Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.

Bagaimana Editing Berperan dalam Menjaga Kualitas Buku?

Daftar Isi

Pendahuluan

Pernah merasa naskahmu sudah selesai, tapi masih saja kepikiran kalau rasanya masih ada yang kurang? Jangan khawatir, itu normal.

Selain menuangkan ide di atas kertas atau ke dalam file digital, menulis adalah proses tentang bagaimana suatu ide dapat terekspresikan dan sampai kepada pembaca dengan jelas, rapi, dan berkesan.

Ketika sebuah karya sudah siap masuk ke proses penerbitan, proses editing adalah proses penting yang menjadi pembeda antara naskah mentah dan buku berkualitas.

Editing membantu memastikan bahwa pesan yang ingin kamu sampaikan tidak terhenti karena kesalahan teknis, struktur berantakan, atau bahasa membingungkan.

Karena itulah, penting untuk memahami bagaimana proses editing berperan dalam menjaga kualitas karya. Mari kita bahas lebih lengkapnya.

Apa itu Proses Editing?

Secara sederhana, editing adalah proses meninjau, memperbaiki, dan menyempurnakan naskah sebelum diterbitkan.

Sambil membaca naskahmu, editor juga mengoreksi, menata, dan memastikan setiap bagian naskah adalah sebagaimana mestinya. Proses ini mencakup banyak aspek, mulai dari bahasa, struktur, hingga konsistensi penulisan agar naskah siap di baca oleh publik.

Dalam praktiknya, proses editing adalah proses yang melalui beberapa tahap, seperti membaca keseluruhan naskah, menandai kesalahan, memberikan saran perbaikan, dan memastikan revisi sudah sesuai standar.

Semua ini bertujuan agar naskah benar, nyaman dan sesuai sebagai suatu bacaan.

Ada pertanyaan yang terkadang muncul di benak penulis mengenai topik ini, yakni “Apakah typo dan kesalahan penulisan lainnya sepenuhnya tanggung jawab penulis, atau penerbit?”.

Jawabannya  bergantung pada sistem penerbitan dan kontrak dari masing-masing penerbit. Ada yang menyediakan layanan editing lengkap, ada pula yang menyerahkan sebagian besar tanggung jawab kepada penulis.

Inilah mengapa penulis perlu cermat memilih penerbit yang memiliki layanan editing profesional. Salah satunya adalah Nasmedia, penerbit yang memahami kualitas buku lahir dari proses editing yang serius dan terstruktur.

Artiket Terkait:  Jadikan Tulisan Sebagai Terapi Pikiran dan Emosi

Setelah memahami definisinya, penting untuk tahu bahwa editing mencakup banyak aspek yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk menjaga mutu naskah. Di sinilah editing menunjukkan perannya.

Secara umum, editing mencakup beberapa hal utama yang diperiksa secara menyeluruh, mulai dari bahasa hingga konsistensi format.

Semua poin tersebut saling melengkapi. Karena, ketika satu bagian tidak mendapatkan perhatian yang cukup, kualitas keseluruhan naskah akan ikut terpengaruh. Lalu, bagaimana sebenarnya editing menjaga kualitas naskah buku? Mari kita masuk ke pembahasan intinya.

Bagaimana Editing Menjaga Kualitas Karyamu?

1.     Menghilangkan Typo dari Naskah

Typo yang terlihat sepele sebenarnya memiliki dampak yang besar pada sebuah naskah buku. Kesalahan seperti penulisan “karna” alih-alih “karena” sering luput dari perhatian penulis karena sudah terlalu akrab dengan naskahnya sendiri.

Editor berperan sebagai pihak baru yang lebih objektif yang dapat menangkap dan mengoreksi kesalahankesalahan kecil ini.

Sebagai contoh, satu typo saja dapat mengganggu alur membaca. Pembaca bisa berhenti, mengernyit, lalu hilang fokus terhadap isi. Dalam buku nonfiksi, typo bahkan bisa menurunkan kredibilitas penulis di mata pembaca.

Jika poin-poin ini tidak menjadi hal yang penulis perhatikan, naskah akan terlihat kurang profesional dan terkesan terburu-buru. Sebaliknya, ketika editing berjalan dengan baik, teks menjadi bersih, rapi, dan menjadi bacaan yang nyaman, sehingga pembaca bisa fokus pada isi, bukan pada kesalahannya.

2.     Menyesuaikan Buku dengan EYD dan Kaidah Kebahasaan

Bahasa adalah wajah pertama karya tulis. Editing memastikan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD dan kaidah kebahasaan yang berlaku sesuai dengan KBBI apabila naskah dalam bahasa Indonesia.

Hal ini mencakup kebakuan kata, penulisan huruf kapital, tanda baca, hingga struktur kalimat. Contohnya, penulisan “hari senin” seharusnya menjadi “hari Senin”, atau ‘pak harto’ menjadi “Pak Harto”.

Artiket Terkait:  Tips Menulis Esai Argumentatif yang Tepat dan Meyakinkan

Kesalahan kecil seperti ini sering terjadi apalagi ketika penulis terlalu fokus pada isi bukunya dan ideide besar lain. Tanpa penyesuaian dengan EYD dan kaidah kebahasaan, naskah akan terlihat kurang rapi dan tidak konsisten.

Namun, ketika editor menanganinya dengan baik, buku akan tampak lebih profesional, enak dibaca, dan memiliki standar bahasa yang jelas.

3.     Memeriksa Struktur Naskah

Struktur naskah menentukan kenyamanan membaca. Editor memastikan susunan bab, subbab, dan penomoran berjalan runtut serta logis. Tidak ada loncatan yang membingungkan pembaca.

Sebagai contoh, dalam proses penomoran, editor akan memastikan urutan subbab A-B-C-D berjalan sesuai aturan dan tidak meloncat dari A langsung ke C. Hal serupa berlaku pada urutan penomoran lainnya.

Jika mengabaikan struktur, pembaca bisa merasa tersesat di tengah buku. Sebaliknya, struktur yang rapi membuat pembaca mengikuti alur pembahasan dengan mudah dan memahami isi secara utuh.

4.     Memastikan Konsistensi Format

Konsistensi format sering kali tidak disadari meski hal ini sebenarnya sangat memengaruhi kenyamanan visual. Editing memastikan font seragam, spasi konsisten, serta penataan teks rapi dari halaman pertama hingga terakhir.

Sebagai contoh, penggunaan font yang berubah-ubah atau spasi yang tidak konsisten dapat mengganggu fokus pembaca. Buku terlihat kurang profesional meskipun isinya berkualitas.

Ketika mengabaikan poin ini, naskah akan terasa berantakan secara visual. Namun, dengan editing yang tepat, buku akan tampil elegan, nyaman, dan siap bersaing di pasaran.

5.     Mengelola Penggunaan Istilah Asing

Istilah asing sering muncul, terutama dalam buku akademik, bisnis, atau pengembangan diri. Editing memastikan istilah tersebut terpakai secara konsisten dan sesuai kaidah, seperti cetak miring atau mendapatkan penjelasan.

Misalnya, istilah mindset, branding, atau self-improvement perlu diperlakukan secara konsisten sepanjang naskah. Editor juga menilai apakah istilah tersebut perlu diterjemahkan atau dipertahankan.

Artiket Terkait:  Kenapa 80% Penulis Pemula Salah Pilih Penerbit? Ketahui Penyebabnya!

Jika mengabaikan pengelolaan istilah asing, pembaca bisa merasa bingung atau merasa terganggu. Sebaliknya, ketika penulis menanganinya dengan baik, istilah asing justru memperkaya isi buku tanpa mengurangi kenyamanan membaca.

Penutup

Selain tahap akhir sebelum buku terbit, editing menjadi fondasi penting yang menopang kualitas naskah buku tersebut.

Melalui proses editing, konsistensi, kerapian, dan kenyamanan bacaan buku bisa terjaga kualitasnya, yang sekaligus meningkatkan kredibilitas penulis di mata pembaca.

Setelah memahami peran penting editing, penulis dapat lebih bijak dalam memilih penerbit yang menyediakan layanan editing profesional.

Dengan dukungan sistem editorial yang baik, seperti yang diterapkan oleh Nasmedia, penulis tidak hanya menerbitkan buku, tetapi juga menghadirkan karya yang layak dibaca dan dihargai.

Kini, saatnya memastikan setiap naskah yang kamu tulis melewati proses editing yang tepat agar kualitasnya terjaga.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.
Artikel Terkait