Lompat ke konten

Di Antara Kemanusiaan dan Kecurigaan (Dinamika Sikap Masyarakat Aceh Terhadap Imigran Ilegal Rohingya): Ketika Kontak Sosial Menjadi Jembatan, atau Justru Pemicu Konflik

Nining Parlina, M.Si (Han)

Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.Si., M.M., Psikolog

Henny Saptatia Drajati Nugrahani, S.S., M.A., Ph.D

Editor:  Dr. Dr. Ir. Pujo Widodo, M.A., M.Ds., M.Si., M.Si (Han)

Rp. 80.000

Deskripsi

Kekuasaan dalam tradisi hukum modern kerap dipahami sebagai kapasitas institusional untuk mengatur perilaku melalui norma dan sanksi. Namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya menjangkau dimensi relasional yang membentuk subjek sebelum tindakan lahir. Kekuasaan tidak hanya bekerja pada tingkat perintah dan larangan, melainkan juga pada tingkat pembentukan persepsi, preferensi, dan orientasi makna. Dalam kerangka ini, kekuasaan tidak semata bersifat eksternal terhadap subjek, tetapi hadir dalam relasi yang membentuk kondisi kemungkinan bagi kehendak itu sendiri. Dalam konteks transformasi digital, relasi subjektif ini memperoleh bentuk baru yang semakin kompleks. Arsitektur algoritmik, personalisasi sistemis, dan tata kelola berbasis data memperluas medan di mana kekuasaan berinteraksi dengan kesadaran. Bab ini menempatkan kekuasaan sebagai relasi yang menyentuh dimensi internal subjek, sehingga analisis hukum tidak berhenti pada institusi formal, tetapi menelusuri bagaimana struktur kuasa membentuk dan memediasi pengalaman reflektif manusia dalam tatanan kontemporer.

HalamanPenerbit
viii + 418 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5  x 23 cmIndonesia