{"id":10408,"date":"2026-10-02T15:45:44","date_gmt":"2026-10-02T08:45:44","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10408"},"modified":"2026-10-02T15:45:44","modified_gmt":"2026-10-02T08:45:44","slug":"manusia-perilaku-dan-lokalitas-dalam-perancangan-arsitektur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/manusia-perilaku-dan-lokalitas-dalam-perancangan-arsitektur\/","title":{"rendered":"Manusia, Perilaku dan Lokalitas dalam Perancangan Arsitektur"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Wasilah Sahabuddin<\/p>\n<p>Editor: Andi Hildayanti<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Perancangan arsitektur merupakan proses intelektual, kreatif, teknis, dan kontekstual untuk menghasilkan lingkungan binaan yang mampu memenuhi kebutuhan manusia. Perancangan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah bangunan terlihat, tetapi juga bagaimana bangunan tersebut digunakan, dirasakan, dipahami, dibangun, dioperasikan, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam pengertian yang lebih luas, arsitektur merupakan hasil dari proses merancang ruang dan lingkungan binaan dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan, antara lain kebutuhan manusia, fungsi, aktivitas, bentuk, ruang, struktur, material, teknologi, iklim, lingkungan, budaya, ekonomi, serta karakter tempat. Oleh karena itu, keputusan arsitektur pada dasarnya merupakan keputusan yang bersifat multidimensional. Perancangan arsitektur yang baik tidak dapat hanya didasarkan pada pertimbangan estetika. Bangunan yang menarik secara visual belum tentu nyaman digunakan, sesuai dengan perilaku penggunanya, efisien secara energi, mudah dipahami orientasinya, atau memiliki keterkaitan dengan budaya dan lingkungan setempat. Dalam konteks buku ini, perancangan arsitektur dipahami sebagai proses untuk menerjemahkan kebutuhan manusia dan karakter tempat ke dalam kualitas ruang, bentuk, dan lingkungan binaan. Pemahaman terhadap perilaku dan lokalitas menjadi penting karena arsitektur selalu berada dalam hubungan timbal balik dengan manusia dan tempat.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>xii + 180 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wasilah Sahabuddin Editor: Andi Hildayanti Rp. 80.000 Deskripsi Perancangan arsitektur merupakan proses intelektual, kreatif, teknis, dan kontekstual untuk menghasilkan lingkungan binaan yang mampu memenuhi kebutuhan manusia. Perancangan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah bangunan terlihat, tetapi juga bagaimana bangunan tersebut digunakan, dirasakan, dipahami, dibangun, dioperasikan, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam pengertian yang lebih luas, arsitektur&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10409,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10408"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10410,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10408\/revisions\/10410"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}