{"id":9885,"date":"2026-08-14T09:52:29","date_gmt":"2026-08-14T02:52:29","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=9885"},"modified":"2026-08-14T09:52:29","modified_gmt":"2026-08-14T02:52:29","slug":"perilaku-organisasi-berbasis-keberlanjutan-sustainable-organizational-behavior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/perilaku-organisasi-berbasis-keberlanjutan-sustainable-organizational-behavior\/","title":{"rendered":"Perilaku Organisasi Berbasis Keberlanjutan (Sustainable Organizational Behavior)"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Dr. Astadi Pangarso, S.T., M.B.A<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Perilaku organisasi adalah bidang kajian yang mempelajari bagaimana individu berpikir, merasa, dan bertindak di dalam organisasi, serta bagaimana kelompok, struktur, budaya, dan sistem organisasi memengaruhi perilaku tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku organisasi membantu menjawab banyak pertanyaan penting: mengapa seseorang termotivasi bekerja, mengapa tim dapat bekerja kompak atau justru konflik, mengapa pemimpin tertentu mampu memengaruhi orang lain, dan mengapa budaya organisasi dapat membuat sebagian orang berani berinovasi sementara yang lain takut menyampaikan pendapat. Secara umum, perilaku organisasi memiliki tiga level analisis. Pertama, level individu, yang mencakup nilai, sikap, kepribadian, persepsi, emosi, motivasi, dan pembelajaran. Kedua, level kelompok, yang mencakup komunikasi, kerja tim, konflik, kepemimpinan, kekuasaan, dan pengambilan keputusan. Ketiga, level organisasi, yang mencakup struktur, budaya, sistem kerja, perubahan organisasi, dan hubungan organisasi dengan lingkungannya. Dalam buku ini, ketiga level tersebut dibahas melalui lensa keberlanjutan. Artinya, pertanyaan yang diajukan bukan hanya \u201cBagaimana organisasi menjadi efektif?\u201d, tetapi juga \u201cBagaimana perilaku manusia dalam organisasi dapat mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola?\u201d Hubungan antara tiga level analisis dan empat dimensi keberlanjutan.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>xxiv + 263 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>15,5 x 23 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Astadi Pangarso, S.T., M.B.A Rp. 80.000 Deskripsi Perilaku organisasi adalah bidang kajian yang mempelajari bagaimana individu berpikir, merasa, dan bertindak di dalam organisasi, serta bagaimana kelompok, struktur, budaya, dan sistem organisasi memengaruhi perilaku tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku organisasi membantu menjawab banyak pertanyaan penting: mengapa seseorang termotivasi bekerja, mengapa tim dapat bekerja kompak atau&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":9886,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-9885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9885"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9887,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9885\/revisions\/9887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}