Hermawan Puji Yuwana
Rp. 80.000
Deskripsi
Ketika kecil, kita mungkin pernah diajarkan bahwa melihat adalah percaya (seeing is believing). Kita memercayai sesuatu karena mata kita dapat melihatnya. Kita yakin bahwa meja berada di hadapan kita karena dapat disentuh dan dilihat. Kita mengetahui warna langit karena mata kita mampu menangkapnya. Tanpa kita sadari, kita tumbuh dengan keyakinan sederhana bahwa sesuatu yang terlihat berarti ada, dan sesuatu yang tidak terlihat berarti patut dipertanyakan.Namun, benarkah demikian?Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, apakah selama ini kita hanya memercayai sesuatu yang dapat kita lihat?Jika jawabannya adalah “ya”, mungkin kita perlu memikirkannya kembali. Cobalah pejamkan mata selama beberapa detik. Lalu tarik napas yang dalam. Udara memenuhi paru-paru kita setiap saat. Ia menemani kita sejak kita dilahirkan hingga hari ini. Kita tidak pernah meminta kehadirannya, tetapi kita sangat membutuhkannya.Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang pernah melihat udara dengan mata telanjang.Yang kita lihat hanyalah dedaunan yang bergerak tertiup angin, tirai yang bergoyang di dekat jendela, dan napas yang mengembun di pagi hari. Kita tidak melihat udaranya, tetapi kita mengetahui bahwa ia ada. Barangkali selama ini, yang kita lihat bukanlah segala sesuatu itu sendiri, melainkan jejak-jejak keberadaannya.
| Halaman | Penerbit |
| xii + 172 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |





