La Shandya
Rp.85.000
Deskripsi
“Ame*!!!”, terdengar sebuah teriakan ketakutan yang bercampur aduk dengan gonggongan.
Suara memanggil ibu dari arah samping tempatku duduk kemudian lenyap hingga menyisakan gonggongan- gonggongan yang tak berkesudahan. Seketika mood dan semangat untuk menghabiskan sebungkus es putar di tanganku terganggu. Sebelum sedotan es terakhir sampai dimulutku, suara makhuk-makhluk berkaki empat masih tak berhenti juga. Aku benar-benar hilang kesabaran. Siang menjelang sore pukul 2 itu, aku bangkit dari teras berlantai semen di depan sebuah toko perabotan milik orang Tionghoa. Aku setengah membalikkan badan kemudian melempar dari kejauhan sebuah plastik bening berisi sedotan dan sisa-sisa es batu. Sesuatu yang kulempar tepat masuk ke dalam tong sampah setinggi 30 cm yang tak lain adalah setengah drum berkarat. Sebelum melangkah untuk pulang, kedua telingaku kembali mendengar jeritan, “Ame!!! Betisku kali ini pasti bolong Me.” Teriakan yang kudengar tak lagi diiringi gonggongan melainkan suara geraman anjing yang sepertinya siap untuk menerkam. Tak butuh satu menit bagiku untuk mencari dua jenis suara yang terlau berbeda itu. Hal yang berikutnya terjadi adalah diriku berdiri di sebuah ujung gang. Sekitar sebelas meter di hadapanku, berdiri sebuah tembok tinggi yang adalah pengakhir sebuah gang buntu. Di sana, di sisi gang buntu itu, seorang remaja perempuan sedang bertahan di sebuah dahan pohon rambutan yang ramping. Dahan muda berdiameter setengah pergelangan tangan orang dewasa itu hanya menunggu waktu untuk patah.
| Halaman | Penerbit |
| viii+ 286 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,8 x 21 cm | Indonesia |









