{"id":10277,"date":"2026-09-23T14:42:03","date_gmt":"2026-09-23T07:42:03","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10277"},"modified":"2026-09-23T14:42:03","modified_gmt":"2026-09-23T07:42:03","slug":"politik-hukum-di-indonesia-menyongsong-pembangunan-hukum-yang-berkeadilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/politik-hukum-di-indonesia-menyongsong-pembangunan-hukum-yang-berkeadilan\/","title":{"rendered":"Politik Hukum di Indonesia: Menyongsong Pembangunan Hukum yang Berkeadilan"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Dr. Hendra Karianga, S.H., M.H.<\/p>\n<p>Editor: Siti Nurhaliza<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Setiap undang-undang yang lahir di Indonesia menyimpan dua wajah. Di permukaan, ia tampil sebagai rumusan pasal yang tertib, teknis, dan seolah bebas nilai. Di baliknya, bekerja tarik-menarik kepentingan, pertaruhan gagasan, dan keputusan yang pada dasarnya bersifat politik. Sebuah pasal tentang pertanahan bukan sekadar norma; ia adalah jawaban atas pertanyaan siapa yang berhak atas tanah dan siapa yang tersingkir. Sebuah aturan tentang penanaman modal bukan hanya prosedur; ia adalah pilihan tentang ke mana arah ekonomi bangsa hendak dibawa. Di titik itulah hukum berhenti menjadi urusan ahli tafsir pasal semata dan berubah menjadi medan pertempuran cita-cita kolektif. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa hukum tidak pernah jatuh dari langit dalam bentuk jadi. Ia dirancang, diperjuangkan, kadang dipaksakan oleh mereka yang memegang kuasa untuk membentuknya. Ilmu yang menelaah bagaimana hukum itu dipilih, diarahkan, dan dibangun untuk mencapai tujuan bernegara itulah yang disebut politik hukum. Sebelum masuk ke perdebatan lintas rezim dan lintas bidang pada bab-bab berikutnya, bagian pembuka ini meletakkan fondasi paling dasar: apa sebenarnya politik hukum, mengapa ia menjadi kompas pembangunan hukum, dan mengapa politik serta hukum tidak pernah benar-benar bisa dipisahkan.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>xiv + 463 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Hendra Karianga, S.H., M.H. Editor: Siti Nurhaliza Rp. 80.000 Deskripsi Setiap undang-undang yang lahir di Indonesia menyimpan dua wajah. Di permukaan, ia tampil sebagai rumusan pasal yang tertib, teknis, dan seolah bebas nilai. Di baliknya, bekerja tarik-menarik kepentingan, pertaruhan gagasan, dan keputusan yang pada dasarnya bersifat politik. Sebuah pasal tentang pertanahan bukan sekadar norma;&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10278,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10277"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10279,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10277\/revisions\/10279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}