Lompat ke konten

69 Hari Pulih ke Dalam

dr. Ema Surya Pertiwi

Rp.75.000

Deskripsi

Sebelumnya, aku menulis Obat Jiwa Itu Tersembunyi di Rumahku Sendiri yang lahir dari dua perjalanan yang berjalan bersamaan: perjalananku menghadapi gangguan jiwa dan perjalananku mendampingi pemulihan mamaku. Selama enam belas tahun, mamaku hidup dengan diabetes dan stroke. Ia perempuan yang terlalu kuat karena terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Baru bertahun-tahun kemudian aku benar-benar memahami bahwa tubuhnya runtuh tidak hanya karena gula darah atau pembuluh darah, tetapi karena emosi yang tidak pernah punya tempat untuk pulang.  Dari sana aku belajar bahwa sakit tidak selalu dimulai dari tubuh dan pulih tidak selalu berakhir di obat. Selama enam tahun, aku berjuang menjaga kewarasanku sendiri. Aku memahami diagnosis. Aku tahu istilah-istilahnya. Aku paham protokol, alur terapi, dan pilihan obat. Semua itu membantuku bertahan. Aku sangat yakin peran medis dalam hidupku. Namun, di balik semua pengetahuan itu, ada satu hal yang menghambat pemulihanku: aku tidak punya peta. Dalam dunia medis, tujuan akhirnya sering kali jelas. Gejala dikelola, kondisi distabilkan, obat diminum teratur. Namun di satu titik aku mulai bertanya,

“Lalu bagaimana aku hidup di sela-sela waktu minum obat?”.

Bagaimana aku menghadapi hari-hari ketika tubuhku gemetar, pikiranku gelap, dan aku harus tetap bangun, tetap berfungsi, tetap terlihat baik-baik saja? Tidak ada yang benar-benar mengajarkanku itu. Aku belajar dengan cara yang tidak ideal. Tersesat. Jatuh. Bangkit. Lalu jatuh lagi. Aku belajar dari tubuhku sendiri. Dari malam-malam panjang yang sunyi. Dari rasa takut yang tidak selalu bisa dijelaskan. Dari kesadaran bahwa menjaga kewarasan ternyata bukan hanya menjadi kuat, tapi belajar bagaimana caranya tetap hidup.

HalamanPenerbit
xii + 283 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5  x 23  cmIndonesia