Lompat ke konten

SPORT and POLITICS: Pasangan yang Tidak Romantis

Abrar

Rp.85.000

Deskripsi

Buku ini lahir dari memori di tahun 1980-an—sebuah ingatan tentang sepasang celana lari terbaik berwarna merah yang dibelikan oleh Ibu saya. Saat itu, saya adalah anak kelas 6 Sekolah Dasar yang terpilih mewakili sekolah. Ibu memberikan dukungan terbaiknya melalui sepasang celana itu, sebuah simbol harapan dan kebanggaan orang tua pada prestasi anaknya. Namun, di hari pemberangkatan, hak saya untuk berlari dirampas oleh intervensi “kekuasaan”. Rasa sesak saat itu bukan karena saya gagal menjadi pemenang, melainkan karena melihat harapan Ibu yang sia-sia. Pengalaman kecil itu menjadi perkenalan pertama saya dengan wajah olahraga dan politik yang kemudian saya kenal sekarang sebagai pasangan yang tidak romantis: sebuah arena di mana kecepatan lari bisa dikalahkan oleh kedekatan relasi kekuasaan.  Olahraga sering dipahami sebagai ruang yang bersih—tempat di mana keadilan, prestasi, dan kerja keras menjadi satu-satunya ukuran. Di dalamnya, kita diajarkan untuk percaya bahwa siapa pun yang berlatih lebih keras, pantas berdiri di atas podium. Keyakinan inilah yang membuat olahraga dicintai lintas negara. Ia tampak sederhana, jujur, dan universal. Namun sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa olahraga tidak pernah sepenuhnya berdiri sendiri. Di balik sorak-sorai penonton, selalu ada konteks sosial dan politik yang menyertainya. Olahraga bukan hanya permainan, melainkan juga panggung. Dan seperti semua panggung besar, ia nyaris tak pernah steril dari kepentingan, kekuasaan, dan simbolisme politik.

HalamanPenerbit
xviii + 540 hlmPT. Nas Media Indonesia
ISBNE-ISBN
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UkuranBahasa
15,5  x 23  cmIndonesia