Lompat ke konten

Asal Usul Nusantara

Nurul Mukminin

Rp. 80.000

Deskripsi

Pada suatu hari di tahun 2011, di lepas pantai utara Surabaya, sebuah kapal keruk raksasa menyedot pasir dari dasar Selat Madura. Pasir itu untuk menimbun laut, membangun daratan  baru bagi kota yang terus melebar. Tak seorang pun di atas kapal itu memikirkan masa lalu; mereka memikirkan masa depan, beton, dan reklamasi. Tetapi ketika pasir basah disemburkan ke lokasi penimbunan, sesuatu yang ganjil ikut terbawa naik. Di antara butiran pasir laut, berkilauan tulang-tulang. Ribuan tulang. Penemuan itu bermula ketika Harold Berghuis, peneliti arkeologi dari Leiden University, menjadi konsultan proyek reklamasi tersebut. Saat pasir dikeruk dan dipindahkan, operator tanpa sengaja mengangkat ribuan fosil. Berghuis menghentikan sementara pekerjaan itu dan mengumpulkan temuannya untuk diidentifikasi. Hasil studinya, bersama Sofwan Noerwidi dan rekan- rekan, terbit di jurnal Quaternary Environments and Humans pada Juni 2025. Mereka menghitung lebih dari 6.000 fosil dari 36 spesies hewan—gajah purba, kerbau raksasa, rusa, bahkan komodo. Dan di antara timbunan tulang binatang itu terselip dua kepingan tengkorak yang membuat napas mereka tertahan: pecahan tulang dahi dan tulang ubun-ubun seorang Homo erectus. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, fosil manusia purba diangkat bukan dari gua atau tebing di daratan, melainkan dari dasar laut—dari sebuah dunia yang telah lama tenggelam.

HalamanPenerbit
xxii + 522 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
14,5 x 20,5 cmIndonesia