Lompat ke konten

Anglurah Kedisan The Untold Story

Gusti Ngurah Agung Mahajaya

Rp. 80.000

Deskripsi

Cerita tentang Anglurah Kedisan tidak seharusnya dimulai di Kedisan. Bahkan, bila perjalanan keluarga ini ingin dipahami secara utuh, cerita itu juga tidak seharusnya dimulai di Sidemen. Kedisan baru memperoleh arti setelah kita memahami Sidemen, sementara Sidemen sendiri baru dapat dibaca dengan lebih jernih setelah kita mendekati Kacang Dawa. Kacang Dawa pun tidak muncul dalam ruang kosong, melainkan di dalam sebuah dunia politik, keagamaan, dan kebudayaan yang telah terbentuk jauh sebelum Ida Penataran lahir. Karena itu, sebelum memasuki Bali abad keenam belas, kita perlu mundur sekitar dua abad dan menyeberang ke dunia Majapahit pada abad keempat belas. Di sana, titik awal yang ditemukan dalam tradisi genealogis keluarga bukan seorang raja, panglima, ataupun penakluk, melainkan seorang cendekiawan: Mpu Tantular. Dalam silsilah kerja keluarga yang menjadi salah satu titik berangkat penelitian buku ini, ia disebut sebagai Mpu Tantular II. Penomoran tersebut merupakan penanda genealogis internal dan bukan penyebutan yang lazim dalam historiografi umum. Dalam sejarah sastra Jawa Kuna, nama Mpu Tantular dikenal terutama sebagai pujangga yang menghasilkan Arjunawijaya dan Kakawin Sutasoma, dua karya yang ditempatkan cukup kuat dalam lingkungan Majapahit abad keempat belas.

HalamanPenerbit
xii + 160 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
14,5 x 20,5 cmIndonesia