Sodikin
Yulianti
Rp. 80.000
Deskripsi
Bayangkan sebuah madrasah yang bangga memamerkan rak- rak buku barunya, papan nama “Perpustakaan” yang mengilap, bahkan sudah memasang komputer untuk mendata buku. Namun, ketika ditanya “Apa sebenarnya tujuan perpustakaan ini didirikan?”, jawabannya sering kali mengambang: “Ya, supaya anak- anak baca buku.” Jawaban ini tidak salah, tetapi jauh dari cukup. Fenomena semacam ini banyak ditemukan di perpustakaan madrasah, mulai dari tingkat Ibtidaiyah hingga Aliyah. Perpustakaan berdiri secara fisik, tetapi rapuh secara konsep. Padahal, sebelum bicara soal SLiMS, barcode, atau OPAC digital, pengelola perpustakaan madrasah wajib menguasai satu hal yang justru sering dianggap remeh: konsep dasar perpustakaan itu sendiri—apa definisinya, untuk apa ia ada, kegiatan apa saja yang menopangnya, serta aturan main apa yang mengikatnya secara hukum, pedoman, standar, akreditasi, hingga sertifikasi tenaga pengelolanya. Bab ini akan mengupas semua itu satu per satu. Anggap saja bab ini sebagai fondasi rumah—mungkin tidak terlihat semewah dinding dan atapnya, tetapi tanpa fondasi yang kuat, sebagus apa pun sistem automasi yang dipasang di atasnya, ia hanya akan menjadi bangunan indah yang rapuh.
| Halaman | Penerbit |
| xii + 171 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,5 x 20,5 cm | Indonesia |






