Zainal Abidin Achmad
Heidy Arviani
Nobertus Ribut Santoso
Ratih Pandu Mustikasari
Myrtati Dyah Artaria
Maciej Henneberg
Rp.85.000
Deskripsi
Kenapa Harus Bicara?
“Pak, aku udah haid…” Kalimat sederhana itu bisa jadi mengejutkan, membingungkan, bahkan menegangkan, terutama bagi seorang ayah yang membesarkan anak perempuannya seorang diri.Bagi banyak ayah tunggal, membesarkan anak perempuan adalah perjalanan yang penuh cinta, tapi juga penuh tanya. Apalagi ketika anak perempuan itu beranjak remaja, mulai mengalami perubahan tubuh, mengenal perasaan suka, dan memasuki fase di mana tubuh dan pikirannya sedang mencari arah. Di sinilah isu kesehatan reproduksi dan seksual (SRH) menjadi penting.
Tapi mari jujur, Berapa banyak dari kita, para ayah, yang siap bicara soal menstruasi, perubahan tubuh, atau soal menjaga diri dalam pergaulan?
Jawabannya sering kali, tidak banyak. Bahkan untuk sekadar memulai percakapan saja terasa canggung. Kadang karena malu. Kadang karena tidak tahu harus mulai dari mana. Kadang karena merasa, “Ah, itu urusan ibunya dulu…”
Tapi bagaimana kalau ibunya sudah tiada?
Buku ini ingin mengubah itu. Melalui cerita-cerita nyata, kutipan langsung dari wawancara, dan refleksi dari riset yang kami lakukan di Surabaya dan Yogyakarta, kami mengajak pembaca, terutama para ayah, untuk melihat.
| Halaman | Penerbit |
| xx+ 104 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |









