Drs. Muchlis Achmad
Rp.75.000
Deskripsi
Nurul Qamar“ yang berarti Cahaya Bulan adalah nama dari sebuah Masjid tempat ibadah orang muslim di kampung halaman nan jauh di sana di Halmahera Desa Bobaneigo. Sebuah desa yang terletak di Teluk Kao, di bibir Pasifik Provinsi Maluku Utara. Dapat disebut di bibir Pasifik karena bagian luar teluk ini tepat menghadap ke lautan Pasifik. Cahaya bulan atau bulan bercahaya karena mendapat pantulan cahaya matahari. Tanpa matahari bulan tak akan bercahaya. “Tidak ada satu makhluk pun yang sampai ke matahari kecuali cahayanya sendiri.“ Demikian Prof. Dr. Kadirun Yahya, seorang guru sufi, ahli fisika, mantan Rektor Universitas Panca Budi Medan berkata. Cahaya matahari dan cahaya bulan tak dapat dipisahkan karena keduanya adalah Cahaya Ilahiyah. Dahulu, di tahun sembilan belas delapan puluhan, daerah ini masih tergolong daerah terluar dan terisolir dari jangkauan pembangunan. Bila kita bepergian dari dan ke Ternate saja membutuhkan waktu seharian dengan menggunakan perahu layar. Masjid Nurul Qamar didirikan oleh para leluhur, para tokoh masyarakat yang mulai mendiami Desa Bobaneigo secara permanen pascaperang dunia ke-II. Sebelumnya mereka hidup berpindah- pindah (bak nomaden) dari satu tempat ke tempat lainnya akibat penjajahan bangsa asing, perang, pemberontakan Permesta dan sebagainya. Bahkan lebih dahsyat lagi karena wilayah ini menjadi kawasan bertempurnya tentara sekutu melawan tentara Jepang, sehingga tidak heran kalau di sini banyak terdapat bangkai pesawat, panser, kapal, bahkan banyak terdapat lubang-lubang persembunyian (sekarang menjadi destinasi wisata sejarah).
| Halaman | Penerbit |
| xxiv + 293 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,5 x 20,5 cm | Indonesia |









