Gema Mirza Louisa Yudisthi, S.Sos., S.H., M.H.
Rp. 80.000
Deskripsi
“kepalsuan yang efisien”. Kita sangat mahir mengelola organisasi, menyusun strategi PESTEL yang rumit, dan membedah laporan laba rugi, tetapi kita gagap saat harus berhadapan dengan gejolak ego kita sendiri. Kita memimpin ribuan orang menuju target-target duniawi, namun kita sering kali tersesat saat harus menempuh jalan pulang menuju hati. Inilah titik urgensi yang melahirkan pemikiran tentang Diferensial Tazkiatun Nafs. Mengapa diferensial? Karena dalam kalkulus kehidupan, yang paling menentukan bukanlah di mana posisi kita saat ini, melainkan seberapa cepat arah perubahan batin kita bergerak menuju kesucian atau justru menjauh darinya. Laju perubahan (gradient) dari kondisi rohaniah seorang pemimpin adalah kompas yang menentukan arah masa depan peradaban. Jika batin seorang pemimpin keruh oleh ambisi buta dan keangkuhan, maka seluruh kebijakan yang lahir darinya akan menjadi racun yang terbungkus rapi dalam kemasan profesionalisme. Sebaliknya, perubahan sekecil apa pun ke arah perbaikan batin—sebuah diferensial positif dalam penyucian jiwa—akan menghasilkan dampak sistemis yang luar biasa besar bagi orang-orang yang dipimpinnya. Kita membutuhkan lebih dari sekadar manajemen sumber daya manusia; kita membutuhkan manajemen energi cahaya di dalam kalbu.
| Halaman | Penerbit |
| x + 154 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |








