{"id":10448,"date":"2026-10-07T12:29:31","date_gmt":"2026-10-07T05:29:31","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=10448"},"modified":"2026-10-07T12:29:31","modified_gmt":"2026-10-07T05:29:31","slug":"buku-monograf-terapi-sel-punca-dalam-neurorestorasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/buku-monograf-terapi-sel-punca-dalam-neurorestorasi\/","title":{"rendered":"Buku Monograf Terapi Sel Punca dalam Neurorestorasi"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Jumraini Tammasse<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Gangguan neurologis seperti cedera otak kronis (Traumatic Brain Injury\/TBI), cedera tulang belakang (Spinal Cord Injury\/SCI), stroke iskemik maupun hemoragik, serta penyakit neurodegeneratif merupakan penyebab utama angka kecacatan permanen dan kematian di seluruh dunia. Data dari Global Burden of Disease (GBD) tahun 2023 menunjukkan bahwa stroke telah menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, memberikan beban sosio-ekonomi yang besar dan memengaruhi populasi pada usia yang semakin muda. Pada kondisi cedera neurologis seperti stroke, terjadi kerusakan langsung berupa inti infark atau jaringan nekrotik yang memicu rangkaian mekanisme sekunder yang memperburuk kondisi, seperti peradangan (inflamasi), kematian sel, kerusakan vaskular, dan pada SCI terjadi pembentukan jaringan parut glial (glial scar). Lingkungan mikro jaringan saraf yang rusak ini bersifat inhibitorik sehingga sangat menghambat proses regenerasi akson dan pemulihan saraf secara alami. Berbagai terapi konvensional yang tersedia saat ini, baik secara farmakologis (seperti trombolisis intravena), pembedahan (seperti trombektomi mekanik), maupun rehabilitasi, pada umumnya hanya bersifat mengontrol gejala, menstabilkan kondisi pasien, atau dibatasi oleh &#8220;jendela waktu terapeutik&#8221; yang sempit tanpa mampu meregenerasi atau mengembalikan fungsi sirkuit saraf yang telah rusak secara optimal. Kurangnya kapasitas regenerasi alami dari sistem saraf pusat serta keterbatasan penanganan akut ini menjadikan neurorestorasi sebagai salah satu tantangan klinis dan prioritas utama di bidang kedokteran saat ini.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>x + 101 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumraini Tammasse Rp. 80.000 Deskripsi Gangguan neurologis seperti cedera otak kronis (Traumatic Brain Injury\/TBI), cedera tulang belakang (Spinal Cord Injury\/SCI), stroke iskemik maupun hemoragik, serta penyakit neurodegeneratif merupakan penyebab utama angka kecacatan permanen dan kematian di seluruh dunia. Data dari Global Burden of Disease (GBD) tahun 2023 menunjukkan bahwa stroke telah menjadi penyebab utama kematian&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":10449,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-10448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10448"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10450,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10448\/revisions\/10450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}