Lompat ke konten

Suara dari Lubang Tikus

Diyah Candrawati

Rp. 80.000

Deskripsi

Subuh belum benar-benar lahir ketika Amak sudah berdiri di depan tungku. Api biru menjilat dasar wajan aluminium. yang penyok di satu sisi. Sesendok margarin murahan meleleh perlahan, mengeluarkan aroma yang dulu sanggup membangunkan para buruh galangan kapal dari kantuk mereka. Bertahun-tahun lalu, sebelum diabetes menggerogoti kaki Amak dan sebelum proyek-proyek besar mulai mengubah wajah pulau ini, warung nasi lemaknya nyaris tak pernah sepi. Kini aroma itu hanya berputar-putar di dapur sempit rumah panggung mereka, seolah kehilangan alamat. “Margarin tinggal sikit do.” Amak mengucapkannya seperti orang menyebut cuaca. Bukan keluhan, bukan pula permintaan. Hanya sebuah kenyataan yang harus diterima. Intan sedang menyetrika kerudung kerjanya menggunakan setrika tua yang alasnya mulai menghitam. Ia mendongak sebentar. “Cukup tak buat besok, Mak?” Amak tidak menjawab. Perempuan tua itu melangkah pelan menuju lemari kayu penyimpan bahan makanan di sudut dapur. Engselnya berderit ketika dibuka. Di dalamnya hanya ada sebotol minyak goreng yang tinggal seperempat, dua bawang merah yang mulai bertunas, sebungkus teh yang menggumpal karena lembap, setoples garam, dan sebuah stoples plastik berisi beras. Amak mengangkat stoples itu, mengguncangnya perlahan.

HalamanPenerbit
viii + 162 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
14,5 x 20,5 cmIndonesia