Briyanta Tarigan
Rp. 80.000
Deskripsi
Saya pernah mengira HR adalah profesi yang berdiri di pinggir ring. Mengawasi. Menengahi. Menenangkan. Sampai suatu hari saya sadar: ketika keputusan menjadi pahit, konflik membesar, bisnis terancam, dan manusia terluka, HR justru sering menjadi orang yang berdiri paling dekat dengan pukulan. Tidak ada yang benar-benar mempersiapkan kita untuk itu. Tidak ada buku teks yang sepenuhnya mampu menjelaskan bagaimana rasanya duduk berhadapan dengan seseorang yang tahu bahwa hidupnya akan berubah setelah percakapan denganmu. Tidak ada kelas manajemen yang benar-benar mengajarkan bagaimana rasanya ketika dua kepentingan besar saling bertabrakan dan keduanya meminta HR berdiri di pihak mereka. Tidak ada sertifikasi yang bisa menyimulasikan dengan sempurna bagaimana rasanya membawa rekomendasi yang benar secara hukum, masuk akal secara bisnis, tetapi tetap membuat dadamu terasa berat karena kau tahu ada manusia di balik angka-angka yang sedang dibicarakan. Di awal perjalanan karier, saya juga pernah memiliki gambaran yang jauh lebih sederhana tentang profesi ini. HR adalah tentang membantu orang. Membangun sistem. Menyelesaikan konflik. Menjaga hubungan industrial. Mengembangkan organisasi. Mendampingi pemimpin. Membuat perusahaan menjadi tempat kerja yang lebih baik. Semua itu benar. Tetapi hanya sebagian dari kebenaran. Semakin lama berada di dalam profesi ini, semakin saya mengerti bahwa HR bukan hanya pekerjaan tentang manusia. HR adalah pekerjaan tentang keputusan. Dan keputusan hampir selalu memiliki konsekuensi. Ada keputusan yang membuat seseorang tersenyum. Ada keputusan yang membuat seseorang membenci kita. Ada keputusan yang menyelamatkan organisasi tetapi meninggalkan luka.
| Halaman | Penerbit |
| xiv + 375 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 14,5 x 20,5 cm | Indonesia |






