Lompat ke konten

Ekosistem Data Perikanan: Pondasi Akurasi dan Transparansi untuk Pengelolaan Sumber Daya Ikan

Afzil Ramadian

Syahril Abd. Raup

Rp.85.000

Deskripsi

Imunologi ikan lahir dari kebutuhan yang sangat nyata; mencegah kerugian akibat penyakit sekaligus menopang produktivitas akuakultur yang kian strategis dalam ketahanan pangan. Di kolam, tambak, keramba jaring apung, hingga sistem resirkulasi yang modern, kesehatan ikan menentukan apakah sebuah siklus budidaya berakhir pada panen yang memadai atau justru terhenti oleh lonjakan mortalitas. Dalam dua dekade terakhir, akuakultur bukan lagi pelengkap perikanan tangkap, melainkan tulang punggung pertumbuhan produksi akuatik dunia. Momentum penting terjadi pada tahun 2022 untuk pertama kalinya dalam sejarah, produksi akuakultur hewan akuatik melampaui perikanan tangkap. Fakta ini menempatkan kesehatan ikan sebagai prasyarat bukan cuma bagi keuntungan pembudidaya, tetapi juga bagi stabilitas pasokan ‘blue food’ global, sebab pasokan tersebut kini bersandar pada sistem budidaya yang harus mampu menghadapi tekanan penyakit, perubahan iklim, dan mobilitas biota akuatik lintas wilayah. Dalam lanskap baru ini, gagasan ‘ilmu di laboratorium’ dan ‘keputusan di kolam’ tidak lagi dipisahkan. Keduanya saling berkelindan: pemahaman tentang bagaimana ikan mengenali patogen, kapan dan mengapa respons peradangan menguat, serta bagaimana memori imun terbentuk—semuanya bermuara pada keputusan sangat praktis seperti waktu pemberian vaksin, cara meminimalkan stres penanganan, atau pilihan intervensi ketika indikator biologis menyimpang dari kisaran aman. Dengan kata lain, imunologi ikan adalah bahasa bersama yang menjembatani teori dan tindakan. Tanpa bahasa itu, petunjuk teknis di lapangan rentan menjadi daftar prosedur yang kering, sementara penelitian canggih berisiko kehilangan jangkar pada realitas budidaya.

HalamanPenerbit
x + 128 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5  x 23  cmIndonesia