{"id":9993,"date":"2026-08-27T07:29:08","date_gmt":"2026-08-27T00:29:08","guid":{"rendered":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/?p=9993"},"modified":"2026-08-27T07:29:08","modified_gmt":"2026-08-27T00:29:08","slug":"desain-produk-dan-sistem-berkelanjutan-dalam-era-digitalisasi-dan-ekonomi-sirkular","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/desain-produk-dan-sistem-berkelanjutan-dalam-era-digitalisasi-dan-ekonomi-sirkular\/","title":{"rendered":"Desain Produk dan Sistem Berkelanjutan dalam Era Digitalisasi dan Ekonomi Sirkular"},"content":{"rendered":"<figure><\/figure>\n<p>Elanjati Worldailmi<\/p>\n<p>Zelania In Haryanto<\/p>\n<p>Sayyidah Maulidatul Afraah<\/p>\n<p>Rp. 80.000<\/p>\n<p>Deskripsi<\/p>\n<p>Pembangunan berkelanjutan merupakan paradigma global yang menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan sistemik. Komitmen dunia terhadap pembangunan berkelanjutan secara resmi ditandai dengan pengesahan Agenda 2030 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melahirkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals\/SDGs). Di Indonesia, pelaksanaan pembangunan berkelanjutan telah menjadi prioritas nasional, namun masih dihadapkan pada tantangan besar seperti degradasi lingkungan, ketimpangan distribusi sumber daya, serta lemahnya koordinasi lintas sektor. Salah satu isu utama dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah ketegangan antara konservasi lingkungan dan kepentingan ekonomi. Kawasan konservasi, seperti taman nasional, cagar alam, dan hutan lindung, sering dianggap sebagai hambatan bagi ekspansi pembangunan, terutama di sektor kehutanan, tambang, dan infrastruktur. Di sisi lain, pendekatan berbasis keberlanjutan justru menunjukkan bahwa konservasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor-sektor seperti ekowisata, bioekonomi, dan jasa lingkungan (environmental services), yang memiliki dampak jangka panjang lebih stabil dan rendah risiko.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Halaman<\/td>\n<td>Penerbit<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>viii + 142 hlm<\/td>\n<td>PT. Nas Media Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ISBN<\/td>\n<td>E-ISBN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<td>XXXXXXXXXXXXXXXXXXX<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ukuran<\/td>\n<td>Bahasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>14,5 x 20,5 cm<\/td>\n<td>Indonesia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Elanjati Worldailmi Zelania In Haryanto Sayyidah Maulidatul Afraah Rp. 80.000 Deskripsi Pembangunan berkelanjutan merupakan paradigma global yang menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan sistemik. Komitmen dunia terhadap pembangunan berkelanjutan secara resmi ditandai dengan pengesahan Agenda 2030 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melahirkan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable&hellip;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":165,"featured_media":9994,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[],"class_list":["post-9993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bookstore","category-tracking-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/users\/165"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9993"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9993\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9995,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9993\/revisions\/9995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nasmedia.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}