{"rendered":"Sistem Pembangkit Tenaga Gas dan Uap"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Apollo<\/p>\n<p>Sri Suwasti<\/p>\n<p>Abdul Rahman<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Setiap sistem modern yang menopang peradaban manusia, mulai dari perangkat komunikasi personal hingga infrastruktur industri skala masif, bergantung pada satu komoditas fundamental, yaitu energi listrik. Pernahkah Anda mempertimbangkan kompleksitas di balik saklar lampu yang Anda tekan setiap hari? Proses di baliknya melibatkan suatu jejaring rekayasa raksasa yang mengubah energi primer dari bahan bakar menjadi energi listrik yang andal dan stabil. Jantung dari jejaring ini adalah pusat pembangkit listrik, sebuah arena di mana prinsip-prinsip fisika dan termodinamika diterapkan dalam skala monumental untuk memenuhi tuntutan energi masyarakat. Ketersediaan listrik bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan keamanan nasional suatu negara. Dalam konteks global dan nasional, diskusi mengenai pembangkitan energi senantiasa dinamis dan penuh tantangan. Isu-isu seperti keamanan pasokan energi, volatilitas harga bahan bakar fosil, dan tuntutan untuk menekan emisi gas rumah kaca telah mendorong evolusi teknologi pembangkitan secara signifikan. Pembangkit listrik konvensional seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang telah lama menjadi andalan kini dihadapkan pada tantangan efisiensi dan dampak lingkungan. Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) menawarkan fleksibilitas operasi yang lebih tinggi, namun dengan efisiensi yang relatif lebih rendah jika berdiri sendiri. Perkembangan inilah yang melahirkan salah satu inovasi terpenting dalam industri energi modern.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ix + 351 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apollo Sri Suwasti Abdul Rahman Rp. 80.000 Deskripsi Setiap sistem modern yang menopang peradaban manusia, mulai dari perangkat komunikasi personal hingga infrastruktur industri skala masif, bergantung pada satu komoditas fundamental, yaitu energi listrik. Pernahkah Anda mempertimbangkan kompleksitas di balik saklar lampu yang Anda tekan setiap hari? Proses di baliknya melibatkan suatu jejaring rekayasa raksasa yang&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10219,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10218"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10218\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10220,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10218\/revisions\/10220"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}