Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.

Proses Screening: Tahap Awal yang Penting dalam Konversi KTI

Daftar Isi

Pendahuluan

Tidak semua karya ilmiah diciptakan untuk tinggal selamanya di ruang akademik. Di balik tabel, grafik, dan pembahasan metodologis yang rapi, ada gagasan besar yang sebenarnya relevan dengan persoalan nyata di masyarakat.

Sayangnya, banyak KTI berhenti pada fungsi administratif-lulus, dinilai, lalu selesai.

Ketika muncul keinginan untuk mengonversi KTI menjadi buku, penulis akan langsung berpikir soal penyederhanaan bahasa atau pengeditan isi.

Tetapi ada satu proses yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke tahap teknis, yakni memastikan bahwa pembaca akan bisa memahami naskah secara menyeluruh dari awal.

Proses screening sebagai tahap awal yang penting dalam proses konversi akan menjadi penentu apakah KTI dapat berkembang menjadi buku yang utuh, relevan dan layak terbit.

Pengertian Konversi KTI

Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah tulisan yang tersusun berdasarkan kaidah ilmiah, menggunakan metode penelitian yang sistematis, serta terdukung oleh data dan referensi yang valid.

Contoh KTI antara lain skripsi, tesis, disertasi, artikel jurnal, dan laporan penelitian.

KTI memiliki struktur yang ketat dan bahasa yang formal. Tujuannya jelas, yaitu menyampaikan temuan ilmiah secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, struktur dan gaya bahasa ini sering kali membuat KTI terasa berat bagi pembaca non-akademik.

Konversi menjadi buku berarti mengubah KTI ke dalam bentuk yang lebih populer dan komunikatif tanpa menghilangkan substansi ilmiahnya.

Contohnya, skripsi tentang pendidikan karakter dapat dikonversi menjadi buku edukatif yang bisa dibaca oleh guru, orang tua, atau pemerhati pendidikan.

Dengan demikian, konversi KTI menjadi buku adalah proses mengadaptasi karya tulis ilmiah ke format buku yang lebih ramah pembaca umum, baik dari segi bahasa, struktur, maupun penyajian isi.

Artiket Terkait:  5 Kesalahan Fatal Penulis dalam Memilih Penerbit

Proses ini mengolah ulang naskah agar nilai ilmiahnya tetap utuh dan pesannya lebih luas tersampaikan.

Screening – Langkah Awal sebelum Konversi

Screening merupakan tahapan awal dalam proses konversi KTI sebelum naskah masuk ke tahap restrukturasi dan editing. Pada tahap ini, penerbit menilai kesiapan naskah untuk dikonversi.

Tahap screening menjadi sangat penting karena menentukan arah pengolahan naskah selanjutnya. Hal ini karena proses konversi berisiko tidak fokus dan kehilangan esensi ilmiah karya apabila teknis screening tidak tepat.

Setelah memahami peran screening, kini saatnya membahas apa saja yang dilakukan dalam tahap ini, khususnya pada proses pemetaan naskah.

Pemetaan dalam Tahap Screening

1.     Pemetaan Core Value

Core value adalah nilai utama atau gagasan inti dari KTI. Pada tahap ini, penerbit mengidentifikasi pesan paling penting yang ingin penulis sampaikan.

Mengabaikan core value akan menjadikan konversi berisiko melebar ke mana-mana. Buku bisa kehilangan arah dan tidak lagi mencerminkan tujuan awal penelitian.

Dengan pemetaan core value, proses konversi menjadi lebih terarah, proses konversi menjadi lebih terarah. Buku yang dihasilkan tetap memiliki benang merah yang kuat dan konsisten.

2.     Pemetaan Variabel

Variabel merujuk pada konsep, faktor, atau aspek utama yang ada dalam pembahasan KTI. Pemetaan ini membantu menentukan bagian mana yang perlu editor pertahankan, sederhanakan, atau eliminasi.

Tanpa pemetaan variabel, naskah buku bisa menjadi terlalu teknis atau justru kehilangan kedalaman ilmiahnya.

Dengan memahami variabel secara menyeluruh, penerbit dapat menyesuaikan penyajian materi agar tetap akurat namun mudah bagi pembaca untuk memahaminya.

3.     Pemetaan Tujuan dan Outline

Tujuan konversi dan outline buku perlu ditentukan sejak awal. Outline menjadi kerangka besar yang memandu proses restrukturisasi.

Artiket Terkait:  Cari Jasa Desain Cover Buku Berkualitas? Nasmedia Jawabannya

Jika tahap ini dilewati, struktur buku cenderung tidak rapi dan alurnya membingungkan pembaca.

Dengan outline yang jelas, proses editing menjadi lebih efisien dan hasil akhir buku terasa lebih sistematis.

Mengapa Tahap Screening Begitu Penting

1.     Menentukan Kelayakan Naskah

Screening membantu menilai apakah KTI layak dikonversi menjadi buku. Penilaian ini mencakup isi, relevansi, dan potensi pasar. Manfaatnya, penulis tidak membuang waktu pada naskah yang belum siap dan bisa melakukan perbaikan sejak awal.

2.     Menghemat Waktu dan Biaya

Dengan screening yang tepat, proses konversi menjadi lebih efisien. Kesalahan besar bisa terdeteksi lebih awal. Hal ini menghemat waktu dan biaya karena dapat meminimalisasikan revisi besar di tahap berikutnya.

3.     Menjaga Kualitas Hasil Akhir

Screening memastikan bahwa kualitas ilmiah dan keterbacaan buku tetap terjaga. Manfaat akhirnya adalah buku yang layak terbit dan relevan bagi pembaca. Pada titik ini, penulis perlu memilih penerbit yang paham proses screening secara menyeluruh.

Nasmedia hadir sebagai penerbit yang mendampingi penulis sejak tahap awal konversi, termasuk proses screening yang sistematis.

Dengan pengalaman dan tim profesional, Nasmedia membantu memetakan naskah secara tepat sebelum masuk ke tahap selanjutnya.

Kepercayaan terhadap penerbit menjadi kunci agar proses konversi berjalan aman, terarah, dan menghasilkan buku berkualitas.

Penutup

Konversi KTI menjadi buku adalah langkah strategis untuk memperluas dampak karya ilmiah. Namun, keberhasilan proses ini sangat bergantung pada tahap awal yang sering penulis anggap sepele, yaitu screening.

Melalui screening yang tepat, naskah dipetakan dengan jelas dan siap dikembangkan.

Jika kamu ingin mengonversi KTI dengan proses yang terstruktur dan terpercaya, memilih penerbit yang memahami pentingnya screening adalah sebuah keputusan penting.

Artiket Terkait:  KTI Boleh Serius, Tapi Nggak Harus Kaku

Bersama Nasmedia, proses konversi KTI akan berjalan lebih aman, tetapi juga lebih terarah. Saatnya membawa KTI-mu melangkah lebih jauh dan memberi manfaat yang lebih luas bagi pembaca.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.
Artikel Terkait