{"id":7596,"date":"2025-11-17T14:05:12","date_gmt":"2025-11-17T07:05:12","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=7596"},"modified":"2025-12-01T13:25:21","modified_gmt":"2025-12-01T06:25:21","slug":"semicolon-faith","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/semicolon-faith\/","title":{"rendered":"Semicolon Faith"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Keff<br \/>\nEditor: Nurni Amalia<\/p>\n<p>Rp.115.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p data-start=\"156\" data-end=\"272\">Ada masa dalam hidup ketika kita berhenti; bukan karena menyerah, tetapi karena terlalu letih untuk terus mencari. Itulah yang dialami Rendra. Laki-laki biasa yang kehilangan arah setelah ayahnya kehilangan pekerjaan. Di tengah kejatuhan dan rasa bersalah, ia mulai bertanya: <em data-start=\"435\" data-end=\"466\">Apakah Tuhan benar-benar ada?<\/em><\/p>\n<p data-start=\"156\" data-end=\"272\">Perjalanan Rendra membawanya jauh, dari rumah yang penuh doa ke kota asing bernama Yogyakarta yang tenang. Di sana, ia bekerja serabutan, hidup sederhana, dan mencoba melupakan segalanya, <strong data-start=\"656\" data-end=\"677\">termasuk imannya.<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"679\" data-end=\"848\">Namun dalam setiap kesunyian dan pertemuan kecil, ia mulai menyadari bahwa Tuhan mungkin tidak pernah pergi; hanya menunggu untuk didengar dengan cara yang lebih lembut. <strong data-start=\"850\" data-end=\"869\">Semicolon Faith<\/strong> bukan kisah tentang menemukan Tuhan secara tiba-tiba, melainkan tentang belajar berhenti sejenak untuk melanjutkan kehidupan dengan sepenuh hati.<\/p>\n<p data-start=\"1019\" data-end=\"1133\">Tentang luka yang tak selesai, iman yang patah tapi tak mati, dan keyakinan yang tumbuh perlahan di tengah jeda. Sebuah perjalanan spiritual yang sederhana namun jujur; dari kehilangan, pencarian, hingga akhirnya pulang.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Halaman<\/strong><\/td>\n<td><strong>Penerbit<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>191 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>ISBN<\/strong><\/td>\n<td><strong>E-ISBN<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Ukuran<\/strong><\/td>\n<td><strong>Bahasa<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>14,8\u00a0 x 21\u00a0 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keff Editor: Nurni Amalia Rp.115.000 Deskripsi Ada masa dalam hidup ketika kita berhenti; bukan karena menyerah, tetapi karena terlalu letih untuk terus mencari. Itulah yang dialami Rendra. Laki-laki biasa yang kehilangan arah setelah ayahnya kehilangan pekerjaan. Di tengah kejatuhan dan rasa bersalah, ia mulai bertanya: Apakah Tuhan benar-benar ada? Perjalanan Rendra membawanya jauh, dari rumah&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":7597,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-7596","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7596","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7596"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7596\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7705,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7596\/revisions\/7705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}