Prof. Dr. FX Ady Soesetijo
Rp. 80.000
Deskripsi
Kita sering kali memandang rongga mulut sebagai sekadar lorong fungsional, sebuah ruang antara yang kita lewati tanpa pernah benar-benar kita huni secara sadar. Namun, di balik ambang bibir, terbentang sebuah arsitektur kegelapan yang menyimpan rahasia paling purba tentang eksistensi kita. Sebagai The Primordial Void, rongga mulut adalah palung pertama di mana dunia luar yang kacau bertemu dengan metabolisme dalam yang teratur; ia adalah pintu utama transisi tempat materi eksternal disaring, diolah, dan akhirnya diakui sebagai bagian dari diri. Dalam Anatomi Kesunyian ini, kita menemukan sebuah paradoks visual yang memukau. Meskipun ia merupakan ruang yang gelap, tertutup, dan terlepas dari pandangan mata, rongga mulut sejatinya adalah panggung biologis yang paling hiruk-pikuk. Di sinilah ekosistem mikroskopis berdenyut dan jaringan mukosa bekerja dalam senyap yang intens. Kegelapan ini bukanlah sebuah ketiadaan, melainkan sebuah prasyarat, yaitu sebuah Dialektika Ruang dan Fungsi. Tanpa ruang yang gelap dan tertutup ini, proses metabolisme pencernaan tidak akan pernah sempurna, dan getaran udara tidak akan mampu bertransformasi menjadi artikulasi makna. Bab ini akan mengajak pembaca menelusuri bagaimana kegelapan fisik di dalam mulut bukan sekadar fenomena optik, melainkan fondasi bagi seluruh orkestrasi kehidupan yang kita jalani.
| Halaman | Penerbit |
| xii + 164 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 15,5 x 23 cm | Indonesia |






