Lompat ke konten

Breakthrough Generation: Bertahan dan Berkembang di Era Kompleksitas

Yunilia Nur Pratiwi

Arida Susyetina

Rizki Trisnawaty Arwien

Rissa Megavitry

Andi Jusmiana

Editor: Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO

Rp.85.000

Deskripsi

Di sebuah meja belajar, ada segenggam kertas yang tak pernah selesai dirapikan, laptop dengan dua puluh tujuh tab yang terus memanggil perhatian, dan sebuah ponsel yang berkerlip seperti kunang-kunang gelisah, mengirimkan notifikasi yang seakan tak pernah lelah. Di ruang kecil seperti inilah banyak mahasiswa, guru, dan pekerja intelektual hari ini berjuang. Bukan hanya melawan tumpukan tugas yang terus menunggu, tetapi melawan dorongan halus untuk menutup layar, menarik napas panjang, dan berkata, “Nanti saja.” Kata malas begitu mudah dijatuhkan, seolah-olah ia adalah label tentang karakter bawaan seseorang. Namun penelitian psikologi modern justru menunjukkan sebaliknya: malas bukan sekadar sikap, melainkan fenomena kompleks yang berakar pada mekanisme kognitif, kondisi emosional, faktor biologis, tekanan sosial, hingga desain lingkungan digital yang sengaja dibuat untuk merebut perhatian (Mark et al., 2008; Sirois, 2014). Ketika seseorang menunda pekerjaan bukan berarti ia tidak peduli, melainkan tubuh dan pikirannya sedang bereaksi terhadap tumpukan tuntutan yang terasa terlalu berat untuk ditangani.

HalamanPenerbit
x + 363 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5  x 23  cmIndonesia