Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.

Daftar Istilah Tentang Buku untuk Book Lovers

Daftar Isi

Pendahuluan

Pernah bingung saat melihat istilah seperti TBR, DNF, atau book haul di media sosial? Tenang, kamu tidak sendiri. Dunia literasi punya kosakata khas yang membuat interaksi antar pembaca terasa lebih seru.

Oleh karena itu, untuk membantumu memahami sekaligus ikut terlibat dalam percakapan dunia buku, artikel ini menyajikan daftar istilah tentang buku untuk book lovers secara lengkap dengan penjelasan detail, sehingga kamu bisa langsung paham dan ikut menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Daftar Istilah tentang Buku untuk Book Lovers

1.    Currently Reading (CR)

Currently reading atau CR adalah kamu menandai buku yang sedang kamu baca saat ini. banyak pembaca menulis “CR-ku bulan ini” atau “CR: Sang Alkemis” untuk berbagi progres membaca. Dengan istilah ini memudahkan kamu menunjukkan bacaan aktif sekaligus menginspirasi orang lain.

2.    To Be Read (TBR)

TBR atau To Be Read merujuk pada daftar buku yang sedang kamu baca saat ini. Banyak pembaca menargetkan TBR untuk liburan atau tantangan membaca. Dengan TBR, kamu bisa mengatur prioritas bacaan dan menjaga semangat membaca tetap hidup.

3.    Wishlist

Sementara itu, wishlist berisi buku-buku yang belum kamu beli tetapi sangat ingin dimiliki. Orang menambahkan judul ke wishlist setelah melihat rekomendasi, review, atau promo. Wishlist membantu kamu merencanakan pembelian buku secara lebih terarah.

4.    Did Not Finish (DNF)

Namun, tidka semua buku selalu cocok. Di titik inilah DNF muncul. DNF singkatan Did Not Finish, menandai buku yang kamu hentikan sebelum selesai. Pembaca memilih DNF ketika cerita tidak cocok, alur membingungkan, atau tokoh terasa kurang menarik. Dengan DNF, kamu bisa fokus pada bacaan yang benar-benar memberi pengalaman berharga.

5.    Reading Slump

Reading slump terjadi ketika minat membaca menurun drastis. Kamu sering kesulitan fokus dan cepat bosan saat membuka buku. Oleh karena itu, mengenali reading slump penting agar kamu bisa mencari cara kreatif untuk kembali bersemangat membaca.

Artiket Terkait:  6 Alasan Penerbit Self Publishing Cocok Untuk Akademisi

6.    Book Buying Ban

Book buying ban adalah periode ketika kamu menahan diri dari membeli buku baru. Banyak pembaca melakukannya untuk mengurangi penumpukan di rak atau fokus menyelesaikan koleksi yang sudah ada. Istilah ini mencerminkan disiplin dalam mengelola bacaan.

7.    Reading Vlog

Reading vlog menampilkan perjalanan membaca dalam format video. Kreator membagikan rutinitas membaca, reaksi terhadap bagian tertentu, dan review singkat. Reading vlog membuat pengalaman membaca terasa lebih nyata dan interaktif.

8.    Book Hangover

Book hangover muncul ketika cerita yang baru kamu baca terus menghantui pikiran. Kamu sulit berpindah ke bacaan lain karena tokoh dan suasana masih melekat. Kondisi ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh sebuah cerita.

9.    Book Sniffer

Book sniffer adalah orang yang menikmati aroma buku, baik kertas baru maupun lawas. Aroma buku memicu nostalgia dan kenyamanan, sehingga banyak pembaca merasa lebih dekat dengan koleksi mereka.

10.  Re-read

Re-read berarti membaca ulang buku yang pernah kamu baca sebelumnya. Pembaca melakukan re-read untuk menangkap detail baru atau merasakan kembali emosi yang muncul saat pertama kali membaca.

11.  Annotate

Annotate berarti menulis catatan, memberi tanda, atau menandai kutipan penting pada buku. Banyak pembaca menggunakan sticky notes atau menggarisbawahi agar ide penting tidak terlupakan.

12.  Wrap Up

Wrap Up mengumpulkan daftar buku yang selesai dibaca dalam periode tertentu, misalnya “October Wrap Up”. Biasanya, format ini sering digunakan kreator untuk merangkum pencapaian membaca bulanan.

13.  Tsundoku

Tsundoku berasal dari bahasa Jepang dan menggambarkan kebiasaan membeli serta menumpuk buku tanpa sempat membacanya. Banyak book lovers merasakan kepuasan melihat rak penuh meski belum menyentuh Sebagian buku.

14.  Buddy Read

Buddy read berarti membaca satu buku bersama teman lalu berdiskusi setelahnya. Kegiatan ini membuat kegiatan membaca lebih sosial dan membuka perspektif baru terhadap cerita.

Artiket Terkait:  7 Alasan Mengapa Generasi Muda Mulai Meninggalkan Buku

15.  Book Mail

Book mail adalah paket berisi buku yang kamu terima. Banyak pembaca merekam momen membuka book mail sebagai konten unboxing dengan penuh antusiasme.

16.  Advanced Reader Copy (ARC)

ARC adalah salinan awal buku yang dikirim penerbit kepada pembaca atau reviewer sebelum rilis resmi. Pembaca ARC memberi ulasan awal dan membantu promosi, meski versi ini belum final.

17.  International Standard Book Number (ISBN)

ISBN adalah angka unik yang mengidentifikasi sebuah buku. Toko dan perpustakaan memakai ISBN untuk melacak judul, edisi, dan penerbit dengan akurat.

18.  Goodreads

Goodreads berfungsi sebagai platform untuk mencatat bacaan, menulis review, dan menemukan rekomendasi. Banyak pembaca memakai Goodreads untuk menyusun TBR atau membandingkan rating.

19.  Sinopsis

Sinopsis merangkum inti cerita sehingga pembaca mendapat gambaran umum sebelum membeli atau membaca lebih jauh. Dengan sinopsis, kamu bisa menilai apakah buku sesuai dengan selera.

20.  Whodunit

Whodunit adalah genre misteri yang menantang pembaca menebak siapa pelaku. Cerita ini penuh petunjuk yang menuntut analisis dan deduksi aktif.

21.  Plot Twist

Plot twist muncul ketika penulis mengubah arah cerita secara mengejutkan. Sehingga, teknik ini membuat pembaca merasakan ketegangan dan menjaga cerita tetap tak terduga.

22.  Epeolatry

Epeolatry menggambarkan kecintaan ekstrem pada kata-kata dan bahasa tulis. Pembaca dengan epeolatry sering terpukau oleh diksi indah dan metafora kuat.

23.  Bibliophagist

Bibliophagist adalah pembaca yang sangat rakus, seolah “melahap” buku satu demi satu. Mereka menyelesaikan banyak bacaan karena rasa ingin tahu besar.

24.  Bibliosmia

Bibliosmia berarti mencintai aroma buku. Sehingga, orang yang menyukai bibliosmia merasakan kenyamanan lewat wangi tinta dan kertas.

25.  Book-Bosomed

Book-bosomed menggambarkan orang yang selalu dekat dengan buku secara emosional dan fisik. Mereka kerap membawa buku ke mana-mana dan merasa tenang saat dikelilingi bacaan.

26.  Omnilegent

Omnilegent menunjuk pada pembaca yang membaca hampir semua genre tanpa pilih-pilih.   Mereka menikmati fiksi, nonfiksi, klasik, hingga akademis dengan antusias.

Artiket Terkait:  Editor Bukan Musuh Penulis: Kolaborasi Kreatif di Balik Buku Hebat

27.  Bookarazzi

Bookarazzi suka memotret buku dan momen membaca lalu membagikannya di media sosial. Foto-foto ini estetis dan membantu menyebarkan rekomendasi visual.

28.  Book Haul

Book haul menampilkan kumpulan buku baru yang seseorang beli atau terima. Orang sering memosting book haul dalam bentuk video atau foto untuk berbagi kegembiraan.

29.  Unhaul

Unhaul berarti menyortir dan melepas sebagian koleksi buku melalui jual sumbang atau memberikannya kepada orang lain. Dengan unhaul, kamu memberi ruang untuk bacaan baru dan merapikan rak.

30.  Librocubicularist

Librocubicularist adalah istilah untuk orang yang suka membaca di ranjang. Banyak pembaca menikmati suasana tenang saat membaca sebelum tidur.

31.  Cetul

Cetul berasal dari bahasa gaul pembaca Indonesia yang berarti “cepat tulis”. Pembaca memakai cetul untuk merekam reaksi atau kutipan menarik secara spontan.

32.  Bookstack

Bookstack merujuk pada tumpukan buku, baik yang menunggu dibaca maupun yang sudah selesai. Banyak pembaca memotret bookstack sebagai pengingat booklog membaca.

33.  Bookstagrammer

Bookstagrammer fokus membagikan konten buku di Instagram dengan estetika visual. Mereka mengunggah foto, review singkat, dan rekomendasi untuk membangun komunitas pembaca.

Penutup

Dari semua istilah di atas, jelas banget kalau dunia buku punya bahasa rahasia sendiri yang membuat membaca menjadi lebih menyenangkan. Dengan memahami daftar istilah tentang buku untuk book lovers, kamu bukan cuma menambah pengetahuan, tapi juga bisa lebih percaya diri saat ngobrol di klub buku, media sosial, atau sekadar sharing.

Jadi, kalau kamu menemukan istilah baru seperti TBR, DNF, atau bahkan Tsundoku, jangan bingung. Anggap itu bagian dari perjalanan menjadi book lover sejati. Ingat, membaca itu bukan lomba, tapi pengalaman. Nikmati prosesnya, bagikan ceritanya, dan biarkan buku menjadi sahabat yang selalu bikin hidup lebih berwarna.

Referensi

https://mojok.co/terminal/istilah-yang-sering-muncul-di-kalangan-pembaca-buku/

https://www.idntimes.com/life/inspiration/20-istilah-tentang-buku-book-lovers-wajib-tahu-01-g25rh-n5jr6g

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.
Artikel Terkait