Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.

Cara Menulis Daftar Pustaka Sesuai Jenis dan Gaya Penulisannya

Daftar Isi

Pendahuluan

Cara menulis daftar pustaka sesuai jenis dan gaya penulisannya menjadi fondasi utama untuk menjaga kredibilitas karya ilmiah. Dengan kata lain, penulis yang menulis daftar pustaka dengan rapi menunjukkan ketelitian sekaligus menghargai sumber yang digunakan. Sehingga, daftar pustaka yang konsisten memudahkan pembaca menelusuri referensi asli dan memperkuat kepercayaan terhadap isi tulisan.

Artikel ini memandu kamu memahami pengertian, fungsi, gaya penulisan, serta format daftar pustaka berdasarkan sumber agar tulisanmu terlihat profesional dan meyakinkan.

Pengertian Daftar Pustaka

Daftar pustaka mencatat semua sumber rujukan yang penulis gunakan dalam menyusun karya tulis. Untuk memperjelas, penulis memasukkan buku, jurnal ilmiah, artikel, website, skripsi, tesis, disertasi, hingga dokumen resmi. Melalui daftar pustaka, penulis menunjukkan asal ide, teori, data dan kutipan yang digunakan dalam teks.

Setelah memahami pengertiannya, penting pula mengetahui peran strategis daftar pustaka dalam sebuah karya ilmiah.

Fungsi Daftar Pustaka

Daftar pustaka memiliki fungsi strategis yang tidak bisa diabaikan. Berikut penjelasan lebih detail:

1.    Menunjukkan kejujuran akademik

Penulis yang mencantumkan sumber dengan benar membuktikan bahwa ia menghargai karya orang lain dan tidak mengklaim ide yang bukan miliknya. Sehingga tulisan yang dihasilkan lebih kredibel dan terpercaya.

2.    Solusi menghindari plagiarisme

Dengan mencantumkan daftar pustaka, penulis terhindar dari tuduhan menjiplak. Sehingga, hal ini menjaga reputasi akademik dan profesional.

3.    Memudahkan pembaca menelusuri sumber asli

Daftar pustaka berfungsi sebagai peta, sehingga pembaca dapat menelusuri sumber asli untuk memperdalam pengalaman atau memverifikasi informasi.

4.    Memperkuat validitas dan kredibilitas argumen

Tulisan dengan sumber terpercaya akan lebih meyakinkan, hal ini karena daftar pustaka menjadi bukti nyata bahwa argumen penulis tidak berdiri sendiri. Sehingga, pembaca dapat lebih mudah menaruh kepercayaan pada isi tulisan.

5.    Menjadi dasar pengembangan penelitian lanjutan

Peneliti lain dapat menggunakan daftar pustaka sebagai pijakan untuk memperluas penelitian. Dengan begitu, karya ilmiah tidak berhenti pada satu titik, tetapi terus berkembang.

Agar fungsi-fungsi tersebut benar-benar tercapai, penulis perlu mengikuti gaya penulisan daftar pustaka yang tepat.

Jenis Gaya Penulisan Daftar Pustaka

1.    APA (American Psychological Association)

Bidang ilmu sosial, pendidikan, dan psikologi memakai gaya APA untuk menulis daftar pustaka. Hal ini karena, format ini menekankan tahun terbit sebagai penanda relevansi penelitian. Selain itu, dalam bidang ilmu sosial, pendidikan, dan psikologi menjaga konsistensi tanda baca dan urutan elemen agar pembaca mudah menemukan sumber.

Format dasar: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul. Kota: Penerbit.

Artiket Terkait:  Mengapa Pembajakan Buku Merusak Masa Depan Literasi?

Berbeda dengan APA, bidang sastra dan humaniora lebih sering menggunakan gaya MLA.

2.    MLA (Modern Language Association)

Bidang sastra dan humaniora menggunakan gaya MLA sebagai standar penulisan daftar pustaka. Format ini menyoroti nama penulis dan judul karya karena bidang ini menekankan interpretasi teks. Penulis menampilkan halaman kutipan secara detail sehingga pembaca langsung merujuk bagian tertentu.

Format dasar: Nama Belakang, Nama Depan. Judul. Penerbit, Tahun.

 Sementara itu, untuk bidang sejarah dan filsafat, gaya Chicago lebih banyak dipilih.

3.    Chicago

Bidang sejarah dan filsafat memilih Chicago Style untuk menyusun daftar pustaka. Hal ini karena, format ini menawarkan fleksibilitas dengan sistem catatan kaki (footnote) atau daftar pustaka. Dengan menekankan detail penerbitan, terutama untuk buku, agar dokumentasi terlihat lengkap.

Format dasar: Nama Belakang, Nama Depan. Tahun. Judul. Kota: Penerbit.

 Jika Chicago menekankan detail penerbitan, maka bidang teknik dan teknologi lebih mengutamakan sistem penomoran melalui gaya IEEE.

4.    IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)

Bidang teknik dan teknologi mengandalkan gaya IEEE dalam penulisan daftar pustaka. Hal ini karena, format ini menampilkan penomoran sesuai urutan kemunculan sumber dalam teks. Sehingga, pembaca tahu sumber yang terkait dengan pernyataan tertentu.

Format dasar: [Nomor] Inisial Nama Belakang, Judul. Kota: Penerbit, Tahun.

 Terakhir, ada gaya Harvard yang sering digunakan dalam ilmu sosial dan bisnis.

5.    Harvard

Bidang ilmu sosial dan bisnis sering memakai Harvard Style untuk menulis daftar pustaka. Format ini menyerupai APA tetapi tampi lebih ringkas. Intinya, penulis menekankan nama penulis dan tahun dalam teks agar pembaca segera menghubungkan argumen dengan sumber.

Format dasar: Nama Belakang, Inisial., Tahun. Judul. Kota: Penerbit.

Format Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Sumber

1.    Buku

APA     : Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku. Kota: Penerbit.

Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

MLA   : Nama Belakang, Nama Depan. Judul. Penerbit, Tahun.

Nurgiyantoro, Burhan. Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Chicago           : Nama Belakang, Nama Depan. Tahun. Judul. Kota: Penerbit.

Nurgiyantoro, Burhan. 2018.Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

IEEE               : [Nomor] Inisial Nama Belakang, Judul. Kota: Penerbit, Tahun.

[1] B. Nurgiyantoro, Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2018.

Harvard           : Nama Belakang, Inisial., Tahun. Judul. Kota: Penerbit.

Nurgiyantoro, B. 2018., Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Artiket Terkait:  Ini Rahasia Desain Cover yang Menghipnotis Pembaca

Jika buku merupakan sumber yang paling umum, maka jurnal ilmiah menjadi rujukan utama dalam penelitian akademik.

2.    Jurnal Ilmiah

APA     :Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman.

Wibowo, A. (2021). Metafora dalam sastra modern. Jurnal Bahasa dan Satra, 15(2), 120-135.

MLA   : Nama Belakang, Nama Depan. “Judul Artikel.” Nama Jurnal, vol. volume, no. Nomor, Tahun, pp. Halaman.

Wibowo, Andi. “Metafora dalam Sastra Modern.” Jurnal Bahasa dan Sastra, vol. 15, no. 2, 2021, pp. 120-135.

Chicago: Nama Belakang, Nama Depan. Tahun. “Judul Artikel.” Nama Jurnal Volume (Nomor): Halaman.

Wibowo, Andi. 2021. “Metafora dalam Sastra Modern.” Jurnal Bahasa dan Sastra 15(2): 120-135.

IEEE   : [Nomor] Inisial Nama Belakang, “Judul Artikel,” Nama Jurnal, vol. Volume, no. Nomor, pp. Halaman, Tahun.

[2] A. Wibowo, “Metafora dalam sastra modern,” Jurnal Bahasa dan Sastra, vol. 15, no.2, pp. 120-135, 2021.

Harvard: Nama Belakang, Inisial., Tahun. Judul Artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman.

Wibowo, A., 2021. Metafora dalam sastra modern. Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(2), pp.120-135.

Selain jurnal, informasi akademik juga sering diperoleh dari sumber daring atau website resmi.

3.    Website

APA     : Nama Organisasi/Author. (Tahun). Judul halaman. URL (diakses Tanggal).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2023). Pedoman penulisan karya ilmiah. https://kemdikbud.go.id (diakses 10 Januari 2025).

MLA   : Nama Organisasi/Author. “Judul Halaman.” Tahun, URL.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.” 2023, https://kemdikbud.go.id

Chicago: Nama Organisasi/Author. Tahun. “Judul Halaman.” Diakses Tanggal.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2023. “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.” Diakses 10 Januari 2025.

IEEE: [Nomor] Nama Organisasi/Author, “Judul Halaman,” Tahun. [Online]. Tersedia: URL.

[3] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, “Pedoman penulisan karya ilmiah,” 2023. [Online]. Available: https://kemdikbud.go.id

Harvard: Nama Organisasi/Author, Tahun. Judul Halaman. Tersedia di: URL (diakses Tanggal)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2023. Pedoman penulisan karya ilmiah. Tersedia di: https://kemdikbud.go.id (diakses 10 Januari 2025).

Di luar sumber daring, karya ilmiah mahasiswa seperti skripsi, tesis, dan disertasi juga sering dijadikan rujukan penting.

4.    Skripsi, Tesis, Disertasi

APA: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul karya. Skripsi/Tesis/Disertasi. Nama Universitas.

Pratama, R. (2020). Analisis simbolisme dalam novel Indonesia. Skripsi. Universitas Indonesia.

MLA: Nama Belakang, Nama Depan. Judul Karya. Tahun, Nama Universitas.

Pratama, Rian. Analisis Simbolisme dalam Novel Indonesia. 2020, Universitas Indonesia.

Chicago: Nama Belakang, Nama Depan. Tahun. Judul Karya. Skripsi/Tesis/Disertasi, Nama Universitas.

Artiket Terkait:  Panduan Menulis Kalimat yang Efektif dan Mudah Dipahami

Pratama, Rian. 2020. Analisis Simbolisme dalam Novel Indonesia. Skripsi, Universitas Indonesia.

IEEE: [Nomor] Inisial Nama Belakang, Judul Karya. Skripsi/Tesis/Disertasi, Nama Universitas, Tahun.

[4] R. Pratama, Analisis Simbolisme dalam Novel Indonesia. Skripsi, Universitas Indonesia, 2020.

Harvard: Nama Belakang, Inisial., Tahun. Judul Karya. Skripsi/Tesis/Disertasi. Nama Universitas.

Pratama, R., 2020. Analisis simbolisme dalam novel Indonesia. Skripsi. Universitas Indonesia.

Dalam praktiknya, sumber-sumber tersebut tidak selalu ditulis oleh satu orang, sehingga aturan jumlah penulis juga perlu diperhatikan.

Format Penulisan jika Penulis Lebih dari Satu

1.    APA

Bila terdapat dua penulis: tulis keduanya dengan tanda “&”.
Contoh:

Santoso, A., & Wibowo, B. (2020). Analisis budaya populer. Jakarta: Gramedia.

Bila terdapat tiga sampai dua puluh penulis: tulis semua nama, pisahkan dengan koma, dan gunakan “&” sebelum nama terakhir.

Jika, lebih dari dua puluh penulis:  tulis 19 nama pertama, tambahkan “…”, lalu nama terakhir.

2.    MLA

Bila terdapat dua penulis: tulis nama depan-belakang penulis pertama, lalu penulis kedua dengan format normal.
Contoh:

Santoso, Andi, and Budi Wibowo. Analisis Budaya Populer. Gramedia, 2020.

Jika terdapat tiga atau lebih penulis: tulis nama penulis pertama diikuti “et al.”
Contoh:

Santoso, Andi, et al. Analisis Budaya Populer. Gramedia, 2020.

3.    Chicago

Bila terdapat dua atau tiga penulis: tulis semua nama, pisahkan dengan koma, gunakan “dan” atau “and” sebelum nama terakhir.
Contoh:

Santoso, Andi, Budi Wibowo, and Rina Pratama. 2020. Analisis Budaya Populer. Jakarta: Gramedia.

Jika, terdapat empat atau lebih penulis: tulis nama pertama diikuti “et al.”

4.    IEEE

Jika, semua penulis ditulis sesuai urutan, dipisahkan dengan koma.
Contoh:

[1] A. Santoso, B. Wibowo, and R. Pratama, Analisis Budaya Populer. Jakarta: Gramedia, 2020.

5.    Harvard

Bila terdapat dua atau tiga penulis: tulis semua nama dengan koma, gunakan “dan” atau “&” sebelum nama terakhir.
Contoh:

Santoso, A., Wibowo, B., & Pratama, R., 2020. Analisis budaya populer. Jakarta: Gramedia.

Jika, ada empat atau lebih penulis: tulis nama pertama diikuti “et al.”
Contoh:

Santoso, A., et al., 2020. Analisis budaya populer. Jakarta: Gramedia.

Penutup

Menulis daftar pustaka yang benar membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Hal ini karena, penulis yang memahami pengertian, fungsi, gaya penulisan, dan formatnya dapat menyusun daftar pustaka yang rapi dan kredibel. Pada akhirnya, daftar pustaka yang baik menandai kualitas intelektual tulisan dan memperkuat reputasi akademik penulis.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Nurni Amalia
Nurni Amalia
Mahasiswa aktif jurusan sastra inggris dengan minat mendalam terhadap membaca, penulisan dan dunia literasi.
Artikel Terkait