Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.

Jangan Salah! Ini Langkah Cerdas Ubah Tesis Jadi Buku Ilmiah

Daftar Isi

Pendahuluan

Setelah menyelesaikan tesis, banyak penulis sering kali bingung langkah selanjutnya.

Padahal, dari lembar demi lembar penelitian itu, tersimpan potensi besar untuk menjangkau pembaca yang jauh lebih luas.

Bukan hanya kalangan akademik, tapi juga masyarakat umum yang haus akan pengetahuan dengan bahasa yang lebih ringan dan mudah dicerna.

Mengubah tesis menjadi buku ilmiah populer bukan sekadar memindahkan isi dokumen ke dalam format buku.

Prosesnya membutuhkan strategi yang cerdas, penyusunan ulang struktur, hingga pencernaan penerbitan yang matang.

Kalau salah langkah, naskahmu bisa jadi kaku, membosankan, atau malah kehilangan daya tarik ilmiahnya.

Karena itu, jangan sampai salah! Ini langkah-langkah cerdas ubah tesis jadi buku ilmiah populer.

Agar kamu tahu tahap perencanaan hingga distribusi supaya karyamu benar-benar siap terbit dan berdampak luas.

1.      Susun Rencana yang Jelas Sejak Awal

 

Sebelum menyentuh naskah, buatlah rencana yang mencakup tujuan, audiens, dan garis besar buku.

Rencana ini akan menjadi peta jalan selama proses penulisan dan penerbitan berlangsung.

Tentukan siapa pembacamu, apa pesan utama yang ingin disampaikan, serta bagaimana alur buku akan terbentuk dari awal hingga akhir.

Jika tahap ini diabaikan, banyak penulis berakhir dengan naskah yang tidak fokus. Misalnya, buku ilmiah populer terasa terlalu tebal dengan istilah akademik, atau sebaliknya, terlalu ringan hingga kehilangan kedalaman penelitian.

Hasilnya, audiens utama tidak tercapai dan pembaca umum pun kesulitan menikmati isinya.

Solusinya, buatlah outline yang fleksibel. Tuliskan poin besar per bab, sisipkan contoh nyata yang relevan, dan tandai bagian mana dari tesis yang akan diadaptasi.

Semakin matang perencanaanmu, semakin mudah proses penulisan berikutnya.

2.      Tulis Ulang dengan Bahasa Komunikatif

Tesis ditulis dengan gaya akademik yang kaku, sedangkan buku ilmiah populer harus bisa mengajak pembaca berjalan dan belajar bersama.

Artiket Terkait:  30 Istilah Dasar dalam Dunia Penerbitan Buku

Gunakan bahasa aktif, naratif, dan komunikatif. Jangan ragu untuk menyisipkan sub judul, bullet points atau ilustrasi sederhana agar pembaca mudah mengikuti alur.

Banyak buku gagal menarik minat karena penulis hanya menyalin ulang isi tesis tanpa adaptasi.

Alhasil, kalimat panjang berliku dan istilah teknis bertumpuk membuat pembaca umum cepat menyerah.

Cobalah untuk mengubah gaya bahasa dari laporan menjadi cerita ilmiah. Perubahan kecil ini membuat konten lebih hidup dan mengundang rasa ingin tahu.

3.      Perkaya Isi dengan Konten Tambahan

Buku ilmiah populer bukan hanya adaptasi tesis mentah, tapi juga wadah untuk menambah konteks, insight, dan cerita pendukung.

Buatlah daftar ide konten tambahan seperti studi kasus aktual, wawancara singkat, data terkini, atau ilustrasi yang membantu pembaca memahami topik.

Jika poin ini diabaikan, buku bisa terasa kering seperti laporan penelitian biasa. Pembaca umum akan kehilangan ketertarikan karena tidak menemukan relevansi langsung dengan kehidupan pembaca.

Untuk mengatasinya, luangkan waktu untuk menyusun daftar konten tambahan sebelum proses revisi.

Misalnya, sisipkan pengalaman lapangan yang menarik atau bandingkan hasil penelitianmu dengan tren terbaru. Dengan begitu, buku terasa segar dan kaya informasi.

4.      Libatkan Profesional dalam Proses Editing

Setelah naskah ditulis ulang, saatnya menggandeng editor profesional yang berpengalaman dalam dunia penerbitan buku.

Editor akan membantumu menyempurnakan gaya bahasa, memperbaiki alur, dan memastikan naskahmu enak dibaca tanpa kehilangan bobot ilmiah.

Mengabaikan tahap ini sering berakibat fatal.

Banyak naskah bagus yang terhambat penerbitan karena tata bahasa tidak rapi, struktur bab membingungkan, atau nada penulisan yang tidak konsisten.

Editor berperan sebagai mata yang objektif terhadap karyamu.

Langkahnya jelas, pilih editor yang memahami jenis buku ilmiah populer. Kamu bisa bekerja sama secara freelance atau lewat penerbit profesional seperti Nasmedia, yang menyediakan layanan penyuntingan untuk memastikan kualitas buku terjaga sejak awal.

Artiket Terkait:  Tips Membangun Komunikasi Efektif

5.      Buat Desain Sampul dan Format Terbitan yang Menarik

Pembaca sering jatuh cinta pada pandangan pertama.

Karena itu, bekerjalah dengan desainer grafis untuk memastikan sampul buku profesional dan tata letak isi yang rapi.

Desain yang baik meningkatkan kredibilitas sekaligus daya tarik pasar.

Jika kamu menyepelekan desain, buku bisa terlihat amatir meski isinya berkualitas tinggi.

Pembaca sering menilai dari tampilan luar terlebih dahulu, dan sayangnya, buku dengan desain yang kurang bagus sering dilewatkan begitu saja di rak toko atau platform digital.

Selain desain, tentukan juga format penerbitan: cetak, digital, atau keduanya.

Format cetak cocok untuk perpustakaan dan pembaca konvensional, sedangkan format digital (e-book) memungkinkan jangkauan nasional bahkan internasional.

Banyak penulis sukses menggunakan keduanya untuk memperluas audiens.

6.      Pilih Jalur Penerbitan dan Rancang Strategi Distribusi

Langkah terakhir adalah menentukan bagaimana buku akan diterbitkan dan dipasarkan.

Ada dua jalur utama, yakni penerbit mayor, seperti Gramedia, Elex Media, atau Mizan. Dan self-publishing, melalui penerbit mandiri seperti Nasmedia.

Jika kamu mengabaikan riset penerbit, naskahmu bisa tersangkut terlalu lama di proses seleksi atau dipasarkan tidak sesuai target audiens.

Setiap jalur memiliki kelebihan masing-masing. Penerbit mayor menawarkan jangkauan luas dan kredibilitas tinggi, sedangkan self-publishing memberi kontrol penuh atas isi dan waktu terbit.

Setelah memilih jalur, susun strategi pemasaran dan distribusi. Buat jadwal promosi, manfaatkan media sosial, komunitas pembaca, hingga platform e-commerce.

Gunakan alat analitik untuk melacak penjualan dan efektivitas kampanye.

Dari data tersebut, kamu bisa merencanakan edisi berikutnya atau proyek buku selanjutnya dengan lebih matang.

Penutup

Mengubah tesis menjadi buku ilmiah populer memang membutuhkan strategi dan kerja cermat, tapi hasilnya sepadan.

Artiket Terkait:  Literasi sebagai Fondasi Pembangunan Bangsa di Era Digital

Buku tidak hanya memperluas jangkauan pengetahuanmu, tapi juga membangun reputasi sebagai penulis profesional di bidangmu.

Jadi, mulai dari sekarang, jangan biarkan hasil penelitianmu hanya berdebu di rak kampus.

Terapkan langkah-langkah di atas, dan jika perlu, percayakan proses penerbitannya pada mitra profesional seperti Nasmedia, yang siap membantu penulis mewujudkan karya berkualitas dan berdampak luas.

Share

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Hikmah Wardani
Hikmah Wardani
Menekuni Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris sejak tahun 2022. Berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berbagi cerita melalui kata-kata.
Artikel Terkait