{"id":10306,"date":"2026-09-25T08:49:35","date_gmt":"2026-09-25T01:49:35","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10306"},"modified":"2026-09-25T08:49:35","modified_gmt":"2026-09-25T01:49:35","slug":"csr-transformatif-merancang-ekosistem-pemberdayaan-untuk-menciptakan-nilai-sosial-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/csr-transformatif-merancang-ekosistem-pemberdayaan-untuk-menciptakan-nilai-sosial-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"CSR Transformatif: Merancang Ekosistem Pemberdayaan untuk Menciptakan Nilai Sosial Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Yusna Prambudi<\/p>\n<p>Ida Bagus Putu Sukarno<\/p>\n<p>I Wayan Sudhiksa<\/p>\n<p>Gede Ananta Wijaya<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Transformasi ters ebut b erangkat dari p er ubahan mendasar dalam posisi perusahaan di tengah masyarakat. Perspektif tradisional cenderung menempatkan penciptaan keuntungan sebagai orientasi utama perusahaan, sementara konsepsi kontemporer memandang perusahaan sebagai institusi sosial yang keberadaannya bergantung pada berbagai hubungan dengan para pemangku kepentingan. Stakeholder theory memberikan fondasi penting bagi perubahan tersebut dengan menempatkan karyawan, konsumen, pemasok, pemerintah, komunitas, masyarakat sipil, dan lingkungan sosial sebagai bagian dari lanskap kepentingan perusahaan. Perusahaan dengan demikian tidak hanya dituntut untuk mempertanggungjawabkan dampaknya kepada pemegang saham, tetapi juga kepada kelompok yang memengaruhi atau dipengaruhi oleh aktivitas bisnis. Studi mutakhir mengenai CSR dan stakeholder menunjukkan bahwa semakin beragamnya ekspektasi pemangku kepentingan mendorong perusahaan untuk mengembangkan mekanisme keterlibatan yang lebih sistematis dan responsif. Perubahan orientasi tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya kompleksitas persoalan dalam pembangunan.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>x + 162 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>14,5 x 20,5 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yusna Prambudi Ida Bagus Putu Sukarno I Wayan Sudhiksa Gede Ananta Wijaya Rp. 80.000 Deskripsi Transformasi ters ebut b erangkat dari p er ubahan mendasar dalam posisi perusahaan di tengah masyarakat. Perspektif tradisional cenderung menempatkan penciptaan keuntungan sebagai orientasi utama perusahaan, sementara konsepsi kontemporer memandang perusahaan sebagai institusi sosial yang keberadaannya bergantung pada berbagai hubungan&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10307,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10306"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10306\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10308,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10306\/revisions\/10308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}