{"id":10402,"date":"2026-10-02T14:29:41","date_gmt":"2026-10-02T07:29:41","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10402"},"modified":"2026-10-02T14:29:41","modified_gmt":"2026-10-02T07:29:41","slug":"tata-bahasa-uab-meto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/tata-bahasa-uab-meto\/","title":{"rendered":"Tata Bahasa UAB Meto"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Johanis Mellu<\/p>\n<p>Editor: Kain Natty<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Buku berjudul \u201cTata Bahasa Uab Meto\u201d ini disusun untuk dijadikan sebagai acuan pembelajaran bahasa lokal uab meto\u2019 bagi para pemula, pelajar, para pecinta Uab Meto&#8217; umumnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan wilayah penyebarannya meliputi bekas swapraja Mollo yang dijuluki Oenam, bekas swapraja Amnuban yang dijuluki Banam, bekas swapraja Amnatun yang dijuluki Onam.\u00a0 Inspirasi penulisan buku ini timbul setelah bertahun-tahun lamanya penulis mengamati sikap para penutur dan tuturan Uab Meto&#8217; baik sebagai penutur asli maupun mereka yang berasal dari luar etnis atoin meto&#8217;. Dalam pengamatan itu terkesan adanya fenomena bahasa dan kasus-kasus pelanggaran tata bahasa yang dilakukan oleh para penutur asli atoin meto&#8217; secara tidak sadar. Kasus-kasus pelanggaran terhadap hukum tata bahasa itu terjadi pada penulisan dan penyebutan nama marga dan nama tempat serta penambahan fonem yang sebenarnya tidak perlu yang berakibat makna suatu kata menjadi kabur seperti nama tempat Oekamusa, Panite, Boking dan desa Bokong di Kecamatan Toianas. Para penutur Uab Meto&#8217; pada umumnya kurang kritis terhadap sesuatu hal dan cepat terpengaruh dengan lidah orang dari etnis non atoin meto&#8217; yang lidahnya tidak dapat menyebutkan kata-kata dalam Uab Meto&#8217; yang didominasi oleh kata-kata berkonsonan ganda. Dampaknya ialah kata Oekmusa&#8217; yang artinya mata air kecil yang baru muncul dan timbul dari dalam tanah diubah menjadi Oekamusa&#8217; yang tidak bermakna apa-apa.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>viii + 192 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Johanis Mellu Editor: Kain Natty Rp. 80.000 Deskripsi Buku berjudul \u201cTata Bahasa Uab Meto\u201d ini disusun untuk dijadikan sebagai acuan pembelajaran bahasa lokal uab meto\u2019 bagi para pemula, pelajar, para pecinta Uab Meto&#8217; umumnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan wilayah penyebarannya meliputi bekas swapraja Mollo yang dijuluki Oenam, bekas swapraja Amnuban yang dijuluki Banam,&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10403,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10402"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10404,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10402\/revisions\/10404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}