Asep Setiawan (Abah Setu)
Aldrin Herwany
Rp. 80.000
Deskripsi
Kemanusiaan hari ini sedang berdiri di persimpangan jalan yang paling krusial dalam sejarahnya. Di balik gemerlap kemajuan digital dan akumulasi kekayaan global yang masif, tersimpan keretakan eksistensial yang dalam. Kita sedang mengalami apa yang disebut sebagai “krisis kosmik”—sebuah kondisi di mana manusia kehilangan rasa keterhubungan dengan alam semesta, sesama, dan Sang Pencipta. Ekonomi global yang kita jalankan saat ini ibarat kapal besar tanpa kompas; ia bergerak cepat, namun tanpa arah tujuan yang hakiki, sering kali menabrak karang ketimpangan sosial dan kehancuran ekologi. Untuk memulihkan keadaan ini, dunia tidak sekadar membutuhkan regulasi baru, melainkan sebuah sistem koordinat peradaban yang fundamental. Meskipun istilah “tauhid” berakar pada tradisi Islam, esensinya bersifat universal dan menyentuh inti terdalam dari seluruh agama serta aliran kepercayaan di dunia. Dari konsep Brahman yang meliputi segalanya dalam Hinduisme, Tao yang menjadi jalan alam semesta dalam tradisi Timur, hingga gagasan The One dalam neoplatonisme, terdapat satu kesepakatan purba: bahwa realitas ini berasal dari Sumber yang Satu dan tunduk pada hukum yang satu.
| Halaman | Penerbit |
| xx + 618 hlm | PT. Nas Media Indonesia |
| ISBN | E-ISBN |
| XXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXX |
| Ukuran | Bahasa |
| 18 x 26 cm | Indonesia |






