Dr. dr. Sonny T. Lisal, Sp.K.J., Subsp.B.P(K)
Dr. dr. Saidah Syamsuddin, Sp.K.J., Subsp.B.P(K)
dr. Erlyn Limoa, Sp.K.J., Subsp.B.P(K)
dr. A. Suheyra Syauki, M.Kes., Sp.K.J., Subsp.B.P(K)
dr. Nita Fitriani Wahba N
Editor : dr. Muhammad Alim Jaya, M.Kes., Ph.D., Sp.K.J
Rp. 80.000
Deskripsi
Biologi terapan dalam psikiatri adalah pendekatan ilmiah yang menggunakan prinsip-prinsip biologi, neurobiologi, genetika, imunologi, endokrinologi, farmakologi, dan ilmu sistem tubuh untuk memahami, menilai, serta menangani gangguan jiwa. Dalam kerangka ini, gangguan jiwa tidak dipahami semata-mata sebagai kumpulan gejala psikologis, tetapi sebagai kondisi kompleks yang melibatkan interaksi antara proses biologis, pengalaman subjektif, perkembangan individu, dan konteks sosial. DSM-5- TR mendefinisikan gangguan mentl sebagai sindrom dengan gangguan bermakna secara klinis pada kognisi, regulasi emosi, atau perilaku, yang mencerminkan disfungsi dalam proses psikologis, biologis, atau perkembangan yang mendasari fungsi mental. Ruang lingkup biologi terapan dalam psikiatri mencakup beberapa bidang utama. Pertama, neurobiologi, yaitu studi tentang struktur, fungsi, neurotransmisi, sirkuit, plastisitas, dan konektivitas otak yang berhubungan dengan perilaku, emosi, kognisi, dan gejala psikiatri. Kedua, psikofarmakologi, yaitu penerapan ilmu neurotransmiter, reseptor, jalur sinyal intraseluler, dan farmakokinetik-farmakodinamik dalam penggunaan obat psikotropika. Buku Stahl’s Essential Psychopharmacology, misalnya, secara eksplisit menempatkan psikofarmakologi sebagai disiplin berbasis neurosains yang menghubungkan mekanisme penyakit dan mekanisme kerja obat.
| Halaman | Penerbit |
| xx + 391 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |









