Lompat ke konten

Neurorestorasi dan Neuroengineering Jembatan Emas menuju Kehidupan Berkualitas bagi Penyandang Neurodiversity

Dr. dr. Jumraini, Sp. S., Subsp. N.R.E. (K).

Editor: Dr. Tammasse, M.Hum.

Rp.80.000

Deskripsi

Istilah “neurodiversity” diperkenalkan oleh penyandang autisme, Judy Singer, pada akhir 1990-an. Sejak itu, geraan ini berkembang, dengan banyak individu dan organisasi mendukung pengakuan dan penerimaan terhadap berbagai kondisi neurologis. Neurodiversity adalah konsep yang muncul dari pemahaman bahwa variasi dalam fungsi neurologis manusia adalah bagian alami dari keragaman manusia.1 Istilah ini sering dikaitkan dengan kondisi seperti autisme, ADHD, disleksia, dan lainnya. Neurodiversity mengedepankan pandangan bahwa kondisi neurologis yang berbeda tidak hanya harus dipandang sebagai gangguan atau cacat, tetapi juga sebagai variasi yang memiliki nilai dan keunikan tersendiri. Konsep ini mendorong masyarakat untuk menerima dan menghargai perbedaan dalam cara berpikir dan berperilaku. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana individu dengan kondisi neurodiverse dapat berkembang dan berkontribusi.

HalamanPenerbit
xii + 98 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5  x 23  cmIndonesia