Lompat ke konten

Pengembangan Sistem Kesehatan Masyarakat

Dr. H. Baharuddin Condeng, S.KM., M.Kes

Elsye Theresia, SST.,  M.Kes

Dr. Januar Ariyanto, SKM., M.Kes

Dr. Marwah Thaha, M.Si.

Dr. Muhammad Tahir Saenong, SKM., M.Kes

Dr. Lady Galatia Lapian, Skep., Ns., MARS

Dr. Owildan Wisudawan B, SKM., M.Kes., MCE.

Dr. dr. Tyrsa C. N. Monintja, S.Ked, M.Kes, FISPH, FISCM

Dr. dr. Margareth Rosalinda Sapulete, S.Ked, M.Kes, FISPH, FISCM

Dr. Muh. Saleh, SKM., M.Kes

Editor: Dr. Muhammad Tahir Saenong, SKM., M.Kes

Rp.85.000

Deskripsi

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki keragaman budaya, etnis, dan kondisi geografis yang sangat bervariasi. Keadaan ini menciptakan tantangan tersendiri dalam hal penyediaan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Tantangan utama yang dihadapi dalam sistem kesehatan di Indonesia meliputi:

Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan: Perbedaan akses terhadap layanan kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan masih sangat mencolok. Di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, fasilitas kesehatan canggih dan tenaga medis yang berkualitas sangat mudah diakses, sementara di daerah pedesaan atau wilayah terpencil, fasilitas kesehatan terbatas, dan tenaga medis terlatih sering kali sulit dijangkau. Ketimpangan ini menyebabkan ketidakmerataan dalam pencapaian status kesehatan masyarakat.

Penyakit Menular: Indonesia masih menghadapi berbagai penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan publik, seperti tuberkulosis, HIV/AIDS, malaria, dan penyakit tropis lainnya. Penyakit-penyakit ini cenderung lebih banyak mempengaruhi kelompok masyarakat yang kurang mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang memadai. Program pencegahan dan pengobatan penyakit menular perlu diperkuat untuk mengatasi masalah ini.

Penyakit Tidak Menular (PTM): Selain penyakit menular, penyakit tidak menular (seperti hipertensi, diabetes, kanker, dan penyakit jantung) juga menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat, terutama di kalangan masyarakat dengan pola hidup tidak sehat. PTM sering kali terkait dengan faktor risiko yang dapat dicegah, seperti pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan merokok. Oleh karena itu, pendekatan preventif dan promotif sangat dibutuhkan untuk menanggulangi PTM.

Keterbatasan Infrastruktur Kesehatan: Banyak wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil, masih kekurangan fasilitas kesehatan yang memadai, seperti puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, infrastruktur seperti jalan yang rusak dan akses terbatas juga menjadi hambatan dalam distribusi obat- obatan dan tenaga medis.

Tantangan Sumber Daya Manusia (SDM): Indonesia juga menghadapi tantangan dalam hal distribusi tenaga kesehatan. Banyak tenaga medis lebih memilih untuk bekerja di daerah perkotaan, sementara daerah-daerah terpencil kekurangan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, adanya perbedaan pelatihan dan kualitas layanan antara berbagai daerah menyebabkan disparitas dalam kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat.

HalamanPenerbit
vi + 205 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5  x 23  cmIndonesia