Dr. Rofhani, M.Ag.
Editor: Ahmad Mustakim
Rp. 80.000
Deskripsi
Tidak ada peradaban yang selamanya berada di puncak kejayaan. Demikian pula dengan peradaban Islam. Dalam rentang sejarah yang panjang, umat Islam pernah tampil sebagai pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dunia. Ketika Eropa masih berada dalam masa yang sering disebut sebagai Dark Ages, kota-kota Islam seperti Baghdad, Cordoba, Damaskus, Bukhara, hingga Kairo justru menjelma menjadi pusat peradaban global. Di sanalah lahir ilmuwan, filsuf, dokter, matematikawan, astronom, dan teolog yang tidak hanya memengaruhi dunia Islam, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya Renaisans Eropa. Kejayaan tersebut bukanlah sebuah kebetulan sejarah. Ia lahir dari cara pandang Islam terhadap ilmu pengetahuan. Al-Qur’an sejak awal menghadirkan perintah membaca (iqra’), mengajak manusia berpikir (tafakkur), menggunakan akal (ta’aqqul), melakukan observasi terhadap alam (nazar), serta mengambil pelajaran dari sejarah (i’tibar). Pengetahuan dipahami sebagai jalan menuju pengenalan kepada Tuhan sekaligus sebagai sarana untuk membangun kemaslahatan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, antara agama dan ilmu pengetahuan tidak pernah diposisikan sebagai dua wilayah yang saling bertentangan.
| Halaman | Penerbit |
| xvi + 111 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |





