Pendahuluan
Percaya tidak, kalau banyak tesis bagus tapi gagal dikenal dunia?
Setiap tahun, ribuan mahasiswa menutup perjalanan akademiknya dengan tesis yang luar biasa.
Ada yang meneliti topik langka, menemukan data penting, bahkan menawarkan gagasan baru yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.
Tapi sayangnya, sebagian besar dari karya itu berhenti di satu titik, sebatas di seminar dan penulisnya pun melupakannya.
Setelah disidangkan dan diarsipkan, tesis itu jarang dibaca lagi. Padahal, kalau dipikir, penelitian yang kamu perjuangkan berbulan-bulan itu layak dikenal lebih luas.
Mungkin masalahnya bukan di kualitas tulisan, tapi di wadahnya. Di sinilah konversi tesis menjadi buku bisa membuka jalan baru, membuat tulisan lebih mudah diterima di kalangan pembaca.
Kenapa Banyak Tesis Tak Pernah Sampai ke Pembaca?

Bukan karena isinya tidak menarik, tapi karena cara penyajiannya terlalu akademik.
- Menulis tesis umumnya untuk memenuhi standar penilaian kampus, bukan untuk pembaca
- Gaya bahasanya formal, panjang, dan penuh istilah teknis, sehingga pembaca yang bukan dari dunia penelitian akan sulit menikmatinya.
- Kebanyakan tesis hanya berakhir di repositori kampus, tanpa publikasi resmi atau promosi.
Akibatnya, karya yang sebenarnya punya nilai tinggi tidak pernah menembus pembaca lebih luas.
Padahal di balik setiap halaman tesis, ada cerita tentang ketekunan, data berharga, dan ide yang bisa menginspirasi banyak orang. Sayang sekali kalau berhenti di sana, bukan?
Bagaimana Tesis Bisa Dikenal Dunia Lewat Buku?
Di sinilah peran konversi tesis ke buku menjadi langkah strategis. Ini bukan sekadar mencetak ulang naskah akademik, tapi mengubah penelitianmu menjadi karya yang komunikatif dan layak edar.
Hal pertama yang harus kamu perhatikan saat mengonversi tesis ke buku adalah isinya.
Isi tesis berbeda jauh dengan isi buku. Menulis tesis tentu dengan gaya formal, sistematis, dan mengikuti aturan akademik yang ketat dengan bab-bab terbatas.
Sedangkan buku bersifat lebih fleksibel, di mana bahasanya ringan, alurnya lebih cair, dan tujuannya bukan hanya menyajikan hasil penelitian, tapi juga membuat pembaca nyaman memahami ide di dalamnya.
Karena itu, bahasa buku sebaiknya lebih mengalir dan tidak terlalu kaku, agar pembaca non-akademik pun bisa menikmati tanpa merasa sedang membaca laporan penelitian.
Begini proses sederhananya:
- Penyuntingan akademik profesional. Menyesauikan bahasa agar tetap ilmiah, tapi komunikatif dan mudah memahaminya.
- Desain dan layout buku tesismu tampil elegan dengan tampilan buku yang profesional.
- ISBN resmi dan penerbitan Buku hasil konversi bisa mendapat pengakuan resmi, sehingga menyebarluaskannya secara nasional.
Dan di sinilah Nasmedia hadir membantu.
Nasmedia? Iya, sebagai penerbit yang berpengalaman menangani konversi karya ilmiah menjadi buku ber-ISBN, Nasmedia tidak hanya menerbitkan, tapi juga menjaga esensi ilmiah dan meningkatkan daya jangkau publikasi.
Dengan dukungan editor ahli dan sistem distribusi profesional, tesis yang dulu hanya dosen pembimbing baca, kini bisa dunia pun mengenalnya.
Penutup
Tesis bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari kontribusi yang lebih luas.
Setiap penelitian punya potensi untuk mengubah cara pandang, memberi inspirasi, atau bahkan menjadi pijakan riset baru.
Tapi itu hanya bisa terjadi kalau penulis menerbitkan karya tersebut dan banyak orang yang membacanya.
Jadi, jangan biarkan tesismu hanya sampai di seminar saja.
Konversikan menjadi buku bersama Nasmedia, dan biarkan hasil risetmu menemukan pembacanya sendiri.
Karena karya ilmiah yang baik bukan hanya dinilai, tapi juga dikenal dan berdampak.














